Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ramai di Medsos, Alumni LPDP Janji Lunasi Dana Beasiswa Beserta Bunga

by dimas
Februari 24, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Video pernyataan “cukup saya WNI, anak jangan” menyeret alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, dan suaminya, Arya Iwantoro, ke pusaran kontroversi. Setelah publik melontarkan kritik keras, pasangan itu menyatakan siap mengembalikan dana beasiswa yang mereka terima berikut bunganya.

Warganet mempertanyakan komitmen moral pasangan tersebut. Mereka menilai pernyataan itu bertentangan dengan semangat pengabdian yang melekat pada penerima beasiswa negara. Dalam waktu singkat, isu ini meluas dan mendorong pemerintah turun tangan.

Pemerintah Tuntut Tanggung Jawab

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, langsung menyikapi polemik tersebut. Ia menilai ucapan itu tidak mencerminkan sikap penerima manfaat dana publik. Ia juga mengungkap bahwa Arya belum menuntaskan kewajiban pengabdian yang menjadi syarat utama program LPDP.

Direktur Utama LPDP kemudian menghubungi keluarga penerima beasiswa dan meminta klarifikasi. Dalam komunikasi itu, Arya menyatakan kesediaannya mengembalikan dana yang telah ia gunakan, termasuk bunga yang melekat. Pemerintah kini menghitung total kewajiban yang harus ia bayar.

“Saya harap ke depan para penerima LPDP menjaga sikap dan tidak merendahkan negara,” tegas Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Senin (23/2/2026).

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Ancaman Blacklist Menguat

Selain menuntut pengembalian dana, Purbaya membuka opsi sanksi administratif. Ia mempertimbangkan langkah blacklist agar Arya tidak lagi bekerja sama dengan institusi pemerintah. Menurutnya, langkah itu penting untuk menjaga wibawa program dan memberi pesan tegas kepada penerima lain.

Pemerintah ingin memastikan setiap awardee memahami konsekuensi program. LPDP bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan kontrak antara negara dan penerimanya.

Uang Pajak dan Kepercayaan Publik

Negara membiayai LPDP melalui pajak masyarakat dan pembiayaan negara. Pemerintah menyalurkan dana itu untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, setiap penerima harus menunjukkan integritas dan memenuhi kewajiban pengabdian.

Kasus ini menyentuh kepentingan publik secara langsung. Para pembayar pajak tentu berharap investasi pendidikan itu kembali dalam bentuk kontribusi nyata bagi bangsa. Jika penerima beasiswa mengabaikan tanggung jawab, publik berhak menuntut akuntabilitas.

Polemik ini mengingatkan satu hal penting: beasiswa negara membawa amanah besar. Negara memberi kesempatan, tetapi negara juga menuntut komitmen. Tanpa tanggung jawab, kepercayaan publik bisa runtuh lebih cepat daripada viralnya sebuah video. @dimas

Tags: APBNBeasiswablacklistDanaIntegritasIsuLPDPNegarapajakPurbaya Yudhi SadewaSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

Dian 19 Tahun: Prestasi Akademik IP 4.0 Tak Menjamin Kuliah Aman

by teguh
Agustus 16, 2026

Prestasi akademik IP 4.0 tak menjamin kuliah aman. Biaya kuliah tetap menjadi tembok bagi mahasiswa dari keluarga rentan. Ada mahasiswa...

Dian Punya IP 4.0, Tapi Sistem Bilang Keluarganya Tak Cukup Miskin

Dian Punya IP 4.0, Tapi Sistem Bilang Keluarganya Tak Cukup Miskin

by teguh
Agustus 16, 2026

Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dian 19 tahun itu meraih IP 4.0, pada semester pertama. Semester berikutnya, ia kembali mencatat...

Pricing TPL: Barangnya Sama, Kodenya Beda, Pajaknya Ikut Mengecil?

Pricing TPL: Barangnya Sama, Kodenya Beda, Pajaknya Ikut Mengecil?

by teguh
Agustus 13, 2026

Ketika barang tetap sama, tetapi kode dan angka di dokumen bisa menghasilkan cerita yang berbeda inilah yang terjadi di Pricing...

Next Post
Harga Emas Antam Melonjak Rp40.000, Sentuh Rp3.068.000 per Gram

Harga Emas Antam Melonjak Rp40.000, Sentuh Rp3.068.000 per Gram

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id