Muaythai Jateng memperkuat pembinaan atlet melalui penataran pelatih dan wasit juri sebagai langkah mencetak prestasi di level nasional hingga internasional.
Tabooo.id: Surakarta – Publik sering mengukur keberhasilan olahraga dari jumlah medali dan kemenangan atlet. Namun, prestasi tidak lahir hanya dari mereka yang bertanding di atas ring. Pelatih membentuk kemampuan atlet sejak latihan pertama. Wasit dan juri menjaga keadilan ketika pertandingan berlangsung. Karena itu, kualitas ketiga unsur tersebut menentukan arah pembinaan olahraga.
Kesadaran itu mendorong Muaythai Indonesia Jawa Tengah menggelar Penataran Pelatih dan Wasit Juri Level Provinsi Tahun 2026 di LORIN Solo Hotel, Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (24/7/2026) ini menghadirkan 50 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Selama dua hari, peserta mempelajari metode kepelatihan, regulasi pertandingan terbaru, serta standar perwasitan. Organisasi berharap seluruh peserta membawa pengetahuan tersebut ke daerah masing-masing agar pembinaan berjalan dengan standar yang sama.
Membangun Fondasi Prestasi Atlet
Ketua Umum Muaythai Indonesia Jawa Tengah Yohaan Mulia Legowo menegaskan bahwa organisasi tidak bisa hanya berfokus pada peningkatan kemampuan atlet. Organisasi juga harus meningkatkan kapasitas pelatih, wasit, dan juri secara berkelanjutan.
Menurut Yohaan, pelatih memegang peran penting dalam membentuk teknik, karakter, dan mental bertanding atlet. Di sisi lain, wasit dan juri menjaga integritas pertandingan melalui keputusan yang adil dan konsisten. Jika ketiga elemen tersebut berkembang bersama, peluang melahirkan atlet berprestasi akan semakin besar.
Karena itu, Muaythai Indonesia Jawa Tengah menjadikan penataran sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang. Organisasi ingin menyamakan pemahaman seluruh pelatih, wasit, dan juri terhadap perkembangan aturan serta standar kompetisi nasional.
Pengetahuan Menjadi Investasi Jangka Panjang
Ketua Panitia Linda Darrow mengatakan penataran ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pelatih, wasit, dan juri Muaythai Jawa Tengah. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi modal utama untuk memperkuat pembinaan atlet di setiap daerah.
“Kami berharap penataran ini dapat meningkatkan pengetahuan pelatih, wasit, dan juri. Dengan bekal tersebut, mereka dapat melahirkan atlet-atlet Muaythai Jawa Tengah yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan menyukseskan kegiatan ini,” ujar Linda.
Linda menjelaskan bahwa organisasi olahraga tidak cukup mengejar prestasi dalam satu kejuaraan. Organisasi juga harus membangun sistem pembinaan yang kuat. Sistem itu akan melahirkan prestasi secara berkelanjutan karena setiap pelatih, wasit, dan juri memiliki kompetensi yang terus berkembang.
Di akhir sambutannya, Linda menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, narasumber, dan seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Setelah itu, ia membuka penataran secara resmi.
“Bismillahirrahmanirrahim, Penataran Pelatih dan Wasit Juri Muaythai Jawa Tengah Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tambahnya.
Menyamakan Standar Pembinaan Muaythai
Usai pembukaan, panitia langsung memulai sesi materi. Sari Dinanti dari bidang perwasitan PB Muaythai Indonesia menjadi narasumber pertama. Ia menjelaskan perkembangan regulasi terbaru, standar kepemimpinan pertandingan, serta teknik pengambilan keputusan di arena.
Selain menerima materi, peserta juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan pembinaan di daerah. Forum tersebut memberi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus mencari solusi atas persoalan yang muncul dalam proses pembinaan atlet.
Penataran ini tidak hanya memperbarui pengetahuan peserta. Kegiatan ini juga menyatukan persepsi pelatih, wasit, dan juri di seluruh Jawa Tengah. Kesamaan standar akan memudahkan proses pembinaan sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi di tingkat daerah.
Muaythai Indonesia Jawa Tengah meyakini bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Organisasi harus membangun fondasi yang kuat melalui pelatih yang kompeten, wasit yang berintegritas, dan juri yang profesional. Ketika ketiga unsur tersebut berkembang bersama, atlet akan tumbuh dalam sistem pembinaan yang sehat. Dari sistem itulah Muaythai Jawa Tengah menyiapkan langkah menuju persaingan nasional hingga internasional. @dimas







