Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PPATK Laporkan Perputaran Uang PETI Rp 992 Triliun ke Satgas PKH

by dimas
Februari 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan dugaan perputaran uang di jaringan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang mencapai Rp 992 triliun ke Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menjelaskan laporan ini memuat seluruh transaksi dari penambangan hingga distribusi hasil olahan emas, termasuk aliran dana ke luar negeri.

“Saya sudah menyampaikan hasil analisis ke penyidik. Mereka yang menangani kejahatan lingkungan bekerja di Satgas PKH,” ujar Ivan, Sabtu (31/1/2026).

Ia menekankan, aliran dana ini menimbulkan kebocoran devisa negara dan mengurangi potensi penerimaan pajak serta PNBP.

Jaringan Tambang Ilegal Menyebar Luas

PPATK mencatat jaringan tambang ilegal ini tersebar di Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi, Sumatera Utara, hingga Pulau Jawa. Selama periode 2023-2025, transaksi di jaringan ini mencapai Rp 185 triliun.

Ivan menambahkan, sebagian dana mengalir ke luar negeri melalui ekspor oleh beberapa perusahaan perdagangan dan pemurnian emas terbesar di Indonesia. Negara tujuan termasuk Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

“Dana masuk ke rekening perusahaan pemain besar ini pada periode 2023-2025 total lebih dari Rp 155 triliun,” tambahnya.

Dampak Negara dan Masyarakat

Aktivitas PETI berdampak langsung bagi negara dan masyarakat. Negara kehilangan potensi penerimaan pajak dan PNBP. Warga yang tinggal di dekat tambang ilegal menghadapi sungai tercemar, lahan rusak, dan risiko kesehatan akibat debu dan limbah emas.

Penduduk Papua, Kalimantan, dan Sulawesi menjadi pihak paling terdampak. Selain itu, capital outflow besar akibat ekspor ilegal mengurangi devisa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

PPATK Serahkan Temuan ke Penegak Hukum

PPATK mencatat seluruh transaksi, baik domestik maupun ekspor, dan menyerahkannya ke aparat penegak hukum melalui Satgas PKH. Ivan menegaskan langkah ini penting untuk menindak praktik PETI yang merugikan negara.

“Transaksi PETI ini bukan sekadar angka besar. Ini kebocoran nyata bagi penerimaan negara dan kerugian bagi rakyat,” tegas Ivan.

Sindiran Akhir: Emas Bersinar, Negara Tertinggal

Kasus PETI memperlihatkan bahwa emas bergerak lebih cepat di rekening pemain besar daripada regulasi pemerintah. Sementara rakyat menunggu pembangunan, sebagian orang menambang dan mengekspor “emas ilegal” yang bersinar di luar negeri, meninggalkan kerusakan dan kehilangan di wilayah lokal. @dimas

Tags: Ekonomi IndonesiaEmasIlegalNasionalPKHPPATKSatgasTambang

Kamu Melewatkan Ini

Rokok Ilegal: Siapa Untung, Siapa yang Menanggung?

Rokok Ilegal: Siapa Untung, Siapa yang Menanggung?

by eko
Oktober 7, 2026

Rokok ilegal kembali menjadi sorotan di Solo Raya. Harga dan daya beli memunculkan pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya diuntungkan. Tabooo.id...

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Next Post
BBM Non-Subsidi Turun, Dompet Bernapas Tapi Belum Merdeka

BBM Non-Subsidi Turun, Dompet Bernapas Tapi Belum Merdeka

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id