• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Protes Meluas di Iran, Warga Tuntut Perubahan di Tengah Krisis Ekonomi

Januari 12, 2026
in Global, News
A A
Protes Meluas di Iran, Warga Tuntut Perubahan di Tengah Krisis Ekonomi

Pedagang dan pemilik toko berunjuk rasa di Teheran, (29/12/2025), memprotes krisis ekonomi menyusul anjloknya nilai tukar rial terhadap dolar AS. (Foto: FARS via AFP)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Ribuan warga Iran kembali turun ke jalan di berbagai kota besar dan kecil. Teheran menjadi pusatnya, tetapi gaung protes menjalar hingga wilayah barat dan perbatasan Irak. Aksi yang awalnya dipicu krisis ekonomi kini berubah menjadi tuntutan politik terbuka mengakhiri republik teokrasi yang telah berkuasa lebih dari empat dekade.

Sejak akhir Desember 2025, warga dari berbagai latar belakang muda dan tua, kelas menengah hingga elite turut memadati jalan. Mereka menyuarakan kemarahan yang selama ini terpendam, terutama akibat biaya hidup yang melonjak dan nilai mata uang yang terus anjlok. Di titik ini, protes tak lagi sekadar soal harga bahan pokok, melainkan soal masa depan negara.

Dari Dompet Kosong ke Keberanian Melawan Rezim

Gelombang protes bermula dari mogok massal pedagang di pasar besar Teheran pada 28 Desember 2025. Anjloknya nilai rial memukul keras kehidupan sehari-hari, terutama bagi pedagang kecil dan pekerja sektor informal. Tak lama kemudian, kemarahan itu merembet ke kampus-kampus.

Pemerintah merespons cepat dengan menutup universitas, dengan alasan cuaca dingin. Namun, langkah itu justru memicu kecurigaan publik. Protes terlanjur menyebar dan menguat, terutama di wilayah barat Iran, yang selama ini dikenal lebih kritis terhadap pusat kekuasaan.

Akibatnya, ketidakpuasan lama soal kebebasan politik, korupsi, dan inflasi tinggi kembali mencuat ke permukaan.

Suara Jalanan yang Semakin Berani

Berbeda dari gelombang protes sebelumnya, warga kali ini menunjukkan keberanian baru. Sina, warga Karaj berusia 29 tahun, menggambarkan bagaimana orang-orang mulai berbicara lantang menentang rezim bahkan di siang hari. Menurutnya, momentum protes belum mereda meski aparat meningkatkan tekanan.

Seorang perempuan muda di Teheran mengaku ikut turun ke jalan karena merasa masa depannya dirampas. Ia menyebut hidup di Iran kini terasa tanpa arah dan harapan.

“Kami masih punya suara untuk berteriak,” ujarnya dikutip dari BBC.

Keluhan serupa muncul dari berbagai kota. Warga merasa hidup dalam ketidakpastian berkepanjangan, terjepit antara tuntutan ekonomi dan pembatasan politik yang kian ketat.

Elite Ikut Bergerak, Retakan Makin Terlihat

Protes kali ini juga menembus lingkaran elite. Seorang perempuan di kota Ilam menceritakan bagaimana anak-anak dari keluarga yang berafiliasi dengan pemerintah ikut bergabung dalam aksi, bahkan tanpa sepengetahuan orang tua mereka yang bekerja di institusi negara.

Fenomena ini memperlihatkan retakan serius di tubuh sosial Iran. Ketika loyalitas elite mulai goyah, rezim menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding sekadar demonstrasi jalanan.

Di sisi lain, massa pro-pemerintah juga turun ke jalan di sejumlah kota untuk membela Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran dua kubu di ruang publik menegaskan polarisasi yang semakin tajam.

Dari “Azadi” ke Seruan Kembalinya Monarki

Slogan “Azadi, Azadi” kembali menggema, mengingatkan publik pada protes 2022 akibat kematian Mahsa Amini. Namun, kali ini muncul nada baru. Seruan “Pahlavi akan kembali” terdengar di sejumlah aksi, merujuk pada Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi 1979.

Reza Pahlavi secara terbuka menyerukan rakyat Iran untuk turun ke jalan pada 8 Januari 2026. Sejak itu, dukungan terhadap gagasan pemulihan monarki mulai menguat, terutama di kalangan generasi muda yang frustrasi terhadap sistem saat ini.

Sebagian warga melihat Pahlavi sebagai simbol alternatif, meski tak sedikit pula yang menekankan bahwa persatuan rakyat lebih penting daripada sosok tertentu.

Pemerintah Menuding Asing, Publik Menuntut Jawaban

Presiden Iran Masoud Pezeshkian akhirnya angkat bicara. Ia menuding kekerasan dalam aksi protes melibatkan aktor asing yang ingin menciptakan kekacauan. Pemerintah, menurutnya, menghadapi upaya sistematis untuk merusak stabilitas nasional.

Meski begitu, Pezeshkian juga menyatakan kesiapan pemerintah mendengarkan suara rakyat dan menyelesaikan persoalan ekonomi yang memicu kemarahan publik. Pernyataan ini datang di tengah laporan korban tewas yang terus bertambah dan tekanan internasional yang meningkat.

RelatedPosts

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

Antara Janji Stabilitas dan Kemarahan Rakyat

Kini, Iran berada di persimpangan jalan. Warga yang paling terdampak pedagang kecil, mahasiswa, dan kelas menengah terus menekan rezim agar berubah. Sementara itu, pemerintah berupaya menjaga stabilitas dengan kombinasi narasi ancaman asing dan janji perbaikan ekonomi.

Pertanyaannya bukan lagi apakah protes ini akan berhenti, melainkan ke mana arahnya. Sebab, ketika tuntutan ekonomi berubah menjadi tuntutan sistem, jalan pulang biasanya tak lagi sederhana.

Dan di jalan-jalan Iran, teriakan “kebebasan” kini terdengar lebih seperti ultimatum daripada sekadar keluhan. @dimas

Tags: Demo IranEkonomiGlobalIranKrisisPolitikPolitik IranProtes WargaStabilitasTeheranTimur Tengah
Next Post
Payung Rolls-Royce: Fitur Unik Mobil Mewah yang Jarang Diketahui

Payung Rolls-Royce: Fitur Unik Mobil Mewah yang Jarang Diketahui

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.