Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nasi Goreng di Posko, Janji Negara di Meja Pengungsi

by teguh
Desember 18, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto memilih duduk di bangku sederhana dan menyantap nasi goreng telur ceplok menu yang sama dengan warga saat mengunjungi posko pengungsian SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (15/12/2025). Tidak ada menu khusus. Tidak ada jarak simbolik. Hanya sepiring nasi goreng, telur ceplok, dan segelas air putih.

“Tahu saya belum makan pagi,” ucap Prabowo sambil tersenyum kepada warga dan prajurit TNI AD yang mendampinginya. Candaan itu memecah suasana di tengah kondisi pengungsian yang serba terbatas.

Prabowo menghabiskan sepiring nasi goreng tersebut. Setelah itu, ia mengelap mulut, meneguk air putih, lalu menyampaikan terima kasih kepada warga, relawan, dan aparat yang berjaga di lokasi. Momen sederhana ini langsung menyebar luas di media sosial dan memantik perhatian publik.

Simbol Kehadiran Negara di Tengah Bencana

Kunjungan Prabowo tidak berdiri sendiri. Ia datang bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, mulai dari Mensesneg Prasetyo Hadi, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kehadiran para menteri ini menegaskan bahwa penanganan bencana di Sumatra Barat masuk agenda serius pemerintah pusat.

Di hadapan warga, Prabowo menyampaikan komitmen konkret. Ia memastikan pemerintah mulai membangun hunian sementara agar pengungsi tidak terlalu lama tinggal di tenda.

Ini Belum Selesai

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Beras Sulit Laku, Mentan Bicara Produksi Melimpah, Pedagang Soroti Daya Beli

“Hunian sementara bisa selesai sekitar sebulan, supaya ibu-ibu dan bapak-bapak tidak perlu tinggal di tenda,” kata Prabowo.

Ia juga melanjutkan dengan janji berikutnya hunian tetap bagi para korban bencana. Menurut Prabowo, rumah permanen tersebut memiliki kualitas layak dan ukuran cukup luas.

“Saya lihat kualitasnya bagus, luasnya sekitar 70 meter persegi,” ujarnya.

Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Menunggu Bukti

Bagi warga pengungsi, pernyataan ini menghadirkan harapan baru. Hunian sementara berarti keluar dari ketidakpastian hidup di tenda darurat. Hunian tetap memberi peluang memulai ulang kehidupan yang sempat terhenti akibat bencana.

Di sisi lain, pemerintah memperoleh keuntungan citra. Kehadiran langsung presiden, ditambah gestur makan bersama warga, memperkuat narasi pemimpin yang turun ke lapangan dan tidak berjarak.

Namun, publik juga menyimpan ingatan kolektif. Janji pascabencana sering terdengar meyakinkan di awal, lalu tersendat di tahap pelaksanaan. Jika pembangunan berjalan lambat, warga kembali menjadi pihak yang paling dirugikan. Karena itu, ukuran keberhasilan tidak terletak pada momen simbolik, melainkan pada kecepatan dan konsistensi realisasi.

Pemerintah Klaim Percepatan Bantuan

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan tujuan kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Ia menyebut Prabowo ingin memastikan percepatan penanganan dan distribusi bantuan benar-benar berjalan.

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bekerja di lapangan, mulai dari BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, hingga relawan dan masyarakat. “Terima kasih atas gotong royong semua pihak,” ucap Prasetyo.

Lebih dari Sekadar Sepiring Nasi

Sepiring nasi goreng telur ceplok itu mungkin tampak biasa. Namun, di tengah posko pengungsian, ia berubah menjadi simbol kehadiran negara. Prabowo menunjukkan kedekatan, sementara janji hunian menjadi ujian nyata.

Sekarang, publik menunggu kelanjutannya. Apakah janji negara akan bertahan lebih lama dari rasa kenyang sepiring nasi goreng? Jawabannya tidak akan muncul dari pidato, tetapi dari rumah yang benar-benar berdiri. @teguh

Tags: BasarnasbencanaBNPBESDMmasyarakatMenteripengungsiPoskoPresiden RIRelawan

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

QRIS Mati, Usaha Lumpuh, Jawa Gelap: Krisis Listrik Bukan Sekadar Gangguan?

QRIS Mati, Usaha Lumpuh, Jawa Gelap: Krisis Listrik Bukan Sekadar Gangguan?

by teguh
Juni 21, 2026

Lampu padam dan usaha lumpuh tidak selalu datang dengan suara ledakan. Kadang ia hadir diam-diam, lalu mematikan kasir minimarket, QRIS,...

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

by teguh
Juni 3, 2026

Suara ledakan bom sisa perang dunia II itu mengakhiri ketenangan siang di pesisir Biak. Dalam hitungan detik, rumah-rumah berguncang, puing...

Next Post
Subsidi Rp345 Triliun Cair, APBN Kerja Keras Jaga Harga Tetap Stabil

Subsidi Rp345 Triliun Cair, APBN Kerja Keras Jaga Harga Tetap Stabil

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id