Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pilot Positif Narkotika, Keselamatan Penerbangan Dipertaruhkan

by dimas
Agustus 1, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter
Pilot Malaysia Airlines positif narkotika setelah membawa puluhan ribu ekstasi. Kasus ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan.

Tabooo.id: Jakarta – Sebuah koper berisi 70.114 butir ekstasi senilai sekitar Rp60 miliar mengguncang dunia penerbangan Asia Tenggara. Namun, ancaman terbesar dalam kasus ini bukan hanya penyelundupan narkotika. Seorang pilot aktif diduga juga mengonsumsi sabu.

Kasus itu memunculkan pertanyaan yang jauh lebih serius. Seberapa aman seorang pilot menerbangkan pesawat ketika narkotika menguasai kesadaran dan pengambilan keputusannya?

Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta menangkap pilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), saat membawa puluhan ribu butir ekstasi dari Kuala Lumpur menuju Jakarta. Pemeriksaan lanjutan juga menemukan sekitar empat gram sabu yang diduga akan ia konsumsi sendiri.

Temuan tersebut langsung mengubah arah pembahasan. Aparat kini tidak hanya membongkar jaringan penyelundupan narkotika, tetapi juga menyoroti ancaman terhadap keselamatan penerbangan.

Pilot Harus Mengambil Keputusan dalam Hitungan Detik

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, menegaskan bahwa narkotika dapat menurunkan kemampuan berpikir seorang pilot. Obat-obatan terlarang juga mengganggu konsentrasi dan memperlambat proses pengambilan keputusan.

Ini Belum Selesai

BBMC Central Java Genap 26 Tahun, Bikers Se-Indonesia Berkumpul di Solo

Kraton Solo Gelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi Jelang Garebeg Mulud

Menurut Soerjanto, kondisi itu sangat berbahaya. Pilot harus mengambil keputusan penting hanya dalam hitungan detik ketika menghadapi situasi darurat.

“Kalau dia juga pengguna, akan berpengaruh sekali terhadap kemampuan berpikir kognitifnya dan proses pengambilan keputusan,” ujar Soerjanto.

Dalam dunia penerbangan, kesalahan kecil dapat berkembang menjadi kecelakaan besar. Karena itu, kondisi fisik dan mental pilot menjadi bagian penting dari sistem keselamatan.

Jaringan Narkoba Terus Mencari Celah

Kasus Mohd Saufi bukan kejadian pertama. Indonesia beberapa kali membongkar penyelundupan narkotika yang memanfaatkan jalur penerbangan.

Pada 2024, kurir narkoba melibatkan seorang karyawan maskapai Lion Air untuk menyelundupkan sabu dan ekstasi melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, pada 2017, petugas kargo di Bandara Ngurah Rai membantu meloloskan 14 kilogram sabu dari Malaysia. Pelaku mengatur agar paket tidak melewati pemeriksaan sinar-X sebelum diterbangkan ke Jakarta.

Rangkaian kasus itu menunjukkan pola yang sama. Jaringan narkotika terus memanfaatkan profesi yang memiliki akses khusus di bandara dan maskapai.

Sistem Pengawasan Harus Bergerak Lebih Cepat

KNKT menilai setiap maskapai sudah memiliki Aviation Security (Avsec). Selain itu, Avsec juga bekerja sama dengan Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP), kepolisian, dan Kementerian Perhubungan.

Namun, Soerjanto meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi intelijen. Langkah itu penting agar petugas dapat mendeteksi penyelundupan yang melibatkan pilot, awak kabin, maupun pekerja bandara sejak awal.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga memastikan akan memperketat pengawasan.

Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan pihaknya mendukung seluruh proses penegakan hukum. Pengelola bandara juga terus memperkuat pengawasan bersama seluruh pemangku kepentingan.

Pemeriksaan Pilot Dipertanyakan

Ketua Umum Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi), Alvin Lie, menilai kasus ini membuka kelemahan dalam sistem pemeriksaan kesehatan pilot di Malaysia.

Menurut Alvin, seorang pilot profesional wajib menjalani pemeriksaan kesehatan setiap enam bulan. Namun, pemeriksaan berkala belum cukup untuk mendeteksi pengguna narkotika.

Ia mendorong maskapai dan otoritas penerbangan menerapkan random drug test sebelum penerbangan. Pemeriksaan acak akan mempersempit peluang pilot menyembunyikan kebiasaan menggunakan narkotika.

Alvin juga mempertanyakan sistem pemeriksaan bagasi di Malaysia. Puluhan ribu butir ekstasi berhasil lolos hingga masuk ke bagasi seorang kru penerbangan.

Sebaliknya, Indonesia mewajibkan seluruh bagasi keluar melewati pemeriksaan sinar-X. Pemeriksaan itu bertujuan mendeteksi barang berbahaya, termasuk narkotika dan senjata.

Yang Dipertaruhkan Bukan Hanya Reputasi Maskapai

Kasus ini memperlihatkan dua ancaman sekaligus. Pertama, jaringan narkotika terus mencari jalur distribusi yang sulit terdeteksi. Kedua, keselamatan penerbangan ikut terancam ketika pilot diduga menjadi pengguna narkotika.

Kepercayaan publik terhadap transportasi udara lahir dari disiplin, kesehatan kru, dan pengawasan yang ketat. Jika salah satu unsur itu gagal bekerja, seluruh sistem ikut melemah.

Ini bukan sekadar perkara seorang pilot yang membawa narkotika. Kasus ini memperlihatkan bahwa keamanan penerbangan tidak hanya bergantung pada teknologi modern. Sistem itu juga bergantung pada manusia yang duduk di balik kokpit.

Sebab, ketika seorang pilot kehilangan kejernihan berpikir, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi maskapai. Ratusan nyawa ikut berada dalam satu keputusan yang salah. @dimas

Tags: Keselamatan PenerbanganNarkotikaPenyelundupan NarkobaPilot Malaysia Airlines

Kamu Melewatkan Ini

Mayor Faizal Dituntut 5 Tahun: Pesawat TNI Nyaris Jadi Jalur Sabu

Mayor Faizal Dituntut 5 Tahun: Pesawat TNI Nyaris Jadi Jalur Sabu

by dimas
Agustus 14, 2026

Mayor Faizal dituntut 5 tahun penjara dan dipecat dari TNI AL setelah didakwa mengedarkan sabu lewat pesawat TNI. Tabooo.id -...

Sabu Naik Pesawat TNI, Pengawasan ke Mana?

Sabu Naik Pesawat TNI, Pengawasan ke Mana?

by dimas
Agustus 11, 2026

Kasus Mayor Faisal mengungkap dugaan pengiriman sabu lewat pesawat TNI AL. Seberapa kuat pengawasan fasilitas negara? Tabooo.id - Pesawat militer...

Vape: Gaya Hidup atau Pintu Masuk Narkotika?

Vape: Gaya Hidup atau Pintu Masuk Narkotika?

by dimas
April 7, 2026

Tabooo.id: Nasional - Vape selama ini hadir sebagai alternatif “lebih aman”. Lebih modern, lebih stylish, bahkan terlihat lebih sehat.Tapi bagaimana...

Next Post
MBG Kembali Diuji, 707 Siswa Diduga Keracunan di Semarang

MBG Kembali Diuji, 707 Siswa Diduga Keracunan di Semarang

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id