• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Ramadan di Balik Jeruji: Penahanan Maidi Diperpanjang 40 Hari

Februari 14, 2026
in Nasional, News
A A
Ramadan di Balik Jeruji: Penahanan Maidi Diperpanjang 40 Hari

Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, tiba di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, (20/1/2026), usai terjaring OTT kasus dugaan korupsi proyek daerah. (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang penahanan Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, selama 40 hari. Keputusan itu memastikan orang nomor satu di Kota Madiun tersebut menjalani Ramadan hingga Lebaran 2026 dari dalam Rumah Tahanan KPK.

Perpanjangan ini bukan sekadar formalitas. Penyidik membutuhkan waktu tambahan untuk membongkar lebih dalam dugaan korupsi yang menyeret kepala daerah tersebut. Di saat masyarakat bersiap menyambut bulan puasa, Maidi justru harus menghadapi hari-hari panjang dalam ruang tahanan Gedung Merah Putih, Jakarta.

Sebelumnya, KPK menangkap Maidi melalui operasi tangkap tangan pada 19 Januari 2026. Setelah itu, penyidik langsung menahannya selama 20 hari pertama. Kini, tambahan 40 hari membuat masa tahanannya melewati dua momen penting umat Muslim: Ramadan dan Idulfitri.

Penyidikan Belum Selesai, Bukti Terus Dikumpulkan

KPK memperpanjang penahanan bukan tanpa alasan. Penyidik masih terus memeriksa saksi, menelusuri aliran dana, dan melengkapi berkas perkara. Mereka menduga Maidi menerima fee proyek pemerintah daerah, gratifikasi, dan memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara tidak semestinya.

Selain itu, penyidik juga ingin memastikan seluruh konstruksi perkara berdiri kuat sebelum masuk ke tahap berikutnya. Karena itu, tambahan waktu menjadi krusial. KPK tampaknya tidak ingin meninggalkan celah yang bisa melemahkan kasus di pengadilan nanti.

Dengan perpanjangan ini, Maidi tidak memiliki pilihan selain menjalani seluruh proses hukum dari balik jeruji. Ramadan yang biasanya identik dengan kebersamaan keluarga kini berubah menjadi rutinitas dalam ruang terbatas.

Pemerintahan Tetap Jalan, Tapi Luka Kepercayaan Terasa

Meski wali kota definitif tersandung kasus, roda pemerintahan di Kota Madiun tetap berjalan. Pemerintah menunjuk pelaksana tugas untuk memastikan pelayanan publik tidak berhenti. Administrasi tetap berlangsung, layanan masyarakat tetap buka, dan aktivitas birokrasi terus berjalan.

Namun, di balik kelancaran administratif itu, publik menghadapi kenyataan yang lebih pahit: kepercayaan kembali terkikis.

Sebab, ketika seorang kepala daerah terjerat korupsi, dampaknya tidak hanya berhenti pada individu. Warga ikut menanggung konsekuensi moral. Mereka harus menerima kenyataan bahwa orang yang mereka pilih justru diduga menyalahgunakan kekuasaan.

Kepala Daerah dan Risiko Kekuasaan

Kasus ini langsung menyita perhatian luas. Banyak pengamat melihat perpanjangan penahanan sebagai sinyal bahwa KPK serius menuntaskan korupsi di level daerah. Langkah ini juga menunjukkan bahwa jabatan politik tidak memberikan perlindungan hukum.

Di sisi lain, peristiwa ini mengirim pesan yang lebih dalam. Kekuasaan memang memberi wewenang besar, tetapi pada saat yang sama, kekuasaan juga membawa risiko besar.

RelatedPosts

Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

Di Balik Kelancaran Mudik Lebaran, Nyawa Petugas Jadi Taruhan

Kini, saat masyarakat menghitung hari menuju Lebaran, Maidi justru menghitung hari penahanannya.

Sebab pada akhirnya, jabatan bisa memberi kehormatan. Namun ketika disalahgunakan, jabatan yang sama juga bisa menjadi jalan tercepat menuju ruang tahanan. @dimas

Tags: DaerahKasuskorupsikpklebaranmadiunMaidiottPejabatPemerintahanRamadanTahananWalikota madiun
Next Post
Mitos atau Fakta? Menkes Ungkap Risiko Kombinasi Sate dan Durian

Mitos atau Fakta? Menkes Ungkap Risiko Kombinasi Sate dan Durian

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Pakoe Boewono XIV: Raja Gen Z yang Menyelamatkan Ingatan Kraton

    Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamen Jalanan: Korban Sistem atau Pilihan yang Dipelihara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Balik Kelancaran Mudik Lebaran, Nyawa Petugas Jadi Taruhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langkah di Bali Butuh Lebih dari Sekadar Mata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Joget Rp6 Juta Sehari: Program Sosial atau Ladang Cuan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.