Solo menjajaki kerja sama dengan Selandia Baru di bidang tenaga kerja, pendidikan, dan pertanian. Ada peluang belajar dan transfer pengalaman.
Tabooo.id: Solo punya keraton, batik, pasar tradisional, dan banyak warisan budaya. Namun, Solo juga terus mencari cara untuk menyiapkan warganya menghadapi masa depan.
Pada Kamis (10/9/2026), Wali Kota Surakarta Respati Ardi bertemu Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Taula, di Balai Kota Surakarta.
Mereka membahas peluang kerja sama di bidang tenaga kerja, pendidikan, dan pertanian.
Salah satu gagasannya cukup menarik.
Solo ingin membuka peluang bagi tenaga kerja untuk bekerja di Selandia Baru. Setelah itu, mereka bisa pulang membawa pengalaman baru.
Dari Kota Budaya ke Kota Pembelajar
Kerja sama antarnegara sering identik dengan investasi dan ekonomi.
Namun, pertemuan Solo dan Selandia Baru membawa cerita lain.
Manusia menjadi bagian penting dalam pembahasan tersebut.
Respati mengatakan Pemkot Surakarta ingin membuka peluang kerja bagi banyak tenaga kerja Solo.
Sektor agritek atau pertanian berbasis teknologi menjadi salah satu bidang yang menarik perhatian.
“Fokusnya adalah saya ingin mengirimkan banyak tenaga kerja ke sana. Ada peluang bagus sekali banyak di bidang agritek, agriculture,” kata Respati.
Pemkot Surakarta juga melihat pengalaman kerja sebagai bagian dari proses belajar.
Pekerja dapat mencari pengalaman selama satu hingga dua tahun. Setelah itu, mereka bisa membawa pengalaman tersebut kembali ke Indonesia.
Konsepnya sederhana.
Pergi untuk belajar. Pulang untuk membawa perubahan.
Pertanian Jadi Jembatan Dua Dunia
Pertanian menjadi salah satu pintu kerja sama Solo dan Selandia Baru.
Bagi sebagian anak muda kota, pertanian mungkin terasa jauh dari kehidupan mereka.
Sawah, peternakan, alat produksi, dan pekerjaan agrikultur sering dianggap sebagai sektor lama.
Padahal, pertanian terus berkembang.
Teknologi ikut mengubah cara orang bertani. Teknologi juga membantu peternak mengelola produksi dan sumber daya.
Karena itu, pengalaman Selandia Baru dapat membuka ruang belajar bagi anak muda Solo.
Pemkot Surakarta tidak hanya membahas peluang kerja.
Mereka juga menjajaki program student exchange.
Pelajar Solo dapat belajar tentang pertanian, bercocok tanam, dan peternakan.
“Belajar untuk agri, untuk bertani, bercocok tanam dan peternak ini yang luar biasa di sana,” ujar Respati.
Jadi, yang bergerak bukan hanya manusia.
Pengetahuan ikut bergerak.
Ketika Anak Muda Tak Cuma Ingin Pergi
Bekerja di luar negeri sering identik dengan mencari penghasilan.
Namun, pengalaman internasional juga punya nilai lain.
Ada keterampilan, ada jaringan dan ada cara berpikir baru.
Jika kerja sama ini berjalan, pekerja Solo dapat membawa pengalaman tersebut saat kembali ke daerah.
Pengalaman itu kemudian bisa berkembang menjadi pengetahuan baru.
Hal yang sama berlaku untuk pelajar.
Mereka bisa belajar langsung dari lingkungan pendidikan dan pertanian di Selandia Baru.
Setelah pulang, mereka dapat membawa perspektif baru ke Solo.
Di sinilah budaya ikut masuk.
Pertukaran manusia selalu membawa pertukaran kebiasaan. Cara berpikir juga ikut berubah.
Orang pergi ke tempat baru.
Lalu mereka pulang dengan cerita baru.
Bukan Sekadar Kirim Orang
Philip Taula menyambut baik pertemuan tersebut.
Ia mengatakan Solo dan Selandia Baru membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan dan agrikultur.
Kedua pihak juga membicarakan peluang kerja bagi masyarakat Solo di Selandia Baru.
“Kita membahas opportunity untuk kerja sama antara pemerintah New Zealand dan pemerintah Solo juga. Misalnya di bidang pendidikan atau bidang agrikultur,” kata Philip.
Ia juga mengatakan pembicaraan soal tenaga kerja akan berlanjut.
“Wali Kota juga tanya mengenai isu tenaga kerja yang mungkin bisa dapat kesempatan ke New Zealand juga. Jadi kami bicara mengenai itu dan mau berlangsung atau berlanjut pembicaraan itu,” ujarnya.
Saat ini, kerja sama tersebut masih dalam tahap penjajakan.
Kedua pihak belum menentukan bentuk kerja sama secara final.
Namun, arah pembicaraan sudah terlihat. Solo ingin membuka akses baru bagi warganya.@eko








