Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Papua dan Angka Kemiskinan: Realita atau Ilusi Kesenjangan yang Dibiarkan?

April 14, 2026
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Angka sering kali terdengar dingin, tapi di Papua, angka itu punya wajah. Ada keluarga yang masih bertahan dengan keterbatasan, sementara grafik kemiskinan belum benar-benar turun signifikan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap fakta yang tak bisa diabaikan. Kesenjangan antara Papua dan angka nasional masih terlalu lebar untuk disebut wajar.

Kesenjangan yang Masih Terbuka Lebar

Dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR pada Senin (13/4/2026), Tito menyebut rata-rata kemiskinan di sejumlah wilayah Papua masih berada jauh di atas angka nasional.

“Ini bukan bagus, di atas. Karena makin besar angkanya menunjukkan bahwa persentase masyarakat yang miskin besar,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, tingkat kemiskinan nasional saat ini berada di angka 8,25 persen. Sementara beberapa wilayah di Papua masih berada di atas 20 persen.

BacaJuga

AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

Gas Tidak Meledak, Tapi Harganya Bikin Rumah Tangga Diam-Diam Panik

Data yang Bergerak, Tapi Tidak Seragam

Tito memaparkan, tidak semua wilayah menunjukkan kondisi yang sama.

Di Papua Pegunungan, angka kemiskinan turun dari 32,97 persen (2024) menjadi 27,21 persen (2025).

Namun di Papua Tengah, kondisinya berbeda. Angka kemiskinan masih stagnan di 29,45 persen.

“Papua Tengah relatif tidak banyak pergerakan. Hampir sepertiga masyarakatnya masuk kelompok miskin,” kata Tito.

Sementara itu, Papua Barat Daya mencatat penurunan menjadi 17,5 persen.

Namun, tren berbeda terjadi di Papua Selatan yang justru naik dari 17,44 persen menjadi 19,26 persen.

Twist: Ini Bukan Sekadar Angka

Di balik statistik ini, ada pola yang lebih besar dari sekadar naik-turun grafik.

Ini bukan hanya soal satu wilayah miskin atau tidak. Ini tentang ketimpangan yang bergerak tidak seragam, seolah sistemnya tidak bekerja dengan kecepatan yang sama di semua tempat.

Ketika satu wilayah turun, wilayah lain stagnan atau bahkan naik. Di titik ini, kemiskinan bukan lagi sekadar kondisi, tapi struktur yang berjalan sendiri.

Human Impact: Ini Dampaknya Buat Kamu

Ketika angka kemiskinan di satu wilayah masih di atas 20 persen, itu berarti akses pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan juga ikut tertahan.

Dan meski kamu tidak tinggal di Papua, ketimpangan seperti ini berdampak pada stabilitas ekonomi nasional jangka panjang. Karena kesenjangan yang dibiarkan terlalu lama tidak pernah benar-benar lokal, ia selalu jadi masalah bersama.

Analisis Tabooo

Masalah Papua bukan hanya soal “turun atau tidak turun”.

Yang lebih penting adalah kenapa penurunan itu tidak terjadi merata.

Apakah ini soal geografis, distribusi kebijakan, atau ada lapisan sistem yang membuat beberapa wilayah selalu tertinggal?

Pertanyaan ini penting, karena kalau tidak dijawab, kita hanya akan terus membaca grafik yang sama setiap tahun dengan cerita yang berbeda tapi masalah yang serupa.

Penutup

Kalau angka bisa turun di satu tempat tapi stagnan di tempat lain, sebenarnya yang sedang kita perbaiki itu sistemnya atau hanya tampilannya saja? @dimas

Tags: EkonomiIndonesiaKemiskinanKetimpanganKomisi II DPRNasionalpapuaTito Karnavian

REKOMENDASI TABOOO

Harga Pangan Global Naik Lagi, Siap-siap Lapar?

Harga Pangan Global Naik Lagi, Siap-siap Lapar?

by Naysa
April 18, 2026

Tabooo.id: Global – Harga pangan global kembali naik. Dan kali ini, sinyalnya datang dari dua arah yang berbeda tapi saling menguatkan....

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Nasional - Dunia film Indonesia kembali berduka. Sutradara Nayato Fio Nuala meninggal dunia pada Sabtu, 18/04/2025. Artis Raffi Ahmad...

Ronaldo Kembali ke Jakarta: Il Fenomeno Datang, GBK Bersiap Bergemuruh

Ronaldo Kembali ke Jakarta: Il Fenomeno Datang, GBK Bersiap Bergemuruh

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Sports - Hampir tiga dekade berlalu. Rambut bisa memutih, stadion bisa direnovasi, generasi bisa berganti. Tapi satu nama tetap...

Next Post
Dugaan Pelecehan Verbal di FH, UI Bertindak Tegas

Dugaan Pelecehan Verbal di FHUI, UI Bertindak Tegas

Recommended

Kenapa 1 Mei Hari Buruh? Karena Hak Kerja Dibayar Nyawa

Kenapa 1 Mei Hari Buruh? Karena Hak Kerja Dibayar Nyawa

April 19, 2026
Agama, Tradisi, dan Kebiasaan: Mana Realita, Mana Warisan? – Madilog Series #1.3

Agama, Tradisi, dan Kebiasaan: Mana Realita, Mana Warisan? – Madilog Series #1.3

April 16, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id