Tabooo.id: Food – Pernah nggak kamu ingin ngopi tapi bosan dengan kafe serba putih, minimalis, dan terasa mirip satu sama lain? Atau muncul pikiran, “Kayaknya enak ya ngopi di tempat yang punya cerita.” Kalau iya, kamu tidak sendirian.
Dalam beberapa tahun terakhir, Gen Z dan milenial semakin memburu coffee shop berkonsep heritage kafe yang menempati bangunan tua bersejarah. Mereka tidak hanya mengejar kopi enak, tetapi juga pengalaman yang terasa berbeda.
Fenomena ini tampak jelas di Kawasan Kota Lama Surabaya. Di antara gedung-gedung kolonial peninggalan Belanda, kafe-kafe kekinian bermunculan dan menjadikan suasana lawas sebagai daya tarik utama. Nongkrong kini bergeser maknanya bukan sekadar minum kopi, melainkan menikmati atmosfer dan cerita.
Nongkrong Bergeser dari Rasa ke Pengalaman
Banyak riset gaya hidup menunjukkan bahwa generasi muda kini lebih menghargai pengalaman dibanding sekadar produk. Dalam konteks kopi, perubahan ini terlihat nyata. Orang datang ke kafe bukan hanya untuk mencari rasa, tetapi juga suasana.
Coffee shop heritage menjawab kebutuhan itu dengan efektif. Bangunan tua, dinding bertekstur, jendela besar, dan langit-langit tinggi menghadirkan sensasi yang jarang muncul di kafe modern. Ruang-ruang seperti ini memberi kesan hangat, tenang, sekaligus estetik.
Kota Lama Surabaya pun menangkap momentum tersebut. Kawasan ini tidak lagi sekadar menjadi ruang wisata sejarah, tetapi juga tumbuh sebagai pusat nongkrong baru.
Fiftteenth Coffee dan Daya Tarik Rooftop Kota Lama
Fiftteenth Coffee di Jalan Mliwis menjadi salah satu kafe yang paling sering dibicarakan. Kafe ini memiliki tiga lantai dengan konsep vintage-industrial yang konsisten. Setiap sudut ruangan menampilkan dekorasi bertema sejarah Surabaya, sehingga pengunjung seperti berjalan di galeri kecil.
Daya tarik utama Fiftteenth Coffee terletak di rooftop lantai tiga. Dari sini, pengunjung bisa menikmati panorama Kota Lama dari ketinggian, terutama saat sore hingga malam hari. Banyak orang datang ke sini untuk mencari jeda dari rutinitas.
Menu Ice Orange Coffee memadukan espresso dan jeruk Pacitan yang segar. Sementara itu, Crumble Latte menghadirkan rasa manis seimbang dengan taburan cookie crumble. Banyak pengunjung memilih tempat ini untuk WFH, meeting santai, atau nongkrong lama.
Zerogram Kota Lama yang Simpel dan Hangat
Zerogram telah lebih dulu dikenal di Surabaya. Cabangnya di Kota Lama tetap membawa identitas vintage, tetapi mengemasnya dalam gaya minimalis dan cozy.
Interior yang rapi, pencahayaan hangat, dan musik yang tidak terlalu keras menciptakan suasana tenang. Banyak orang datang ke Zerogram untuk membaca buku, mengerjakan tugas, atau mengobrol santai.
Menu Kopi Lontar menjadi favorit. Gula lontar asli memberi rasa manis lembut yang berpadu dengan karakter kopi yang creamy. Minuman ini cocok bagi mereka yang tidak menyukai kopi terlalu pahit.
Saat Seduh Coffee dan Nuansa Kolonial yang Kental
Saat Seduh Coffee di kawasan Jembatan Merah menawarkan pengalaman heritage yang lebih autentik. Kafe ini menempati bangunan kolonial Belanda asli.
Jendela besar, pintu kayu, dan langit-langit tinggi langsung menyambut pengunjung. Suasana di dalam terasa tenang dan nyaman, seolah membawa kembali ke masa lalu dengan sentuhan modern sederhana.
Selain kopi, Saat Seduh Coffee menyajikan menu makanan berat seperti Japanese Beef Curry dan Chicken Katsu Nanban. Cold Foam Black menjadi salah satu minuman favorit karena memadukan kopi hitam dan lapisan foam creamy.
Mengapa Coffee Shop Heritage Makin Diminati?
Banyak orang mulai jenuh dengan konsep kafe yang seragam. Pada saat yang sama, keinginan untuk merasakan ruang yang memiliki karakter semakin kuat.
Secara psikologis, ruang dengan identitas kuat mampu memberi rasa aman dan nyaman. Bangunan tua sering terasa lebih “hidup” dibanding ruang modern yang terlalu steril. Pengunjung juga merasakan kepuasan saat ikut menghidupkan kembali bangunan bersejarah melalui aktivitas sederhana seperti ngopi.
Apa Artinya Buat Kamu?
Tren coffee shop heritage menunjukkan bahwa nongkrong kini berkembang menjadi pencarian makna kecil dalam keseharian. Kamu tidak hanya membeli kopi, tetapi juga membeli suasana dan pengalaman.
Sekarang, pertanyaannya saat kamu memilih tempat ngopi, apa yang sebenarnya kamu cari rasa kopi, koneksi dengan teman, atau rasa nyaman di ruang yang terasa hidup?
Mungkin, secangkir kopi di bangunan tua bisa memberi kamu jeda yang selama ini kamu butuhkan. @Sabrina Fidhi-Surabaya




