Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nasaruddin Umar Tegaskan Perbedaan Awal Ramadhan Bukan Masalah

by dimas
Februari 17, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah antara pemerintah dengan Muhammadiyah seharusnya tidak menimbulkan konflik atau perpecahan. Dalam konferensi pers Sidang Isbat 1 Ramadhan 1447 H di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026) malam, Nasaruddin menekankan pentingnya menjaga persatuan meski terjadi perbedaan tanggal.

“Perbedaan itu bisa menjadi wujud persatuan yang indah. Kami mengimbau masyarakat agar perbedaan ini tidak membuat kita berpisah atau menimbulkan perasaan negatif,” ujar Nasaruddin Umar, Selasa (17/2/2026) malam.

Ia menambahkan, pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan penentuan awal puasa bukan hal baru, namun selama ini bangsa tetap utuh.

Sidang Isbat Pemerintah dan Data Hilal

Berdasarkan hasil Sidang Isbat, pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini muncul setelah pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Data pemantauan menunjukkan sudut elongasi antara 0°56’23” hingga 1°53’36”, sehingga belum memenuhi standar visibilitas yang ditetapkan pemerintah.

“Hasil hisab menunjukkan hilal belum terlihat secara signifikan, maka 1 Ramadhan ditetapkan pada 19 Februari,” jelas Nasaruddin.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan pada Rabu, 18 Februari 2026, menggunakan pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Organisasi ini menerapkan prinsip satu hari satu tanggal secara global, sehingga penentuan awal bulan hijriah tidak lagi bergantung pada lokasi geografis masing-masing negara.

Dampak Masyarakat dan Persepsi Publik

Perbedaan penetapan awal puasa ini, meski teknis, berdampak nyata bagi masyarakat. Warga yang terbiasa mengikuti kalender pemerintah dan mereka yang mengacu pada Muhammadiyah mungkin harus menyesuaikan jadwal sahur, buka puasa, dan ibadah tarawih. Para pelaku usaha kuliner, pasar takjil, hingga penyelenggara kegiatan sosial Ramadhan juga menghadapi tantangan logistik singkat karena perbedaan hari mulai puasa.

Nasaruddin menekankan bahwa hasil Sidang Isbat seharusnya menjadi simbol kebersamaan.

“Semoga hal ini mencerminkan persatuan umat Islam dan memperkuat rasa kebangsaan kita sebagai anak bangsa,” tegasnya.

Meski begitu, perbedaan ini juga menyingkap paradoks Indonesia negara yang sama-sama ingin menjaga tradisi Islam, tetapi metode observasi dan pendekatan astronominya berbeda. Bagi sebagian masyarakat, hal ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan tidak selalu berarti keseragaman.

Refleksi Ringan

Di tengah perbedaan teknis ini, Menag mengajak publik menatap bulan suci dengan optimisme. Sambil menunggu hilal benar-benar terlihat, warga diajak meneguhkan nilai toleransi dan solidaritas.

Jadi, meski kalender sedikit berbeda, semangat puasa tetap bisa sama. Perbedaan tanggal? Cuma soal angka. Persatuan? Itu yang sesungguhnya diuji. @dimas

Tags: 1447 H2026HijriahKeagamaanMenagMuhammadiyahpemerintahPerbedaanPersatuanRamadhanriSidang Isbat

Kamu Melewatkan Ini

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

by teguh
Mei 1, 2026

Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati belum juga menemukan titik terang. Laporan yang muncul sejak...

Ketika Kepala Desa Pegang Miliaran, Tapi Negara Minim Membimbing

Ketika Kepala Desa Pegang Miliaran, Tapi Negara Minim Membimbing

by teguh
April 21, 2026

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengirim pesan keras kepada jajarannya jangan mudah menetapkan kepala desa sebagai tersangka hanya karena salah administrasi....

Saat AI Dijanjikan Tambah PDB, Kita Sedang Menjadi Apa?

Saat AI Dijanjikan Tambah PDB, Kita Sedang Menjadi Apa?

by teguh
April 20, 2026

Di Bali, Sabtu 18/04/2026, panggung bicara soal masa depan kembali menyala. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut adopsi kecerdasan...

Next Post
Tragedi Wihelmina dan YBS: Ketimpangan Sosial di Balik Statistik

Tragedi Wihelmina dan YBS: Ketimpangan Sosial di Balik Statistik

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id