Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PKL Ngamuk di Rasuna Said: Bawa Alat Es Batu, Tuduh Pungli, Siapa yang Salah?

by teguh
April 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Keributan antara pedagang kaki lima (PKL) dan Satpol PP kembali pecah di Jakarta Selatan. Senin (06/04/2026), KK (39) melawan petugas saat penertiban di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Bukan sekadar adu mulut, KK mengacungkan alat pemecah es batu ke arah petugas. Situasi langsung memanas.

Pertanyaannya ini cuma soal penertiban, atau konflik lama yang belum selesai?

Ancaman Terjadi, Kamera Langsung Viral

Insiden terjadi di depan Gedung Kementerian Kesehatan, Setiabudi. Video kejadian langsung menyebar setelah akun Instagram @jakarta.global.city mengunggahnya.

Dalam video, petugas melarang warga membeli dagangan KK. Larangan itu memicu emosi. KK lalu mengambil alat pemecah es dan mengarahkannya ke petugas.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

“Izin komandan, sudah mengancam anggota di Jalan Rasuna Said. Sudah diimbau dengan baik-baik tapi nyerocos saja,” kata petugas dalam video, dikutip Rabu (08/04/2026).

Petugas segera merebut benda tersebut untuk mencegah hal yang lebih buruk.

Bukan Pertama Kali

Kasus ini bukan kejadian baru. Pada Februari 2026, KK sempat viral setelah menuding petugas Satpol PP melakukan pungutan liar.

Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Nanto Dwi Subekti, menjelaskan kronologi terbaru. Ia menyebut petugas sedang mengingatkan warga agar tidak membeli dagangan di trotoar.

“Sehingga membuat Ibu KK marah dan mengeluarkan alat tusukan pemecah es batu yang digunakan untuk mengancam petugas,” jelas Nanto, Rabu (08//04/2026).

Trotoar memang bukan tempat berdagang. Tapi bagi sebagian PKL, itu jadi ruang bertahan hidup.

Dua Versi Cerita yang Berlawanan

Kasatpol PP Setiabudi, Ahmad Lutfi, langsung datang ke lokasi. Ia mencoba meredakan situasi dan meminta KK meninggalkan area tersebut.

Ia juga menawarkan solusi dengan berkoordinasi ke dinas terkait agar KK tetap bisa berdagang secara legal.

Namun, KK menolak. Ia kembali menuduh adanya praktik “uang rokok” dari oknum petugas. Padahal sebelumnya, KK sudah mencabut tudingan tersebut.

“Saya mohon maaf atas video yang kemaren, bahwa tidak ada oknum Satpol PP yang meminta jatah harian, mingguan, dan bulanan,” kata KK dalam video klarifikasi Februari 2026.

Satpol PP menegaskan tidak ada pungli. Mereka menilai emosi KK memicu seluruh kejadian ini.

Pendekatan Humanis, Tapi Efektif?

Meski KK sempat mengancam, petugas tidak menahannya. Mereka memilih pendekatan persuasif.

“Kami imbau dan halau secara humanis tanpa penertiban,” tegas Nanto. Pendekatan ini terlihat tenang. Tapi konflik yang sama terus berulang.

Trotoar, Aturan, dan Realita Hidup

Di satu sisi, petugas harus menjaga fungsi trotoar. Di sisi lain, PKL seperti KK berjuang untuk bertahan hidup.

Masalahnya, saat emosi berubah jadi ancaman, situasi jadi sulit dikendalikan. Kota besar selalu punya dilema yang sama aturan atau empati?

Atau mungkin, masalahnya bukan di PKL atau petugas tapi di solusi yang belum pernah benar-benar selesai?. @teguh

Tags: EmosiHumanisInstagramJakarta selatanKlarifikasiKonflik DuniapklPungliSolusi

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

by jeje
Mei 18, 2026

“Papua bukan soal keamanan semata. Papua adalah soal keadilan, sejarah, dan rasa dipercaya.” Kalimat itu terus muncul dalam diskusi para...

Next Post
Tembok Itu Bernama Neuer: Madrid Digeprek Bayern Muenchen 1-2 Di Kandang Sendiri

Tembok Itu Bernama Neuer: Madrid Digeprek Bayern Muenchen 1-2 Di Kandang Sendiri

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id