Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sineas Indonesia Sudah Bergerak, Bagaimana Industrinya?

by Tabooo
April 8, 2026
in From the Desk of the CEO
A A
Home From the Desk of the CEO
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh: J.E., CEO of Tabooo Network Indonesia

Tabooo.id: From the Desk of the CEO – Sineas Indonesia tidak menunggu, mereka sudah bergerak. Sekarang, pertanyaannya bukan lagi tentang kreativitas, tetapi apakah industrinya ikut bergerak, atau hanya terlihat sibuk?

Hari Film Nasional sering datang dengan narasi yang sama, tentang optimisme, pertumbuhan, kebangkitan. Semuanya terdengar benar, namun apa semuanya sudah lengkap? Karena di balik itu, ada realitas yang jarang disadari, yakni banyak sineas bekerja jauh di depan sistem yang seharusnya menopang mereka.

Mereka menulis tanpa kepastian produksi. Mereka memproduksi tanpa kepastian distribusi, dan juga merilis tanpa kepastian jangkauan. Namun tetap berjalan. Ini bukan romantisasi. Ini fakta.

Kami melihat sesuatu yang tidak bisa diabaikan, yaitu gelombang sineas baru tidak lagi menunggu validasi. Mereka tidak terlalu sibuk bertanya “ini aman atau tidak?”, dan mereka lebih fokus pada satu hal, “ini jujur atau tidak?”

Gelombang itu mengubah cara film dibuat. Cerita menjadi lebih personal, sudut pandang menjadi lebih berani, dan eksperimen tidak lagi dianggap gangguan, tapi kebutuhan.

Ini Belum Selesai

Tabooo Press: Upaya Menyelamatkan Cara Berpikir

Unseen, Unannounced: Kita Tahu, Tapi Kita Abaikan

Di banyak festival, di banyak ruang alternatif, kita mulai melihat arah baru. Bukan sempurna. Tapi hidup. Dan industri yang hidup tidak selalu rapi.

Namun di saat yang sama, kita juga melihat sesuatu yang lain. Struktur industri masih berjalan dengan logika lama, tentang perhitungan risiko yang konservatif, ketergantungan pada pola yang sudah terbukti, dan keputusan yang terlalu cepat menghindari ketidakpastian. Apakah pola ini salah? Tidak… dan ini bisa dimengerti. Industri membutuhkan stabilitas. Tapi ada batas tipis yang seringkali tidak disadari antara stabilitas dan stagnasi.

Yang terjadi hari ini sederhana, tapi signifikan, para sineas bergerak dengan kecepatan yang berbeda dari industrinya. Yang satu bereksperimen, sedangkan yang satu berhitung. Yang satu mencari bentuk baru, dan yang satu menjaga bentuk lama tetap bekerja.

Tidak ada yang sepenuhnya salah, tapi jika jarak ini terus melebar, kita akan menghadapi satu risiko besar, yaitu industri akan kehilangan relevansi terhadap generasi yang justru sedang membentuk masa depannya.

Di Hari Film Nasional 2026, posisi Tabooo Network Indonesia jelas. Kami melihat para sineas Indonesia sebagai fondasi, bukan pelengkap. Mereka bukan hanya “talenta” dalam sistem, mereka adalah sumber arah.

Tabooo menghargai keberanian mereka untuk tetap berkarya di tengah keterbatasan. Kami menghargai keteguhan mereka untuk tetap bercerita tanpa menunggu kondisi ideal. Kami juga menghargai keputusan mereka untuk tidak berhenti, meskipun sering kali tidak ada jaminan apa pun di depan. Karena dari situlah industri ini sebenarnya hidup. Bukan dari angka yang diumumkan, melainkan dari orang-orang yang tetap bekerja bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Apresiasi kami tidak berhenti pada ucapan. Kami percaya bahwa sineas Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar pengakuan. Mereka membutuhkan ruang.

Ruang untuk mencoba tanpa langsung dihakimi.
Ruang untuk gagal tanpa langsung dilupakan.
Ruang untuk berkembang tanpa harus selalu menyesuaikan diri dengan ekspektasi lama.

Dan ruang seperti itu tidak muncul dengan sendirinya. Ia harus dibangun secara sadar dan konsisten.

Ada satu hal yang perlu diakui dengan jujur, bahwa industri tidak akan berubah hanya karena kita merayakannya. Ia berubah ketika ada keberanian untuk meninjau ulang cara kita bekerja, cara kita memilih, dan cara kita menilai karya.

Jika kita terus menggunakan standar lama untuk menilai pendekatan baru, maka yang kita lakukan bukan menjaga kualitas, kita sedang membatasi kemungkinan. Sedangkan dalam industri kreatif, batasan yang tidak disadari adalah risiko terbesar.

Saat ini, sineas Indonesia sudah menunjukkan arah. Mereka sudah bergerak, meski sering kali tanpa dukungan penuh. Mereka sudah membuktikan bahwa cerita-cerita baru bisa lahir, bahkan dalam kondisi yang tidak ideal.

Sekarang, pertanyaannya kembali ke industri, apakah siap mengikuti? atau hanya akan mengamati sampai momentum itu lewat?

Hari Film Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan lebih pada sebuah titik refleksi. Bukan tentang siapa yang paling terlihat sukses, tapi tentang siapa yang benar-benar mendorong batas. Dan hari ini, kita tahu jawabannya.

Kepada seluruh sineas Indonesia, kami yakin masyarakat Indonesia melihat Anda. Kami menghargai setiap langkah yang Anda ambil, terutama yang tidak terlihat. Kami menghargai setiap keputusan untuk tetap berkarya, bahkan ketika pilihan yang lebih mudah adalah berhenti.

Industri ini mungkin belum selalu sejalan dengan Anda, tapi masa depannya, tidak mungkin tanpa Anda. Yang bergerak akan menentukan arah. Yang diam akan tertinggal. Sesederhana itu. @tabooo

Tags: Film IndonesiaFrom the Desk of the CEO

Kamu Melewatkan Ini

Film “Timur” : Iko Uwais Membuka Luka Masa Lalu

Film “Timur” : Iko Uwais Membuka Luka Masa Lalu

by jeje
Mei 15, 2026

Selama ini publik mengenal Iko Uwais sebagai wajah keras film laga Indonesia. Tubuhnya identik dengan tendangan cepat, koreografi brutal, dan pertarungan yang...

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

by eko
Mei 13, 2026

Kucumbu Tubuh Indahku bukan sekadar film yang memancing kontroversi. Film karya Garin Nugroho itu berubah menjadi simbol benturan besar antara...

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan: Masih Adakah Kebebasan Berekspresi?

by dimas
Mei 11, 2026

Nobar film Pesta Babi di ruang-ruang publik menunjukkan bagaimana seni kerap dianggap sebagai cara paling aman untuk menyuarakan realitas. Film,...

Next Post
Sapiens: Kita Menguasai Dunia, Tapi Apa Kita Paham Diri Sendiri?

Sapiens: Kita Menguasai Dunia, Tapi Apa Kita Paham Diri Sendiri?

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id