• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Negara Siapkan Rp 60 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra

Desember 16, 2025
in Nasional, News
A A
Negara Siapkan Rp 60 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra

Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12/2025). (Foto: Instagram Sekertariat Kabinet)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mulai membuka dompet negara untuk memulihkan luka panjang akibat bencana alam di Sumatra. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah telah menyiapkan dana besar hingga Rp 60 triliun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pemulihan pascabanjir bandang dan tanah longsor.

Purbaya menyampaikan pernyataan itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025). Ia merespons perhitungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memperkirakan kebutuhan pemulihan mencapai Rp 51,82 triliun. Meski angkanya besar, pemerintah mengklaim kesiapan itu sudah terbentuk bahkan sebelum bencana melanda.

“Bahkan sebelum bencana terjadi, kita sudah mengumpulkan Rp 60 triliun. Jadi ketika Pak Presiden menyebut angka itu, dananya sudah siap kita eksekusi,” ujar Purbaya dengan nada yakin.

Dana Sudah Ada, Negara Bergerak Lebih Awal

Alih-alih menunggu situasi memburuk, Kementerian Keuangan memilih bergerak lebih cepat. Pemerintah mengumpulkan dana pemulihan dari hasil efisiensi dan penghematan anggaran, terutama untuk tahun anggaran 2026. Lewat langkah ini, negara menunda sejumlah program yang dinilai tidak mendesak demi memprioritaskan wilayah terdampak bencana.

Purbaya menjelaskan, pemerintah melakukan penyisiran anggaran secara ketat setelah DPR mengesahkan APBN. Tim Kemenkeu meneliti ulang seluruh program kementerian dan lembaga untuk memastikan efektivitas penggunaannya. Dari proses itu, pemerintah menemukan banyak pos anggaran yang manfaatnya tidak jelas.

“Kita sisir satu per satu. Banyak program rapat yang kegiatannya nggak jelas. Kita rapikan semuanya, lalu kita alihkan dananya,” jelas Purbaya secara terbuka.

Langkah tersebut menandai perubahan pendekatan belanja negara. Pemerintah menggeser fokus dari rutinitas administratif menuju belanja krisis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Di tengah bencana yang merenggut rumah, mata pencaharian, dan masa depan ribuan warga, negara memilih memangkas formalitas.

Kebutuhan Tahun Ini Aman, Fokus Besar di 2026

Untuk kebutuhan mendesak tahun ini, BNPB hanya mengajukan dana sekitar Rp 1,6 triliun. Pemerintah langsung menyetujui permintaan tersebut. Selain itu, Purbaya mencatat masih tersedia dana sekitar Rp 1,3 triliun yang bisa digunakan jika situasi darurat kembali muncul.

Dari sisi kas negara, kondisi ini menunjukkan penanganan darurat masih berada dalam batas aman. Pemerintah juga mencatat BNPB sebelumnya memiliki cadangan anggaran ratusan miliar rupiah, sehingga kebutuhan jangka pendek relatif tercukupi.

Sementara itu, pemerintah mengarahkan porsi terbesar dari Rp 60 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pada 2026. Dana tersebut akan membiayai perbaikan infrastruktur, pemulihan permukiman warga, serta penataan ulang wilayah rawan bencana agar risiko serupa tidak berulang.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Daerah Didorong Bergerak Lebih Leluasa

Tak hanya mengandalkan pemerintah pusat, Kementerian Keuangan juga menyiapkan kebijakan relaksasi dana transfer ke daerah, khususnya bagi wilayah terdampak bencana. Melalui skema ini, pemerintah pusat melonggarkan penggunaan anggaran daerah agar pemerintah daerah bisa bergerak lebih fleksibel dalam proses pemulihan.

“Kita longgarkan dana ke daerah supaya mereka bisa langsung membangun. Jadi soal rehabilitasi seharusnya nggak ada masalah,” tegas Purbaya.

Kebijakan ini menjadi penting karena proses pemulihan sering kali tersendat oleh birokrasi dan keterbatasan ruang fiskal di daerah. Dengan relaksasi tersebut, pemerintah berharap daerah bisa bergerak lebih cepat tanpa terhambat aturan teknis.

Tantangan Beralih dari Anggaran ke Eksekusi

Dengan dana yang sudah tersedia, tantangan terbesar kini bergeser. Pemerintah tak lagi diuji soal ketersediaan uang, melainkan soal kecepatan dan ketepatan pelaksanaan. Publik menunggu bagaimana anggaran itu berubah menjadi rumah layak huni, jalan yang pulih, sekolah yang berfungsi, dan rasa aman bagi warga terdampak.

Di atas kertas, negara terlihat sigap. Namun bagi korban bencana, waktu selalu terasa berjalan lebih lambat. Karena itu, Rp 60 triliun ini bukan sekadar angka di laporan keuangan ia adalah janji. Dan seperti janji negara lainnya, publik akan menagihnya bukan lewat pidato, melainkan lewat hasil nyata di lapangan. @dimas

Tags: APBNBanjir SumatraBNPBKeuangan NegaraMenkeuPemulihan BencanaRehabilitasi RekonstruksiSumatra BangkitTanah Longsor
Next Post
Olahraga Estetik, Cashflow Panik: Gaya Hidup Aktif ala Gen Z

Olahraga Estetik, Cashflow Panik: Gaya Hidup Aktif ala Gen Z

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legian: Jalan yang Tidak Pernah Benar-Benar Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedap Malam: Ketika Ogoh-Ogoh Tidak Lagi Sekadar Dibakar, Tapi Mengingatkan Luka yang Belum Selesai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantai yang Kita Banggakan, atau yang Kita Abaikan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.