Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Kian Retak, Siapa yang Masih Percaya pada Persatuan?

by dimas
Oktober 27, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Dunia sedang tidak baik-baik saja. Di tengah rivalitas global dan ketegangan geopolitik, Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan agar ASEAN tetap bersatu. Pesan ini ia sampaikan dalam sesi retret Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke 47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Minggu (26/10/2025).

Prabowo menegaskan bahwa masa depan Asia Tenggara bergantung pada kekuatan persatuan, bukan pada perebutan pengaruh atau kepentingan jangka pendek.

“Dunia saat ini terpecah belah. Persaingan semakin tajam. Kepercayaan memudar. Dan tatanan global kehilangan keseimbangan,” tegas Prabowo dikutip dari BPMI Setpres, Minggu (26/10/2025)

Pernyataannya menggema di ruang diplomasi, tetapi juga terasa nyata bagi rakyat yang menghadapi ketidakpastian ekonomi dan politik.

ASEAN Harus Jadi Jangkar Stabilitas di Tengah Badai Dunia

Menurut Prabowo, ASEAN harus berdiri sebagai jangkar stabilitas di tengah pusaran konflik global. Ia menilai sentralitas dan solidaritas kawasan menjadi kunci agar Asia Tenggara tidak mudah digoyang kekuatan besar.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

“Tanpa persatuan, kita berisiko dipecah belah oleh kekuatan yang lebih besar,” ujarnya.

Prabowo juga menolak langkah konfrontatif. Ia mendorong negara-negara ASEAN untuk lebih adaptif dan konstruktif dalam menghadapi tantangan global.

“Inilah cara ASEAN dipandu oleh dialog, kesabaran, dan saling menghormati. Dengan semangat itu, kita harus terus bergerak maju,” jelasnya.

Isu Laut Cina Selatan dan Suara Kolektif ASEAN

Dalam isu maritim, Prabowo menegaskan pentingnya suara kolektif ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan. Ia menekankan bahwa ASEAN harus tegak menegakkan hukum laut internasional (UNCLOS 1982) dan menuntaskan code of conduct di Laut Cina Selatan pada tahun depan.

“Kita harus terus bersuara satu untuk menegakkan hukum laut internasional dan menjaga perdamaian kawasan,” tambahnya.

Persatuan Jadi Benteng Terakhir ASEAN

Bagi Prabowo, persatuan ASEAN bukan slogan diplomatik. Ia menyebutnya sebagai benteng terakhir agar kawasan tidak menjadi ajang tarik-menarik pengaruh negara besar.

“Jika kita terpecah belah, kita kehilangan kredibilitas. Tapi jika kita bersatu, kita tidak bisa diabaikan,” pungkasnya.

Pernyataan Prabowo menjadi pengingat keras di tengah dunia yang makin bising dan saling curiga: siapa yang masih percaya bahwa solidaritas bisa lebih kuat dari kekuasaan?
Mungkin jawabannya hanya satu mereka yang tetap berani bersatu ketika semua orang sibuk memilih sisi. @dimas

Tags: Prabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Next Post
Prabowo ke KTT APEC 2025: Asia Harus Kompak di Tengah Dunia yang Rapuh

Prabowo ke KTT APEC 2025: Asia Harus Kompak

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id