• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Perang Perbatasan Memuncak, Kamboja Tutup Akses ke Thailand

Desember 14, 2025
in Global, News
A A
Perang Perbatasan Memuncak, Kamboja Tutup Akses ke Thailand

Warga Thailand yang dievakuasi berkumpul di tempat penampungan sementara setelah perang di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja di Provinsi Buri Ram pada Senin (8/12/2025). (Foto: THAI NEWS PIX/SAROT MEKSOPHAWANNAKUL via AFP)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Kamboja menutup seluruh perbatasannya dengan Thailand pada Sabtu (13/12/2025). Keputusan ini diambil di tengah eskalasi konflik bersenjata yang telah menewaskan puluhan orang dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi di kedua negara. Pemerintah Kamboja menyatakan penutupan berlaku total dan sementara, menghentikan seluruh arus keluar-masuk di sepanjang garis perbatasan.

“Semua pergerakan masuk dan keluar di seluruh perbatasan Kamboja-Thailand ditangguhkan sementara,” demikian pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Kamboja, dikutip AFP.

Langkah ini diambil hanya beberapa jam setelah Thailand membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyebut kedua negara telah menyepakati gencatan senjata.

Klaim Damai vs Fakta di Lapangan

Konflik Thailand-Kamboja kembali memanas akibat sengketa demarkasi perbatasan sepanjang 800 kilometer warisan garis kolonial yang tak pernah benar-benar selesai. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya 25 orang tewas. Empat di antaranya adalah tentara Thailand yang gugur pada Sabtu.

Di tengah situasi itu, Trump mengklaim telah berbicara dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet. Ia menyebut kedua pihak sepakat menghentikan penembakan dan kembali ke perjanjian damai awal.

Namun, Bangkok segera membantah. Anutin menegaskan tidak ada pembahasan gencatan senjata dalam percakapannya dengan Trump.

“Beliau tidak menyebutkan soal gencatan senjata,” tegas Anutin kepada wartawan.

Setengah Juta Mengungsi, Siapa Menanggung?

Dampak paling nyata konflik ini dirasakan warga sipil. Sekitar 500.000 orang mengungsi dari wilayah perbatasan di kedua sisi. Mereka meninggalkan rumah, ladang, dan mata pencaharian, berpindah ke tenda-tenda darurat dengan ketidakpastian sebagai teman sehari-hari.

Thailand melaporkan enam warganya terluka akibat serangan roket dari Kamboja. Sebaliknya, Kamboja menuduh pasukan Thailand menyerang infrastruktur dan warga sipil. Angkatan Laut Thailand bahkan mengklaim telah menghancurkan dua jembatan yang disebut digunakan Kamboja untuk memasok senjata ke garis depan.

Di atas kertas, masing-masing negara berbicara soal keamanan nasional. Di lapangan, warga sipil membayar harganya.

Mediasi Datang dan Pergi

Upaya damai sebenarnya bukan hal baru. Pada Juli lalu, Amerika Serikat, China, dan Malaysia sebagai Ketua ASEAN sempat memediasi gencatan senjata untuk meredam gelombang kekerasan pertama. Kesepakatan lanjutan bahkan diteken Oktober lalu, termasuk kerja sama perdagangan.

Namun, Bangkok menangguhkan perjanjian itu setelah sejumlah tentaranya terluka akibat ranjau darat di perbatasan. Perdamaian kembali retak, diplomasi tersandung senjata.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kini mendesak kedua pihak menghentikan permusuhan dan menahan diri. Tapi seruan itu bersaing dengan suara tembakan yang, menurut pantauan AFP, masih terdengar di sekitar wilayah konflik.

Publik Tak Lagi Percaya

Di kamp pengungsian, kepercayaan pada proses damai makin menipis. “Saya tidak lagi memercayai Kamboja. Upaya perdamaian sebelumnya gagal,” ujar Kanyapat Saopria (39), pengungsi asal Thailand. Dari sisi lain, Vy Rina (43), pengungsi Kamboja, mengungkapkan kekecewaan serupa terhadap berlanjutnya pertempuran meski ada intervensi internasional.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Thailand mencatat total 14 tentara dan tujuh warga sipil tewas. Kamboja melaporkan empat warga sipil meninggal pada awal pekan ini. Angka-angka ini mungkin akan terus bergerak, seperti klaim dan bantahan yang saling kejar.

Perbatasan boleh ditutup, perjanjian boleh diumumkan. Tapi selama peluru masih menentukan arah, perdamaian di Thailand-Kamboja tampaknya tetap lebih sering muncul di unggahan media sosial ketimbang di kehidupan para pengungsi. @dimas

Tags: ASEANKonflik Thailand KambojaKrisis Asia TenggaraPengungsi PerangPerang PerbatasanPerbatasan DitutupSengketa PerbatasanWarga Sipil Terjepit
Next Post
Konsep Otomatis

Viral di Medsos, Klaim Panucci Latih Timnas Ternyata Keliru

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legian: Jalan yang Tidak Pernah Benar-Benar Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedap Malam: Ketika Ogoh-Ogoh Tidak Lagi Sekadar Dibakar, Tapi Mengingatkan Luka yang Belum Selesai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantai yang Kita Banggakan, atau yang Kita Abaikan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.