Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

BBM Non-Subsidi Turun, Dompet Bernapas Tapi Belum Merdeka

by teguh
Februari 1, 2026
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Hari senin ini banyak pengendara bakal senyum kecil di SPBU. PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan seluruh harga BBM non-subsidi per 1 Februari 2026. Kabar ini datang di tengah biaya hidup yang belum benar-benar ramah, terutama bagi kelas pekerja dan pelaku usaha kecil.

Turun harga, tapi apakah hidup otomatis lebih ringan? Itu cerita lain.

Daftar Harga Terbaru: Semua Non-Subsidi Ikut Turun

Berdasarkan pengumuman resmi Pertamina Patra Niaga, penyesuaian harga ini berlaku nasional dan mengikuti formula yang ditetapkan Kementerian ESDM. Untuk wilayah DKI Jakarta, penurunan terasa cukup signifikan.

  • Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp 11.800 per liter dari Rp 12.350
  • Pertamax Turbo (RON 98) turun ke Rp 12.700 per liter dari Rp 13.400
  • Pertamax Green 95 turun ke Rp 12.450 per liter dari Rp 13.150
  • Dexlite turun ke Rp 13.250 per liter dari Rp 13.500
  • Pertamina Dex turun tipis menjadi Rp 13.500 per liter dari Rp 13.600

Sementara itu, BBM bersubsidi tidak bergerak sama sekali:

  • Pertalite tetap Rp 10.000 per liter
  • Solar Subsidi tetap Rp 6.800 per liter

Artinya, yang berubah hanya mereka yang sudah “naik kelas” ke BBM non-subsidi.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Warga Pati Kepung Senayan, RUU Perampasan Aset Jadi Tuntutan

Kenapa Harga Bisa Turun?

Pertamina menyebut penyesuaian ini sebagai implementasi Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mengatur formula harga dasar BBM umum. Faktor harga minyak dunia dan nilai tukar ikut berperan dalam kalkulasi.

Dengan kata lain, ini bukan kemurahan hati, tapi hitungan bisnis plus regulasi.

Siapa Diuntungkan, Siapa Masih Menunggu?

Yang diuntungkan jelas pengguna Pertamax dan Dex. Pengemudi harian, pekerja mobilitas tinggi, hingga pelaku UMKM berbasis logistik bisa sedikit menghemat ongkos operasional.

Namun, jutaan pengguna Pertalite dan Solar Subsidi masih di tempat yang sama. Mereka tidak merasakan penurunan, meski tekanan ekonomi tetap berjalan harga pangan naik-turun, cicilan jalan terus, dan upah tak selalu ikut menyesuaikan.

Di titik ini, penurunan BBM non-subsidi terasa seperti kabar baik yang selektif.

Bukan Soal Murah, Tapi Soal Arah

Penurunan harga BBM memang layak diapresiasi. Tapi publik juga membaca arah kebijakan. Ketika BBM non-subsidi turun dan subsidi tetap stagnan, muncul pertanyaan lama yang belum selesai energi ini mau meringankan siapa?

Dompet memang sedikit lega. Tapi rasa aman ekonomi belum sepenuhnya hadir. Karena di negeri ini, harga BBM sering turun. Yang jarang turun justru beban hidup. @teguh

Tags: BBMDKI JakartaEkonomi IndonesiaHargaKebijakanKementerian ESDMPertaminaSosial & Publikspbu

Kamu Melewatkan Ini

Pertalite Mau Dibatasi untuk Desil 9–10, Tapi Siapa yang Benar-Benar Kaya?

Pertalite Mau Dibatasi untuk Desil 9–10, Tapi Siapa yang Benar-Benar Kaya?

by teguh
Agustus 13, 2026

Kalau suatu hari SPBU menolak transaksi Pertalite untukmu, apa yang terjadi? Pertalite mau Dabatasi dan itu bukan karena harga. Bisa...

Saat Air Harus Ditunggu dari Tangki: Wajah Hidup di Tengah Kekeringan Air Cilacap

Saat Air Harus Ditunggu dari Tangki: Wajah Hidup di Tengah Kekeringan Air Cilacap

by teguh
Agustus 10, 2026

Bagi keluarga di wilayah terdampak Kekeringan Air Cilacap, satu tangki air bukan sekadar bantuan. Air itu menjaga rutinitas tetap berjalan....

Pasar Tidak Lagi Ramai: Ketika Harga Murah Tak Lagi Menarik Pembeli

Pasar Tidak Lagi Ramai: Ketika Harga Murah Tak Lagi Menarik Pembeli

by eko
Agustus 6, 2026

Harga ayam tetap murah, tetapi pembeli terus berkurang. Melemahnya daya beli mengubah cara masyarakat berbelanja dan memukul pasar tradisional. Tabooo.id...

Next Post
Gunung Ile Lewotolok Meletus 27 Kali, Warga Diimbau Waspada

Gunung Ile Lewotolok Meletus 27 Kali, Warga Diimbau Waspada

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id