Tabooo.id – Madiun: Suasana malam di kawasan Sarmi, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, mendadak tegang. Sembilan wanita pekerja seks komersial (PSK) yang tengah beroperasi digaruk petugas Satpol PP Kabupaten Madiun, Jumat (3/10/2025) malam.
Ketika diperiksa, hasilnya mengejutkan: empat di antaranya positif HIV, dan satu lagi positif sifilis.
Operasi ini bukan penggerebekan biasa, tapi sinyal darurat tentang bahaya penyakit menular seksual yang kini mengintai dari balik praktik prostitusi terselubung.
Dari Laporan Warga ke Fakta Mengejutkan
Menurut Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun, Danny Yudi Satriawan, operasi ini digelar sebagai respons atas laporan warga soal maraknya praktik prostitusi di kawasan tersebut.
“Para PSK tersebut terjaring razia karena melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat,” ujarnya.
Dari sembilan wanita yang diamankan, empat di antaranya warga Madiun, sementara lima lainnya berasal dari luar daerah.
Danny menegaskan, razia ini bukan semata penindakan hukum, tetapi juga bentuk perlindungan sosial dan kesehatan masyarakat dari risiko penyebaran penyakit menular.
Empat Positif HIV, Satu Positif Sifilis
Pemeriksaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun di lokasi. Hasilnya, empat PSK positif HIV dan satu positif sifilis.
“Tiga dari empat yang positif HIV merupakan warga Kabupaten Madiun,” jelas Agung Dodik, perwakilan Dinkes.
Temuan ini langsung direspons oleh Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPAD) Madiun.
“Kami akan melakukan pendampingan medis secara menyeluruh. Saat ini sudah ada 1.491 orang yang kami dampingi, 779 di antaranya masih bertahan hidup,” ujar Lenny Dwi Ambarsari dari KPAD.
Kasus ini membuka mata: prostitusi terselubung bukan hanya soal moralitas, tapi soal kesehatan publik. Empat orang positif HIV berarti empat titik potensi penularan baru, dan jika tak ditangani serius, bisa jadi epidemi senyap di tengah masyarakat.
Pemerintah Madiun berjanji memperkuat razia dan edukasi. Tapi pertanyaannya: berapa lama kita bisa menutup mata, sebelum penyakit ini menembus dinding rumah kita sendiri? @tabooo





