Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

OTT Pegawai Pajak, KPK Bongkar Dugaan Manipulasi Pajak Tambang

by dimas
Januari 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Operasi Tangkap Tangan (OTT) kembali menyingkap rapuhnya pengawasan pajak di Indonesia. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap delapan orang dalam operasi senyap di Jakarta Utara dan sejumlah wilayah Jabodetabek, pada Jumat (9/1/2026). Dari pendalaman awal, KPK menemukan dugaan praktik pengurangan nilai pajak yang melibatkan perusahaan tambang dan aparat pajak.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, operasi tersebut berkaitan langsung dengan pengaturan pajak di sektor pertambangan sektor strategis yang selama ini menjadi tulang punggung penerimaan negara.

“Kegiatan ini terkait dugaan modus pengaturan pajak di sektor pertambangan, khususnya pengurangan nilai pajak,” jelas Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1/2026).

Jejaring Gelap Pajak: Delapan Orang Terjerat

Dalam OTT itu, KPK menangkap empat pegawai Direktorat Jenderal Pajak dan empat pihak swasta. Meski KPK belum mengungkap identitas korporasi, dugaan menyebut sejumlah pihak swasta berasal dari perusahaan tambang. Tim KPK menyergap para pihak di lokasi berbeda, yang menunjukkan operasi ini berjalan berdasarkan penyelidikan tertutup yang matang.

“Pada hari Jumat kemarin, tim mengamankan delapan orang. Empat pegawai Ditjen Pajak dan empat lainnya dari pihak swasta,” ujar Budi.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa praktik manipulasi pajak tidak berdiri sendiri. Aparat dan pelaku usaha diduga membangun jejaring untuk memangkas pembayaran pajak, sehingga negara bisa kehilangan penerimaan yang seharusnya dinikmati masyarakat lewat layanan publik.

Barang Bukti Rp 6 Miliar

Selain menangkap para pihak, KPK menyita uang tunai dalam rupiah dan mata uang asing, serta logam mulia. Total nilai barang bukti mencapai sekitar Rp 6 miliar. Nilai tersebut memberi gambaran awal tentang besarnya kepentingan ekonomi di balik dugaan pengaturan pajak tambang.

“Tim menyita uang tunai, baik rupiah maupun mata uang asing, serta logam mulia. Total nilainya sekitar Rp 6 miliar,” tambahnya.

Saat ini, KPK terus memeriksa seluruh pihak yang diamankan secara intensif. Penyidik akan menentukan status hukum mereka setelah proses pendalaman rampung.

Dampak ke Publik dan Kepercayaan Negara

Kasus ini menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas. Sektor pertambangan menyumbang penerimaan besar bagi negara. Setiap rupiah pajak yang dipangkas secara ilegal berarti berkurangnya anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

Masyarakat pembayar pajak yang patuh menjadi pihak paling terdampak. Mereka harus menyaksikan aparat yang seharusnya menjaga penerimaan negara justru bermain di balik meja. Situasi ini kembali menguji kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan.

Penegakan Hukum di Persimpangan

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan OTT tersebut dan menegaskan komitmen penegakan hukum.

“Iya benar, OTT di Jakarta Utara. Pegawai pajak Kantor Wilayah Jakarta Utara,” tegasnya.

Kini, publik menunggu langkah tegas KPK. Apakah kasus ini hanya berhenti pada individu, atau justru membuka praktik sistemik di sektor pertambangan. Sebab, jika pemerintah mengatur pajak secara diam-diam, rakyat tidak hanya kehilangan uang negara, tetapi juga kepercayaan mereka.

Dan pada akhirnya, pertanyaan getir itu muncul kembali jika pajak tambang bisa dipangkas di ruang gelap, siapa lagi yang diam-diam memangkas masa depan kita? @dimas

Tags: Budi PrasetyoJakarta UtaraJuru Bicara KPKKeuanganKorupsi di IndonesiaKPKNegaraottpajakPenegakan HukumTambangtransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Konsep Otomatis

Respons Hasto soal “Kandang Gajah” PSI di Jawa Tengah

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id