Tabooo.id: Edge – Bayangin ini: kamu lagi antre di bandara, tasmu dibuka, dicek. Semua normal, sampai muncul notifikasi absurd “Pegawai Bea Cukai sedang dibekukan. Silakan tunggu 4 tahun sambil menunggu AI menyelesaikan urusan.”
Ya, kamu nggak salah baca. Drama Bea Cukai lagi panas, dari ancaman pembekuan sampai janji manis “AI bakal bantu cegah pungli.” Serius, ini rasanya kayak reality show, tapi episodenya nyasar ke feed medsos kamu tiap hari. Kadang bikin kita pengen skip, tapi juga nggak bisa berhenti mantengin plot twist-nya.
DJBC Siap Berbenah, Tapi Jangan Panik Dulu
Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, angkat bicara. Menurutnya, ancaman Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal pembekuan Bea Cukai bukan horor, tapi lebih mirip “koreksi lembut.” Djaka janji mulai dari kultur kerja hingga pelayanan masyarakat bakal diperbaiki, termasuk penggunaan AI untuk mengawasi praktik underinvoicing.
Ia menekankan, langkah-langkah ini untuk menghapus image negatif Bea Cukai yang selama ini seperti teman nongkrong di timeline publik selalu ada, susah dihapus. “Yang masih bandel, kita selesaikan, itu saja,” katanya. Sementara masyarakat diminta dukungan supaya proses perbaikan berjalan lancar.
Ancaman Pembekuan Masih Mengintai
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah meminta izin Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki Bea Cukai selama setahun ke depan. Tapi jangan senyum dulu ancaman pembekuan masih menggantung seperti notifikasi yang nggak bisa di-swipe.
“Kalau gagal, 16 ribu pegawai dirumahkan,” tegasnya.
Sejarah pun mengingatkan, era Soeharto pada 1985, Bea Cukai pernah dibekukan selama 4 tahun dan digantikan perusahaan Swiss, Suisse Generale Surveillance (SGS). Bayangin 16 ribu orang tiba-tiba bye-bye sementara urusan impor-ekspor dicek oleh pihak luar. Drama ini seakan bilang, “Jangan remehkan urusan Bea Cukai, guys.”
Sinetron Publik dengan Plot Twist Setiap Hari
Jadi begini, teman-teman. Bea Cukai itu kayak sinetron tiap episode ada plot twist, tiap karakter janji-janji tapi bikin kita side-eye. Pegawai pintar, AI siap memantau, tapi image sarang pungli tetap setia nongkrong di feed publik.
Masyarakat cuma bisa bilang “Oke, good luck guys, semoga AI nggak ikut-ikutan pungli juga ya.” Ancaman pembekuan terdengar dramatis, tapi sebenarnya mirip reminder kalender digital “ingat, kalau gak beres, bye-bye 16 ribu orang.” Dan yang menonton? Kita semua. Gratis, tanpa iklan.
AI Bisa, Publik Ikut Nonton
Di dunia nyata, Bea Cukai bisa dibekukan. Di media sosial? Drama ini bisa trending mingguan. Kalau sejarah jadi guru, kita cuma bisa ngelus dada dan bertanya: “Kalau AI ini gagal, siapa yang ngecek AI-nya?” Ironi publik, guys. Tapi tenang, setidaknya kita dapat meme baru tiap minggu, gratis, dan bisa dishare ke grup WA keluarga. @dimas




