Senin, April 27, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Dari Layar ke Realita: Screning Film “Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

by dimas
April 22, 2026
in News, Regional
A A
Home News Regional
Share on FacebookShare on Twitter
Screening film “Unseen, Unannounced: Story of Winongo” memunculkan satu pertanyaan mendasar: apakah masyarakat benar-benar hidup dalam kejujuran, atau hanya menjaga harmoni yang tampak rapi di permukaan? Ketika orang merayakan kebersamaan lewat seremoni, sejauh mana mereka berani mengakui realitas yang tidak nyaman?

Tabooo.id: Regional – Tabooo Pictures di bawah naungan PT Tabooo Network Indonesia menggelar pemutaran film di Kelurahan Winongo, Kota Madiun, Rabu (22/4/2026). Namun kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan tontonan seperti agenda budaya pada umumnya.

Sejak awal, acara dirancang sebagai ruang pertemuan lintas pihak. Warga, komunitas, dan pemerintah duduk dalam satu forum yang sama. Mereka tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga untuk membuka percakapan yang jarang terjadi dalam keseharian.

Acara ini dihadiri oleh Komisaris PT Tabooo Network Indonesia Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Hari Andri Winarso Wartonagoro, dan CEO PT Tabooo Network Indonesia, Jeje. Selain itu, hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Madiun, di antaranya Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Kota Madiun Yoga Pratama, Camat Manguharjo Lita Febriana Hapsari, serta Plt. Lurah Winongo Dian Puspita.

Tidak hanya itu, sejumlah komunitas sejarah, komunitas budaya, dan pariwisata, serta warga Winongo turut memenuhi ruang acara. Kehadiran berbagai pihak ini membuat forum terasa lebih hidup, karena setiap sudut pandang ikut terlibat dalam diskusi.

Silaturahmi yang Mulai Dipertanyakan

CEO PT Tabooo Network Indonesia, Jeje, langsung membuka forum dengan pendekatan yang berbeda. Ia tidak memakai pola sambutan formal yang biasanya muncul di acara serupa.

Ini Belum Selesai

Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Gerbong Wanita Ringsek

Harga PS5 Terbaru 2026: Tembus Rp11 Juta

“Saya tidak datang ke sini untuk sekadar mengucapkan ‘mohon maaf lahir dan batin’,” ujarnya dalam sambutan.

Kalimat itu langsung mengubah suasana. Peserta mulai fokus, bukan sekadar mendengar, tapi mencoba memahami arah pembicaraan.

Jeje mengajak peserta untuk mempertanyakan ulang makna silaturahmi yang selama ini mereka jalani. Ia menilai banyak pertemuan sosial hanya berhenti di permukaan.

Orang-orang menjaga suasana tetap nyaman. Namun di saat yang sama, mereka justru menghindari percakapan yang lebih jujur.

“Banyak lingkungan terlihat rukun, tapi sebenarnya hanya menghindari kejujuran,” lanjutnya.

Melalui pernyataan itu, Jeje menegaskan satu hal penting. Kesopanan memang penting, tetapi belum cukup untuk membangun harmoni yang kuat.

Sebuah komunitas hanya bisa berkembang ketika warganya berani melihat realitas secara jujur.

Film yang Mengajak Melihat Ulang

Film “Unseen, Unannounced: Story of Winongo” langsung menjadi pusat perhatian dalam kegiatan ini. Namun sejak awal, tim Tabooo tidak merancang film ini sebagai hiburan semata.

Jeje menjelaskan bahwa mereka menggunakan film sebagai alat untuk membaca kondisi sosial yang sering luput dari perhatian.

“Melalui karya ini, kami membaca realitas yang tidak diumumkan, tapi selalu ada,” jelas Jeje.

Film ini mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan warga. Mulai dari persoalan sampah, potensi lingkungan, hingga cara masyarakat memandang ruang hidup mereka sendiri.

Tim produksi memilih pendekatan visual yang sederhana. Namun justru kesederhanaan itu membuat pesan terasa lebih dekat dan lebih kena.

Penonton tidak hanya menyaksikan cerita. Mereka mulai menyadari bahwa hal-hal yang terlihat biasa ternyata menyimpan persoalan.

Dari Menonton ke Memahami

Setelah pemutaran film, diskusi terbuka menjadi bagian penting dari acara. Warga tidak hanya menyampaikan pendapat, tetapi mulai mengaitkan isi film dengan pengalaman mereka sehari-hari.

Percakapan berkembang secara natural. Beberapa peserta mulai membuka hal-hal yang selama ini jarang mereka bicarakan.

Jeje menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini tidak berhenti pada pengalaman menonton.

“Yang kita bangun bukan sekadar acara. Kita membentuk cara berpikir bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak peserta untuk merenungkan satu pertanyaan sederhana.

“Apakah kita berubah, atau hanya mengulang pola lama?” tandasnya.

Pertanyaan ini membuat diskusi bergerak lebih dalam dan reflektif.

Potensi Besar, Tantangan Cara Pandang

Dari diskusi yang berlangsung, satu hal menjadi jelas, Winongo memiliki potensi yang besar. Baik dari sisi lingkungan, masyarakat, maupun peluang pengembangan ke depan.

Namun potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang. Salah satu faktor yang muncul adalah cara pandang masyarakat terhadap kondisi yang ada.

Saat masyarakat terbiasa dengan kondisi yang ada, mereka berhenti mempertanyakannya. Padahal, perubahan hanya muncul ketika seseorang berani melihat realitas secara jujur.

Forum ini mendorong warga untuk mulai membuka cara pandang itu.

Dukungan dari Pemerintah

Plt. Lurah Winongo Dian Puspita menyambut kegiatan ini dengan optimistis. Ia melihat film sebagai cara yang lebih efektif untuk membangun kesadaran warga.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Kota Madiun Yoga Pratama menilai kegiatan ini memiliki potensi untuk mendorong ekonomi kreatif di tingkat lokal.

“Ini menjadi pemacu bagi kita untuk mengembangkan ekonomi kreatif,” ujar Yoga.

Menurutnya, karya berbasis lokal dapat membuka peluang baru, baik dari sisi budaya maupun ekonomi daerah.

Lebih dari Sekadar Acara

Acara ditutup dengan suasana kebersamaan antarwarga. Namun proses yang terjadi selama kegiatan tidak berhenti di situ.

Banyak peserta mulai menyadari bahwa cerita dalam film bukan sekadar narasi di layar. Cerita tersebut mencerminkan realitas yang mereka hadapi sehari-hari.

Dari situ, peserta mulai sadar: perubahan tidak selalu butuh program besar. Perubahan justru dimulai dari cara melihat realitas.

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif. Bahwa memahami realitas adalah bagian penting dari proses menuju perubahan. @dimas

Tags: Budaya LokalDiskusi PublikEkonomi Kreatiffilm lokalGenerasi MudaKejujuran SosialLingkungan Hidupperubahan sosialRefleksi SosialScreening FilmTabooo Network IndonesiaTabooo Pictures

Kamu Melewatkan Ini

Profesi Penari Indonesia: Diakui Budaya, Diabaikan Ekonomi

Profesi Penari Indonesia: Diakui Budaya, Diabaikan Ekonomi

by Tabooo
April 27, 2026

Profesi penari di Indonesia selalu tampil di panggung kehormatan, tapi jarang mendapat tempat dalam sistem pekerjaan yang layak. Di tengah...

Hari Tari Sedunia 2026 Dirayakan Global, Nasib Penari Masih Lokal

Hari Tari Sedunia 2026 Dirayakan Global, Nasib Penari Masih Lokal

by Tabooo
April 27, 2026

Hari Tari Sedunia 2026 kembali dirayakan meriah di seluruh dunia. Namun di balik panggung megah itu, satu pertanyaan tetap menggantung:...

Bukan Cuma Tarik Uang: Saat Hujan, Tukang Parkir Ini Bekerja Lebih

Bukan Cuma Tarik Uang: Saat Hujan, Tukang Parkir Ini Bekerja Lebih

by eko
April 24, 2026

Kita sering menganggap tukang parkir hanya berdiri, meniup peluit, lalu meminta uang. Tapi bagaimana jika, di saat kita berteduh dari...

Next Post
Ketika Film Membuka Realitas: Berani Jujur atau Tetap Nyaman?

Ketika Film Membuka Realitas: Berani Jujur atau Tetap Nyaman?

Pilihan Tabooo

Dari Layar ke Realita: Film”Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

Dari Layar ke Realita: Screning Film “Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

April 22, 2026

Realita Hari Ini

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

April 27, 2026

47.000 Kejahatan, 468 Terdakwa: El Salvador Hajar MS-13

April 27, 2026

Prabowo Dikabarkan Rombak Kabinet Hari Ini, Siapa Kehilangan Kursi?

April 27, 2026

Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

April 27, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id