Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemerintah Siapkan Satgas Nuklir, Publik Diminta Siap Mental

by teguh
Desember 18, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mulai serius membawa nuklir ke meja makan kebijakan energi nasional. Langkah awalnya jelas: membentuk satuan tugas percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) melalui skema Nuclear Energy Programme Implementation Organization (NEPIO).

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan, NEPIO akan berperan sebagai “dirigen” yang mengorkestrasi seluruh aspek pengembangan PLTN. Mulai dari regulasi, keselamatan, pendanaan, infrastruktur, hingga kesiapan sumber daya manusia.

“Pengembangan PLTN sangat kompleks dan lintas sektor. Karena itu, kita butuh mekanisme koordinasi nasional yang kuat dan terintegrasi,” kata Rini usai bertemu Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Kamis (18/12/2025).

Namun pemerintah menegaskan satu hal penting NEPIO tidak harus berbentuk lembaga baru. Negara memilih opsi memperkuat struktur dan mekanisme yang sudah ada agar birokrasi tidak makin gemuk.

Nuklir Bukan Lagi Opsi Terakhir

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung secara terang-terangan menggeser stigma lama. Menurutnya, PLTN kini bukan lagi “opsi darurat”, melainkan bagian strategis dari transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Warga Pati Kepung Senayan, RUU Perampasan Aset Jadi Tuntutan

“PLTN adalah energi baru yang murah dan stabil. Nuklir bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memperkuat sistem kelistrikan nasional,” ujar Yuliot.

Pernyataan ini menandai perubahan besar. Selama bertahun-tahun, nuklir selalu muncul sebagai wacana sensitif yang cepat tenggelam oleh isu keselamatan dan penolakan publik. Kini, pemerintah justru mendorongnya ke depan panggung.

Dari Dokumen ke Lokasi Nyata

Arah kebijakan ini tidak berhenti di wacana. Kementerian ESDM sudah mengesahkan RUPTL PLN 2025–2034, dan di dalamnya PLTN resmi masuk daftar sumber energi baru.

Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menyebut dua lokasi awal pembangunan PLTN Sumatera dan Kalimantan, masing-masing dengan kapasitas 250 MW.

Langkah ini menjadi batu loncatan. Dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), pemerintah bahkan menargetkan kapasitas nuklir hingga 35 GW pada 2060. Jika memakai model land-based, Indonesia berpotensi mengoperasikan lebih dari 30 unit reaktor.

“Kalau bicara base load yang stabil, nuklir adalah salah satu solusi,” ujar Eniya.

Siapa Diuntungkan, Siapa Perlu Waspada?

Bagi negara dan industri, PLTN menawarkan pasokan listrik stabil, emisi rendah, dan dukungan bagi industrialisasi jangka panjang. Kawasan industri, sektor manufaktur, dan proyek hilirisasi akan menikmati listrik yang lebih andal.

Namun bagi masyarakat, ceritanya tidak sesederhana itu. Isu keselamatan, limbah nuklir, dan transparansi pengelolaan akan menjadi ujian kepercayaan publik. Pemerintah sendiri mengakui hal ini.

Yuliot menekankan pentingnya sosialisasi masif agar masyarakat memahami apa itu nuklir dan bagaimana standar keselamatannya diterapkan. Seluruh pengembangan PLTN, kata dia, akan mengacu pada standar International Atomic Energy Agency (IAEA).

SDM Jadi Kunci, Bukan Sekadar Beton dan Reaktor

Di balik rencana besar ini, ada pekerjaan rumah yang tidak kecil menyiapkan manusia. Eniya mengakui pemerintah tengah berkoordinasi dengan Setneg, KemenPANRB, dan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan SDM nuklir nasional.

Indonesia membutuhkan operator, insinyur, dan ahli keselamatan yang paham teknologi nuklir dari hulu ke hilir. Tanpa itu, PLTN hanya akan menjadi proyek mahal yang bergantung pada tenaga asing.

Antara Masa Depan Hijau dan Ketakutan Lama

Masuknya PLTN ke jalur cepat menunjukkan satu hal pemerintah memilih berani mengambil risiko demi target energi bersih. Dunia bergerak cepat, sementara ketergantungan pada batu bara makin sulit dipertahankan.

Namun nuklir selalu membawa dilema. Ia menjanjikan masa depan hijau, tapi juga menyimpan bayang-bayang ketakutan lama.

Kini bola ada di tangan pemerintah bukan hanya membangun reaktor, tapi juga membangun kepercayaan. Karena listrik bisa menyala dari nuklir, tapi legitimasi hanya bisa menyala dari publik yang merasa aman. @teguh

Tags: ESDMOperatorSatgasSDM

Kamu Melewatkan Ini

15 PLTU Emisi Tinggi Mau Pensiun, Listrik Jangan Ikut Pensiun Dulu

15 PLTU Emisi Tinggi Mau Pensiun, Listrik Jangan Ikut Pensiun Dulu

by teguh
Agustus 20, 2026

Indonesia sedang menyiapkan satu adegan transisi energi yang cukup absurd. Pemerintah ingin mengurangi 15 PLTU emisi tinggi, tetapi listrik tetap...

Pensiunkan PLTU atau Jaga Industri Tetap Menyala?

Pensiunkan PLTU atau Jaga Industri Tetap Menyala?

by teguh
Agustus 19, 2026

Bayangkan sebuah kawasan industri saat produksi sedang berada di titik tertinggi. Mesin terus bergerak. Pekerja mengejar target. Pesanan harus keluar...

Benarkah Pemerintah Berlakukan Pajak TV Mulai 2027?

Benarkah Pemerintah Berlakukan Pajak TV Mulai 2027?

by eko
Juli 16, 2026

Viral klaim Bahlil mewajibkan pajak TV mulai 2027. Faktanya, informasi itu hoaks dan tidak didukung aturan pemerintah. Tabooo.id - Media...

Next Post
Nasi Goreng di Posko, Janji Negara di Meja Pengungsi

Nasi Goreng di Posko, Janji Negara di Meja Pengungsi

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id