Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Hadiri Jamuan Makan Malam Presiden Macron di Istana Élysée

by dimas
Januari 24, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi Istana Élysée, Paris, pada Jumat (23/1/2026) waktu setempat untuk memenuhi undangan jamuan santap malam Presiden Prancis Emmanuel Macron. Agenda ini menjadi bagian penting dari rangkaian diplomasi bilateral Indonesia-Prancis, setelah Prabowo merampungkan kehadirannya di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss.

Berdasarkan siaran pers Sekretariat Presiden yang dirilis Sabtu (24/1/2026), Presiden Macron menyambut langsung Prabowo di halaman Istana Élysée. Penyambutan berlangsung resmi dan khidmat, menandai posisi Indonesia sebagai mitra strategis Prancis di kawasan Indo-Pasifik.

Prosesi Kehormatan di Jantung Kekuasaan Prancis

Setibanya di istana, Pasukan Jajar Kehormatan berdiri rapi menyambut kedatangan Presiden Prabowo. Detasemen musik militer mengiringi langkah Kepala Negara saat turun dari kendaraan kenegaraan dan berjalan menuju Macron.

Prosesi ini tidak sekadar simbol seremonial. Bagi Prancis, penyambutan resmi di Élysée mencerminkan bobot politik tamu negara. Bagi Indonesia, momen ini menegaskan posisi diplomatik di tengah persaingan pengaruh global.

Jabat Tangan dan Pelukan Hangat

Usai turun dari kendaraan, Prabowo dan Macron berjabat tangan erat, lalu saling berpelukan singkat sebelum berjalan berdampingan memasuki istana. Gestur tersebut menampilkan hubungan yang melampaui formalitas protokoler.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Kedua pemimpin kemudian menuju Le Salon des Portraits, ruangan bersejarah yang menjadi lokasi jamuan santap malam. Di ruang inilah percakapan berlangsung lebih cair, jauh dari sorotan kamera konferensi pers.

Jamuan Malam dan Diplomasi Personal

Jamuan santap malam di Istana Élysée menjadi ruang diplomasi personal antara dua kepala negara. Dalam suasana lebih intim, Prabowo dan Macron membuka dialog untuk memperkuat komunikasi politik sekaligus membahas arah kerja sama Indonesia–Prancis ke depan.

Pertemuan ini dipandang strategis karena menyentuh berbagai sektor, mulai dari pertahanan, ekonomi, industri strategis, hingga pengembangan teknologi dan investasi. Bagi Indonesia, Prancis menjadi mitra penting dalam memperluas jejaring kerja sama Eropa.

Dari Simbol ke Dampak Riil

Bagi publik Indonesia, rangkaian prosesi di Istana Élysée tampak megah karpet kehormatan, musik militer, dan jamuan elite. Namun di balik simbol itu, masyarakat menunggu hasil konkret yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

Diplomasi tidak cukup berhenti pada foto resmi dan pernyataan hangat. Di tengah tekanan ekonomi global, publik berharap pertemuan ini berujung pada investasi nyata, penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi.

Sebab pada akhirnya, dari meja makan di Élysée, yang paling dinilai bukan keramahan tuan rumah melainkan apa yang benar-benar dibawa pulang untuk rakyat. @dimas

Tags: BilateraldiplomasiEmmanuel MacronHubunganKerja SamaLuar NegeriNasionalPolitik IndonesiaPrabowo SubiantoPrancis

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

by teguh
Juni 20, 2026

Ribuan mahasiswa mendatangi Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/06/2026). Mereka membawa satu kegelisahan yang kini makin keras terdengar karena...

Next Post
Konsep Otomatis

KPK Periksa Dito Ariotedjo sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id