Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ndalem Kalitan, Rumah Tua dengan Jejak Kekuasaan dan Sejarah Jawa

by jeje
April 18, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – Di tengah hiruk-pikuk Kota Solo, berdiri sebuah bangunan yang tampak tenang, namun menyimpan cerita panjang tentang kekuasaan, keluarga, dan sejarah Jawa. Namanya Ndalem Kalitan. Bukan sekadar rumah tua, bangunan ini menjadi saksi perjalanan bangsawan hingga lingkaran elite nasional.

Dari Keraton ke Warisan Keluarga

Awalnya, Ndalem Kalitan merupakan kediaman Sri Sunan Pakubuwono X. Pada tahun 1874, rumah ini diwariskan kepada putri sulungnya, Kanjeng Gusti Ratu Alit. Sejak saat itu, nama “Kalitan” mulai melekat dan dikenal sebagai bagian dari sejarah keluarga Keraton Surakarta.

Peralihan ini bukan sekadar perpindahan kepemilikan. Ia menandai bagaimana sebuah rumah bisa menjadi simbol garis keturunan dan kekuasaan dalam budaya Jawa.

Era Baru: Masuk ke Lingkaran Prawironegoro

Memasuki era 1960-an, Ndalem Kalitan kembali menjadi sorotan. Rumah ini dibeli oleh keluarga Prawironegoro, yang memiliki hubungan erat dengan lingkungan bangsawan, khususnya Puro Mangkunegaran.

Sejak itu, rumah ini tidak lagi hanya menjadi simbol masa lalu Keraton, tetapi juga menjadi ruang hidup keluarga yang tetap terhubung dengan tradisi aristokrat Jawa.

Ini Belum Selesai

Gerwani: Saat Propaganda Mengalahkan Fakta

Divide et Impera: Warisan Kolonial yang Masih Membelah Indonesia

Jejak Keluarga Soeharto

Kisah Ndalem Kalitan semakin menarik ketika terhubung dengan keluarga Presiden kedua Indonesia, Soeharto. Kedua orang tua Tien Soeharto, yakni KPH Soemoharjomo dan Raden Ayu Hatmanti Hatmohoedojo, menjadikan rumah ini sebagai pusat kebersamaan keluarga.

Seorang warga sekitar, Suryanto (54), mengatakan,
“Kalitan itu bukan cuma rumah tua. Dulu sering jadi tempat kumpul keluarga besar. Suasananya beda, terasa banget aura Jawanya.”

Setelah kedua orang tua Tien Soeharto wafat, Ndalem Kalitan tetap menjadi tempat singgah keluarga Soeharto setiap kali berada di Solo. Rumah ini seolah menjadi titik temu antara sejarah Keraton dan kekuasaan modern Indonesia.

Arsitektur yang Menyimpan Filosofi

Secara arsitektural, Ndalem Kalitan mempertahankan struktur rumah tradisional Jawa. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian utama: pendapa sebagai ruang terbuka, pinggitan sebagai ruang tengah, dan senthong sebagai ruang privat.

Struktur ini bukan sekadar desain. Ia mencerminkan filosofi kehidupan Jawa yang menempatkan keseimbangan antara ruang publik, keluarga, dan privasi.

Lebih dari Sekadar Rumah Tua

Ndalem Kalitan bukan hanya bangunan bersejarah. Ia adalah ruang yang merekam perubahan zaman, dari era Keraton hingga politik modern.

Masalahnya, banyak orang melewati tempat ini tanpa benar-benar memahami kisah di baliknya. Padahal, di balik dindingnya, tersimpan cerita tentang kekuasaan, keluarga, dan identitas Jawa yang terus hidup.

Ini bukan sekadar rumah tua. Ini potongan sejarah yang masih berdiri diam, tapi penuh makna. @jeje

Kamu Melewatkan Ini

Nasi Tumpeng: Makanan yang Menyatukan Animisme, Hindu-Budha, dan Islam

Nasi Tumpeng: Makanan yang Menyatukan Animisme, Hindu-Budha, dan Islam

by Anisa
Juli 21, 2026

Nasi tumpeng bukan warisan satu agama. Ia lahir dari pertemuan berbagai keyakinan yang membentuk wajah budaya Jawa. Apa yang kita...

Modus Miras Gelasan Terbongkar di Solo

Modus Miras Gelasan Terbongkar di Solo

by eko
Juli 21, 2026

Satpol PP Solo menggerebek outlet di kawasan Lokananta dan menyita 193 cup minuman keras ilegal yang dijual tanpa izin dalam...

Indonesia Kaya, Mengapa Rakyat Belum Sejahtera?

Indonesia Kaya, Mengapa Rakyat Belum Sejahtera?

by dimas
Juli 21, 2026

Indonesia kaya sumber daya alam, tetapi jutaan rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Di mana sebenarnya kekayaan negeri ini berhenti?...

Next Post
Anak Lain Main Game, Daffa Pilih Bongkar Mesin

Anak Lain Main Game, Daffa Pilih Bongkar Mesin

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id