Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PPATK Laporkan Perputaran Uang PETI Rp 992 Triliun ke Satgas PKH

by dimas
Februari 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan dugaan perputaran uang di jaringan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang mencapai Rp 992 triliun ke Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menjelaskan laporan ini memuat seluruh transaksi dari penambangan hingga distribusi hasil olahan emas, termasuk aliran dana ke luar negeri.

“Saya sudah menyampaikan hasil analisis ke penyidik. Mereka yang menangani kejahatan lingkungan bekerja di Satgas PKH,” ujar Ivan, Sabtu (31/1/2026).

Ia menekankan, aliran dana ini menimbulkan kebocoran devisa negara dan mengurangi potensi penerimaan pajak serta PNBP.

Jaringan Tambang Ilegal Menyebar Luas

PPATK mencatat jaringan tambang ilegal ini tersebar di Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi, Sumatera Utara, hingga Pulau Jawa. Selama periode 2023-2025, transaksi di jaringan ini mencapai Rp 185 triliun.

Ivan menambahkan, sebagian dana mengalir ke luar negeri melalui ekspor oleh beberapa perusahaan perdagangan dan pemurnian emas terbesar di Indonesia. Negara tujuan termasuk Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

“Dana masuk ke rekening perusahaan pemain besar ini pada periode 2023-2025 total lebih dari Rp 155 triliun,” tambahnya.

Dampak Negara dan Masyarakat

Aktivitas PETI berdampak langsung bagi negara dan masyarakat. Negara kehilangan potensi penerimaan pajak dan PNBP. Warga yang tinggal di dekat tambang ilegal menghadapi sungai tercemar, lahan rusak, dan risiko kesehatan akibat debu dan limbah emas.

Penduduk Papua, Kalimantan, dan Sulawesi menjadi pihak paling terdampak. Selain itu, capital outflow besar akibat ekspor ilegal mengurangi devisa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

PPATK Serahkan Temuan ke Penegak Hukum

PPATK mencatat seluruh transaksi, baik domestik maupun ekspor, dan menyerahkannya ke aparat penegak hukum melalui Satgas PKH. Ivan menegaskan langkah ini penting untuk menindak praktik PETI yang merugikan negara.

“Transaksi PETI ini bukan sekadar angka besar. Ini kebocoran nyata bagi penerimaan negara dan kerugian bagi rakyat,” tegas Ivan.

Sindiran Akhir: Emas Bersinar, Negara Tertinggal

Kasus PETI memperlihatkan bahwa emas bergerak lebih cepat di rekening pemain besar daripada regulasi pemerintah. Sementara rakyat menunggu pembangunan, sebagian orang menambang dan mengekspor “emas ilegal” yang bersinar di luar negeri, meninggalkan kerusakan dan kehilangan di wilayah lokal. @dimas

Tags: Ekonomi IndonesiaEmasIlegalNasionalPKHPPATKSatgasTambang

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

by dimas
Mei 13, 2026

Rupiah menyentuh rekor pelemahan baru saat harga kebutuhan pokok terus naik. Di tengah klaim ekonomi tumbuh, publik mulai mempertanyakan realita...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Next Post
BBM Non-Subsidi Turun, Dompet Bernapas Tapi Belum Merdeka

BBM Non-Subsidi Turun, Dompet Bernapas Tapi Belum Merdeka

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id