Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemerintah Siapkan Satgas Nuklir, Publik Diminta Siap Mental

by teguh
Desember 18, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mulai serius membawa nuklir ke meja makan kebijakan energi nasional. Langkah awalnya jelas: membentuk satuan tugas percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) melalui skema Nuclear Energy Programme Implementation Organization (NEPIO).

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan, NEPIO akan berperan sebagai “dirigen” yang mengorkestrasi seluruh aspek pengembangan PLTN. Mulai dari regulasi, keselamatan, pendanaan, infrastruktur, hingga kesiapan sumber daya manusia.

“Pengembangan PLTN sangat kompleks dan lintas sektor. Karena itu, kita butuh mekanisme koordinasi nasional yang kuat dan terintegrasi,” kata Rini usai bertemu Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Kamis (18/12/2025).

Namun pemerintah menegaskan satu hal penting NEPIO tidak harus berbentuk lembaga baru. Negara memilih opsi memperkuat struktur dan mekanisme yang sudah ada agar birokrasi tidak makin gemuk.

Nuklir Bukan Lagi Opsi Terakhir

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung secara terang-terangan menggeser stigma lama. Menurutnya, PLTN kini bukan lagi “opsi darurat”, melainkan bagian strategis dari transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.

Ini Belum Selesai

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prestasi Tinggi, Data Ter-hidden: Hak Anak Nyaris Tersingkir dari SMP Negeri

“PLTN adalah energi baru yang murah dan stabil. Nuklir bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memperkuat sistem kelistrikan nasional,” ujar Yuliot.

Pernyataan ini menandai perubahan besar. Selama bertahun-tahun, nuklir selalu muncul sebagai wacana sensitif yang cepat tenggelam oleh isu keselamatan dan penolakan publik. Kini, pemerintah justru mendorongnya ke depan panggung.

Dari Dokumen ke Lokasi Nyata

Arah kebijakan ini tidak berhenti di wacana. Kementerian ESDM sudah mengesahkan RUPTL PLN 2025–2034, dan di dalamnya PLTN resmi masuk daftar sumber energi baru.

Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menyebut dua lokasi awal pembangunan PLTN Sumatera dan Kalimantan, masing-masing dengan kapasitas 250 MW.

Langkah ini menjadi batu loncatan. Dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), pemerintah bahkan menargetkan kapasitas nuklir hingga 35 GW pada 2060. Jika memakai model land-based, Indonesia berpotensi mengoperasikan lebih dari 30 unit reaktor.

“Kalau bicara base load yang stabil, nuklir adalah salah satu solusi,” ujar Eniya.

Siapa Diuntungkan, Siapa Perlu Waspada?

Bagi negara dan industri, PLTN menawarkan pasokan listrik stabil, emisi rendah, dan dukungan bagi industrialisasi jangka panjang. Kawasan industri, sektor manufaktur, dan proyek hilirisasi akan menikmati listrik yang lebih andal.

Namun bagi masyarakat, ceritanya tidak sesederhana itu. Isu keselamatan, limbah nuklir, dan transparansi pengelolaan akan menjadi ujian kepercayaan publik. Pemerintah sendiri mengakui hal ini.

Yuliot menekankan pentingnya sosialisasi masif agar masyarakat memahami apa itu nuklir dan bagaimana standar keselamatannya diterapkan. Seluruh pengembangan PLTN, kata dia, akan mengacu pada standar International Atomic Energy Agency (IAEA).

SDM Jadi Kunci, Bukan Sekadar Beton dan Reaktor

Di balik rencana besar ini, ada pekerjaan rumah yang tidak kecil menyiapkan manusia. Eniya mengakui pemerintah tengah berkoordinasi dengan Setneg, KemenPANRB, dan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan SDM nuklir nasional.

Indonesia membutuhkan operator, insinyur, dan ahli keselamatan yang paham teknologi nuklir dari hulu ke hilir. Tanpa itu, PLTN hanya akan menjadi proyek mahal yang bergantung pada tenaga asing.

Antara Masa Depan Hijau dan Ketakutan Lama

Masuknya PLTN ke jalur cepat menunjukkan satu hal pemerintah memilih berani mengambil risiko demi target energi bersih. Dunia bergerak cepat, sementara ketergantungan pada batu bara makin sulit dipertahankan.

Namun nuklir selalu membawa dilema. Ia menjanjikan masa depan hijau, tapi juga menyimpan bayang-bayang ketakutan lama.

Kini bola ada di tangan pemerintah bukan hanya membangun reaktor, tapi juga membangun kepercayaan. Karena listrik bisa menyala dari nuklir, tapi legitimasi hanya bisa menyala dari publik yang merasa aman. @teguh

Tags: ESDMOperatorSatgasSDM

Kamu Melewatkan Ini

QRIS Mati, Usaha Lumpuh, Jawa Gelap: Krisis Listrik Bukan Sekadar Gangguan?

QRIS Mati, Usaha Lumpuh, Jawa Gelap: Krisis Listrik Bukan Sekadar Gangguan?

by teguh
Juni 21, 2026

Lampu padam dan usaha lumpuh tidak selalu datang dengan suara ledakan. Kadang ia hadir diam-diam, lalu mematikan kasir minimarket, QRIS,...

Kuota Tak Pernah Habis? Atau Akses Yang Memang Dibatasi?

Kuota Tak Pernah Habis? Atau Akses Yang Memang Dibatasi?

by teguh
Mei 6, 2026

Kamu membeli kuota, lalu mengira itu sepenuhnya milikmu. Namun waktu diam-diam menentukan batasnya. Di titik ini, persoalannya tidak lagi sekadar...

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

by teguh
Mei 8, 2026

Kamu pasti pernah berharap kuota internet tidak hangus. Tanpa masa aktif. Bisa dipakai kapan saja. Kedengarannya ideal. Tapi operator seluler...

Next Post
Nasi Goreng di Posko, Janji Negara di Meja Pengungsi

Nasi Goreng di Posko, Janji Negara di Meja Pengungsi

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id