Setiap 1 Mei, jalanan selalu penuh. Buruh turun, suara naik, tuntutan diulang. Tapi satu hal tidak berubah: kenapa mereka masih harus berteriak setiap tahun?
Taboool.id: Talk – Setiap 1 Mei, jalanan kembali penuh.
Buruh turun. Spanduk terbentang. Suara lantang terdengar.
Kita sudah hafal polanya.
Tapi pertanyaannya belum pernah benar-benar dijawab.
Ini perjuangan… atau sudah jadi rutinitas?
Masalah Lama yang Belum Pergi
Di satu sisi, buruh masih menghadapi hal yang sama.
Harga naik. Kebutuhan hidup makin berat.
Sementara itu, upah sering terasa tidak ikut bergerak.
Karena itu, mereka turun ke jalan.
Publik Mulai Terbiasa, Lalu Peduli Hilang
Namun di sisi lain, publik mulai lelah.
Demo dianggap macet, ribut, bahkan mengganggu.
Kita mulai terbiasa.
Dan mungkin… mulai tidak peduli.
Pertanyaan yang Belum Pernah Tuntas
Lalu muncul pertanyaan yang lebih jujur:
Kalau setiap tahun harus demo,
apakah masalahnya belum selesai?
Atau kita yang sudah berhenti mendengarkan?
Mungkin ini bukan soal setuju atau tidak. Tapi soal satu hal sederhana:
Kalau suara harus terus diulang,
siapa yang sebenarnya belum mendengar? @jeje





