Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pasar Tunjungan: Dari Lorong Sejarah ke Spot Foto Anak Muda

by dimas
Februari 2, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Jika Surabaya punya denyut nadi lama yang masih terasa, maka ia berdetak di Pasar Tunjungan. Di tengah gedung bergaya kolonial yang mulai pudar catnya, aroma kopi, gorengan, dan buah segar bercampur dengan jejak sejarah. Anak muda kini berbondong-bondong ke sini bukan untuk belanja bahan pokok, tapi untuk mengejar estetika retro, kuliner murah, dan photobooth bergaya koran lawas sebuah nostalgia visual yang manis di jari-jari mereka.

Pasar ini lahir pada 1923, ketika Surabaya masih di bawah bayang-bayang kolonial Belanda. Jalan Tunjungan bukan sekadar jalur komersial ia menjadi magnet bagi kaum borjuis Belanda untuk bersantai, minum kopi, dan berbelanja. Gedung ini juga menjadi markas strategi para pejuang Surabaya saat pertempuran 10 November 1945. Jejak langkah sejarah itu masih terasa, seolah setiap sudut pasar menyimpan rahasia perjuangan.

Kios dan Los: Ragam Dagangan Masa Lalu

Sejak 1979, Pasar Tunjungan resmi menjadi pasar aktif. Pedagang menempati kios permanen dengan dinding dari lantai ke langit-langit atau los fleksibel yang bisa diubah sesuai kebutuhan. Barang dagangan beragam, dari buah segar hingga elektronik. Namun seiring perubahan pola belanja, lantai dua mulai kosong, eskalator berhenti berfungsi, dan beberapa bagian gedung mengalami vandalisme.

Kehidupan selalu menemukan celah. Komunitas pengusaha muda “Pasar Kita-kita” mengubah ruang kosong lantai satu menjadi pusat kreatif dan kuliner. Aroma makanan legendaris kembali memenuhi lorong-lorong. Anak muda datang untuk berburu spot foto estetik, bukan hanya membeli kebutuhan rumah tangga. Lantai bawah kembali hidup meski lantai dua sebagian besar masih terbengkalai.

Pasar sebagai Panggung Digital dan Sosial

Pasar Tunjungan kini bagaikan mesin waktu yang menyatu dengan digital. Bangunan klasik, signage retro, dan lorong sempit tetap hadir, sementara photobooth bergaya koran lawas, kafe kecil, dan jajanan kreatif menjadi viral di media sosial. Anak muda menikmati kuliner sambil mengabadikan momen untuk Instagram dan TikTok. Pasar yang dulu soal perdagangan kini menjadi panggung visual dan sosial.

Ini Belum Selesai

Londo Ireng: Ketika Sejarah Menjadi Senjata Politik

Rumah Dinas Bakorwil: Sejarah Madiun yang Terlupakan

Di sini, kita belajar bahwa ruang fisik bisa berubah fungsi tanpa kehilangan identitas. Anak muda menikmati proses antrean makanan legendaris, mencari sudut foto terbaik, merasakan atmosfer Surabaya tempo dulu. Sejarah dan tren modern bersinggungan, menciptakan pengalaman yang tidak bisa ditemukan di mal-mall besar.

Pesona Sederhana yang Menginspirasi

Pasar Tunjungan, dengan keriput cat dan lorong tak terawat, menjadi kanvas bagi kreativitas dan nostalgia. Budaya tidak selalu tentang megah dan baru; kadang hadir di celah sederhana, di aroma gorengan, lantai yang berdecit, dan tawa anak muda yang mencari estetika di tengah kenangan kota.

Akhirnya, Pasar Tunjungan bukan sekadar tempat berjualan atau makan. Ia saksi hidup yang mengingatkan kita zaman boleh berganti, cara menikmati kota bisa berubah, tapi kenangan, rasa, dan cerita selalu menemukan jalannya. Di lorong sempit ini, masa lalu dan masa kini berdansa, sambil menunggu generasi berikutnya menulis bab baru di dindingnya yang masih berdiri tegak meski berdebu dan berwarna pudar. @Sabrina Fidhi-Surabaya

Tags: KulinerNostalgiaPasarRetroSejarahsurabayaTradisional

Kamu Melewatkan Ini

AI Mempercepat Jawaban, Tetapi Bukan Pemahaman

AI Mempercepat Jawaban, Tetapi Bukan Pemahaman

by dimas
Juli 28, 2026

AI mempercepat jawaban, tetapi belum tentu menghadirkan pemahaman. Ketika makna diproduksi secara instan, manusia berisiko kehilangan kesabaran, kedalaman berpikir, dan...

Korupsi “Badhogan” KBS: Saat Hak Hidup Satwa Ikut Dijarah

Korupsi “Badhogan” KBS: Saat Hak Hidup Satwa Ikut Dijarah

by dimas
Juli 26, 2026

Kasus korupsi "badhogan" di Kebun Binatang Surabaya tak hanya merugikan negara, tetapi juga diduga merampas hak hidup satwa melalui penyimpangan...

Dapur Umum: Garis Depan yang Jarang Masuk Sejarah

Dapur Umum: Garis Depan yang Jarang Masuk Sejarah

by eko
Juli 26, 2026

Kepahlawanan tidak hanya lahir di garis depan. Kisah Dar Mortir mengingatkan bahwa logistik, tenaga medis, dan dapur umum juga menjadi...

Next Post
Hukum Tegas ke Bawah, Lunak ke Atas: Ironi Restorative Justice di Indonesia

Hukum Tegas ke Bawah, Lunak ke Atas: Ironi Restorative Justice di Indonesia

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id