Tabooo.id: Sports – Stadion Gelora Bandung Lautan Api bergetar sejak menit pertama. Bobotoh berdiri, menyanyikan harapan, memaksa langit Bandung ikut bergemuruh. Persib Bandung tahu mereka tertinggal agregat. Namun mereka juga tahu satu hal: malam itu tidak boleh dilewati tanpa perlawanan. Dan Persib benar-benar melawan.
Gol Sah, Harapan Menyala
Menghadapi Ratchaburi FC pada leg kedua 16 besar AFC Champions League, Rabu (18/02/2026), Persib langsung menekan. Gol cepat sempat tercipta lewat sundulan Berguinho pada menit keenam. Stadion sempat meledak lalu membeku. Wasit mengangkat bendera offside. Gol dianulir.
Namun Persib tidak runtuh. Mereka terus menekan. Pada menit ke-39, Andrew Jung akhirnya memecah kebuntuan. VAR sempat menahan euforia karena dugaan offside. Detik-detik terasa panjang. Tetapi keputusan akhir mengesahkan gol. Skor 1-0. Harapan kembali menyala.
Sayangnya, menjelang turun minum, situasi berubah drastis. Uillian Barros mendapat kartu merah usai tekel keras. Persib harus bermain dengan 10 orang. Misi yang sudah berat menjadi semakin curam.
Sepuluh Pemain, Seribu Tekad
Di babak kedua, Bojan Hodak merespons cepat. Layvin Kurzawa dan Beckham Putra masuk. Persib tetap menyerang meski kalah jumlah. Federico Barba nyaris mencetak gol lewat sundulan tipis di atas mistar. Kurzawa juga hampir menggandakan keunggulan, tetapi kiper Kampon Phatomakkakul melakukan penyelamatan luar biasa.
Persib terus menggempur. Ramon Tanque dan Sergio Castel diturunkan untuk menambah daya dobrak. Namun Ratchaburi bermain disiplin. Mereka bertahan rapat, mengunci ruang, dan mengandalkan keunggulan agregat.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Persib menang 1-0 malam itu. Namun kekalahan 0-3 di leg pertama membuat agregat berakhir 1-3. Langkah Maung Bandung di Asia pun terhenti.
Lebih dari Sekadar Skor
Hasil ini memang pahit. Namun malam itu menunjukkan karakter. Persib tidak menyerah meski tertinggal tiga gol. Mereka menekan sejak awal. Mereka bertarung meski hanya bermain dengan 10 orang.
Sepak bola memang tentang hasil. Tetapi bagi bobotoh, malam itu adalah tentang harga diri. Tentang keberanian berdiri saat peluang nyaris hilang.
Persib mungkin gugur. Namun semangatnya tidak. Dan di Asia, nama mereka tetap meninggalkan jejak jejak perlawanan yang tak mudah dilupakan. @teguh




