Minggu, April 19, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Ndalem Kalitan, Rumah Tua dengan Jejak Kekuasaan dan Sejarah Jawa

April 18, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Di tengah hiruk-pikuk Kota Solo, berdiri sebuah bangunan yang tampak tenang, namun menyimpan cerita panjang tentang kekuasaan, keluarga, dan sejarah Jawa. Namanya Ndalem Kalitan. Bukan sekadar rumah tua, bangunan ini menjadi saksi perjalanan bangsawan hingga lingkaran elite nasional.

Dari Keraton ke Warisan Keluarga

Awalnya, Ndalem Kalitan merupakan kediaman Sri Sunan Pakubuwono X. Pada tahun 1874, rumah ini diwariskan kepada putri sulungnya, Kanjeng Gusti Ratu Alit. Sejak saat itu, nama “Kalitan” mulai melekat dan dikenal sebagai bagian dari sejarah keluarga Keraton Surakarta.

Peralihan ini bukan sekadar perpindahan kepemilikan. Ia menandai bagaimana sebuah rumah bisa menjadi simbol garis keturunan dan kekuasaan dalam budaya Jawa.

Era Baru: Masuk ke Lingkaran Prawironegoro

Memasuki era 1960-an, Ndalem Kalitan kembali menjadi sorotan. Rumah ini dibeli oleh keluarga Prawironegoro, yang memiliki hubungan erat dengan lingkungan bangsawan, khususnya Puro Mangkunegaran.

Sejak itu, rumah ini tidak lagi hanya menjadi simbol masa lalu Keraton, tetapi juga menjadi ruang hidup keluarga yang tetap terhubung dengan tradisi aristokrat Jawa.

BacaJuga

Soeara Boeroeh 1947: Mimpi Buruh yang Masih Relevan di 2026

Kebaya Kartini: Warisan Kain atau Warisan Keberanian?

Jejak Keluarga Soeharto

Kisah Ndalem Kalitan semakin menarik ketika terhubung dengan keluarga Presiden kedua Indonesia, Soeharto. Kedua orang tua Tien Soeharto, yakni KPH Soemoharjomo dan Raden Ayu Hatmanti Hatmohoedojo, menjadikan rumah ini sebagai pusat kebersamaan keluarga.

Seorang warga sekitar, Suryanto (54), mengatakan,
“Kalitan itu bukan cuma rumah tua. Dulu sering jadi tempat kumpul keluarga besar. Suasananya beda, terasa banget aura Jawanya.”

Setelah kedua orang tua Tien Soeharto wafat, Ndalem Kalitan tetap menjadi tempat singgah keluarga Soeharto setiap kali berada di Solo. Rumah ini seolah menjadi titik temu antara sejarah Keraton dan kekuasaan modern Indonesia.

Arsitektur yang Menyimpan Filosofi

Secara arsitektural, Ndalem Kalitan mempertahankan struktur rumah tradisional Jawa. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian utama: pendapa sebagai ruang terbuka, pinggitan sebagai ruang tengah, dan senthong sebagai ruang privat.

Struktur ini bukan sekadar desain. Ia mencerminkan filosofi kehidupan Jawa yang menempatkan keseimbangan antara ruang publik, keluarga, dan privasi.

Lebih dari Sekadar Rumah Tua

Ndalem Kalitan bukan hanya bangunan bersejarah. Ia adalah ruang yang merekam perubahan zaman, dari era Keraton hingga politik modern.

Masalahnya, banyak orang melewati tempat ini tanpa benar-benar memahami kisah di baliknya. Padahal, di balik dindingnya, tersimpan cerita tentang kekuasaan, keluarga, dan identitas Jawa yang terus hidup.

Ini bukan sekadar rumah tua. Ini potongan sejarah yang masih berdiri diam, tapi penuh makna. @jeje

Tags: budayajawakeratonsurakartandalemkalitansejarahsolosoehartotaboovibeswisatasejarah

REKOMENDASI TABOOO

Duka Nasional: Jenazah Try Sutrisno Tiba di Menteng

Duka Nasional: Jenazah Try Sutrisno Tiba di Menteng

by dimas
Maret 2, 2026

Tabooo.id: Nasional - Jenazah Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, tiba di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat,...

Siapa Paling Banyak Membuka Konsesi Lahan?

Siapa Paling Banyak Membuka Konsesi Lahan?

by sigit
Desember 12, 2025

Tabooo.id: Deep - Konsesi lahan di Indonesia hadir seperti bayangan panjang tak pernah benar-benar hilang; ia hanya berganti bentuk dan...

Janji di Atas Awan: Mitos Kolo Dete dan Anak-Anak Gimbal dari Dieng

Janji di Atas Awan: Mitos Kolo Dete dan Anak-Anak Gimbal dari Dieng

by jeje
Oktober 31, 2025

Tabooo.id : Vibes - Di Dieng, kabut bukan sekadar cuaca ia seperti tirai waktu yang menutup dan membuka kisah tua....

Next Post
Anak Lain Main Game, Daffa Pilih Bongkar Mesin

Anak Lain Main Game, Daffa Pilih Bongkar Mesin

Recommended

Roehana Koeddoes: Tokoh atau Blueprint Kesadaran Perempuan Indonesia?

Roehana Koeddoes: Tokoh atau Blueprint Kesadaran Perempuan Indonesia?

April 15, 2026
Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

April 16, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026

The Mummy Versi Baru: Horor Keluarga atau Trauma yang Bangkit?

April 17, 2026

Patriarki Masih Dominan: Perempuan Harus Diam atau Melawan?

April 19, 2026

May Day 2026: Janji Kesejahteraan di Tengah Dunia yang Semakin Tidak Stabil

April 18, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id