Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rp 9,1 Triliun Lenyap: OJK Bongkar 5 Modus Scam Banyak Menipu Warga RI

by teguh
Januari 23, 2026
in Nasional
A A
Home Reality Nasional

Tabooo.id: Nasional – Penipuan digital di Indonesia tidak lagi sekadar cerita horor di grup WhatsApp keluarga. Angkanya nyata, dampaknya besar, dan korbannya datang dari semua lapisan masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini membuka peta masalahnya secara terang-terangan.

Rp 9,1 Triliun Lenyap, Ratusan Ribu Warga Jadi Korban

Melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC), OJK mencatat 432.637 laporan scam dari masyarakat sejak diluncurkan pada 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026. Total kerugian warga Indonesia mencapai Rp 9,1 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik. Ia merepresentasikan tabungan yang raib, gaji yang hilang, dan mimpi yang terpaksa ditunda.

Lonjakan laporan ini menunjukkan satu hal scam sudah menjadi kejahatan massal, bukan insiden sporadis.

Lima Modus Scam Paling Banyak Menjerat Warga

Berdasarkan data IASC, ada lima modus scam yang paling sering memakan korban di Indonesia.

Pertama, penipuan transaksi belanja dengan 73.743 laporan. Modus ini biasanya menyasar pembeli online yang tergiur harga miring. Barang tak pernah datang, uang lebih dulu melayang.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Uji Syarat Pendidikan Capres ke MK, Tiga Warga Minta KPU Periksa Keabsahan Ijazah

Kedua, impersonation atau fake call dengan 44.446 laporan. Pelaku menyamar sebagai bank, kurir, atau instansi resmi. Suara meyakinkan sering kali cukup untuk membuat korban lengah.

Ketiga, penipuan investasi yang mencatat 26.365 laporan. Janji cuan cepat masih jadi senjata ampuh, terutama di tengah tekanan ekonomi.

Keempat, penipuan kerja dengan 23.469 laporan. Lowongan palsu menyasar pencari kerja yang sedang butuh penghasilan.

Kelima, penipuan melalui media sosial sebanyak 19.983 laporan, memanfaatkan akun palsu, giveaway fiktif, hingga DM jebakan.

Kenapa Scam Sulit Dideteksi?

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa scam berbeda dari kejahatan finansial konvensional. Pelaku tidak merampok secara paksa. Mereka membujuk korban untuk menyerahkan akses secara sukarela.

Korban memberikan password, OTP, hingga PIN tanpa sadar sedang membuka pintu ke rekening sendiri. Saat sadar, dana sudah berpindah tangan.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap kasus scam hampir selalu melibatkan dua unsur utama nomor rekening sebagai tujuan dana dan nomor telepon sebagai alat komunikasi pelaku.

Siapa Dirugikan, Siapa Diuntungkan?

Yang paling dirugikan tentu masyarakat. Korban kehilangan uang, rasa aman, dan kepercayaan pada sistem digital. Kelompok rentan seperti lansia, pencari kerja, dan pelaku UMKM sering kali menjadi sasaran empuk.

Di sisi lain, pelaku kejahatan memanfaatkan celah koordinasi antar sektor. Selama sistem pengawasan belum terhubung rapat, scammer akan terus menemukan ruang bermain.

Kolaborasi Jadi Kunci, Bukan Sekadar Imbauan

OJK menilai penanganan scam tidak bisa berjalan sendiri. Regulator, industri jasa keuangan, aparat penegak hukum, hingga sektor telekomunikasi harus bergerak dalam kebijakan terpadu dan responsif.

Kolaborasi ini penting untuk mencegah sejak awal, mendeteksi lebih cepat, menindak lebih tegas, dan memulihkan hak korban tanpa berbelit.

Pada akhirnya, maraknya scam mengingatkan satu hal pahit di era digital, ancaman tidak selalu datang dari sistem yang diretas, tapi dari kepercayaan yang terlalu mudah diberikan. @teguh

Tags: BelanjaDigitalGajiIndustrikorbanKriminal & HukumLansiaOJKOnlineOTPRegulatorScamScammer

Kamu Melewatkan Ini

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih: Ambisi Ekonomi Desa atau Ujian Tata Kelola?

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih: Ambisi Ekonomi Desa atau Ujian Tata Kelola?

by teguh
Oktober 17, 2026

Ada satu pertanyaan yang perlu pemerintah jawab sebelum memperluas fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih siapa yang menjamin keamanan gaji ASN...

Jangan Maklum dengan Pikun, Demensia Bisa Dimulai Diam-Diam

Jangan Maklum dengan Pikun, Demensia Bisa Dimulai Diam-Diam

by dimas
Oktober 4, 2026

Jangan maklum dengan pikun. Kenali tanda awal demensia, faktor risikonya dan pentingnya menjaga kesehatan otak serta kemandirian sejak dini. Tabooo.id...

15 PLTU Emisi Tinggi Mau Pensiun, Listrik Jangan Ikut Pensiun Dulu

15 PLTU Emisi Tinggi Mau Pensiun, Listrik Jangan Ikut Pensiun Dulu

by teguh
Agustus 20, 2026

Indonesia sedang menyiapkan satu adegan transisi energi yang cukup absurd. Pemerintah ingin mengurangi 15 PLTU emisi tinggi, tetapi listrik tetap...

Next Post
Puluhan Bayi Kobra Bersarang di Perumahan Madiun

Puluhan Bayi Kobra Bersarang di Perumahan Madiun

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id