Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Petisi Satir Denmark “Beli California” Tembus 200.000 Tanda Tangan

by dimas
Januari 28, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Sebuah petisi satire dari Denmark yang mengusulkan pembelian negara bagian California dari Amerika Serikat menarik perhatian global. Hingga Rabu (21/1/2026), lebih dari 280.000 orang menandatangani petisi itu, sebagian besar menanggapi humor absurd di tengah kemarahan publik Eropa terhadap rencana Donald Trump mencaplok Greenland.

Petisi ini bahkan bercanda ingin mengganti nama Disneyland dan mengubah California menjadi “New Denmark”. Situs pembuatnya meniru gaya bicara Trump, menggunakan logika serupa untuk membenarkan rencana pengambilalihan Greenland. Situs itu menulis:

“Ini demi kepentingan nasional untuk mempromosikan warisan luar biasa bangsa kita, jadi California akan menjadi New Denmark,” kutip The Independent.

Humor Bernada Sindiran Politik

Petisi menyebut pembelian California “perlu dilakukan untuk melindungi dunia” dan menambahkan “Banyak orang mengatakan, kami punya kebebasan terbaik. Kebebasan yang kolosal.”

Selain itu, situs menjanjikan sentuhan khas Denmark, “hygge” suasana nyaman dan hangat ke Hollywood, bahkan menawarkan pantai pribadi di Malibu bagi pendukung. Situs menaksir harga pembelian hanya 1 triliun dollar AS (sekitar Rp16.681 triliun). Keinginan warga California dibahas dengan nada jenaka:

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

“Soal kehendak warga? Yah, jujur saja kapan itu pernah menghentikannya? Kalau Trump mau menjual California, dia akan menjual California.”

Pendukung yang “berdonasi” dijanjikan hadiah humoris berupa surat dari Keluarga Kerajaan Denmark dan pasokan alpukat seumur hidup.

Latar Belakang Greenland dan Ketegangan Internasional

Candaan ini muncul saat Trump meningkatkan ancaman terhadap Greenland. Presiden AS menekankan penguasaan pulau itu penting untuk keamanan nasional, menuding meningkatnya kehadiran Rusia dan China. Denmark menegaskan tetap melindungi Greenland, mendapat dukungan dari Inggris, Uni Eropa, dan Kanada.

Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menegaskan wilayah otonom itu ingin tetap berada di bawah Denmark:

“Jika kami harus memilih antara Amerika Serikat dan Denmark saat ini, kami memilih Denmark,” ujarnya dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.

Protes dan Humor Publik

Seiring ancaman pengambilalihan AS meningkat, protes meledak di Greenland. Demonstran mengumpulkan hampir sepertiga penduduk kota Nuuk, menolak rencana pengambilalihan. Mereka mengibarkan bendera Greenland, membawa simbol MAGA parodi, dan mengenakan topi merah bertuliskan “Make America Go Away”. Teriakan “Greenland tidak untuk dijual” menggema di jalan-jalan kota.

Beberapa negara Eropa bahkan mengancam boikot Piala Dunia 2026 jika Trump tetap bersikukuh. Selain itu, ancaman tarif 25 persen terhadap beberapa negara muncul sebagai tekanan ekonomi tambahan.

Dampak bagi Masyarakat dan Politik Global

Meskipun petisi Denmark bersifat satire, ia menyoroti ketegangan nyata dalam politik global. Ancaman pengambilalihan wilayah memperlihatkan bagaimana kepentingan strategis dan keamanan nasional memengaruhi ekonomi dan stabilitas kawasan.

Masyarakat lokal Greenland menghadapi risiko langsung, mulai dari tekanan politik hingga dampak ekonomi. Sementara itu, warga AS, terutama di negara bagian yang disasar, menyaksikan absurdnya kombinasi humor dan ancaman nyata yang bisa memengaruhi citra internasional negara mereka.

Di tengah drama geopolitik ini, petisi Denmark menegaskan satu hal politik internasional kadang terasa seperti sandiwara, di mana absurd dan serius bercampur. Warga dunia bisa tertawa, tetapi ancaman tetap nyata.

Kalau Trump benar-benar ingin menjual Greenland atau California, siapa yang akan “check out” duluan? Dunia mungkin tertawa, tetapi peta politik tetap bergerak. @dimas

Tags: DenmarkEkonomi IndonesiaGlobalGreenlandperangPolitik IndonesiaProtessatire

Kamu Melewatkan Ini

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

by dimas
Juni 9, 2026

Sosialisme pernah menjadi bagian penting dari sejarah pergerakan Indonesia. Namun kekuasaan mengubahnya menjadi kata terlarang yang terus dibayangi stigma, ketakutan,...

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

by teguh
Juni 8, 2026

Investasi menjadi kesejahteraan adalah ujian terbesar yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya spekulasi reshuffle kabinet, tantangan...

Next Post
Hoaks! Dito Ariotedjo Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Rp2 Triliun

Hoaks! Dito Ariotedjo Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Rp2 Triliun

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id