Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

1.750 Pesilat Berlaga di Piala Panglima TNI Solo

by eko
September 11, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
1.750 pesilat mengikuti Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI di Solo, lengkap dengan coaching clinic dan door prize sepeda listrik.

Tabooo.id: Surakarta – GOR Manahan, Surakarta, dipenuhi 1.750 pesilat dari berbagai daerah, Jumat (11/9/2026) siang. Mereka bertarung dalam Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI.

Sebanyak 320 kontingen mengikuti turnamen berskala nasional ini. Kejuaraan berlangsung selama tiga hari, 11-13 September 2026.

TNI menggelar turnamen ini untuk menyambut HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026. Ajang tersebut juga menjadi ruang bagi atlet untuk mengejar prestasi.

1.750 Pesilat Adu Kemampuan

Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira membuka turnamen di GOR Manahan.

Sejumlah Komandan Kodim dan Komandan Lanud Adi Soemarmo turut menghadiri pembukaan.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

Arry mengatakan turnamen ini memiliki target lebih besar dari sekadar perayaan HUT TNI.

Menurutnya, Piala Panglima TNI ikut mendorong perkembangan olahraga pencak silat di tingkat nasional.

“Event ini skala nasional, Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI untuk mendukung prestasi olahraga nasional,” kata Arry.

Para peserta akan bertanding selama tiga hari. Mereka membawa target masing-masing, mulai dari pengalaman hingga peluang meraih prestasi.

Kategori TNI-Polri dan Umum Dipisah

Panitia membagi peserta dalam kategori TNI-Polri dan kategori umum.

Pembagian ini membuat proses pembinaan atlet lebih terarah. Panitia juga ingin menemukan pesilat potensial untuk pembinaan lanjutan.

“Kami juga nanti mencari atlet-atlet yang mungkin bisa dibina lagi lebih jauh dan lebih intensif,” ujar Arry.

Meski begitu, personel TNI-Polri tetap bisa mengikuti kategori umum. Aturan tersebut membuka kesempatan bagi peserta untuk menghadapi lawan dengan latar belakang berbeda.

Ada Coaching Clinic dan Door Prize

Turnamen ini punya sisi menarik di luar pertandingan.

Panitia menghadirkan coaching clinic bersama praktisi pencak silat sekaligus atlet Indonesia, Deni Aprisani.

Sesi tersebut memberi kesempatan peserta untuk mendapat pengalaman dan wawasan langsung dari praktisi pencak silat.

Tak berhenti di situ, panitia juga menyiapkan berbagai door prize untuk peserta dan pengunjung.

Hadiah yang tersedia cukup beragam, mulai dari sepeda hingga sepeda listrik.

Kehadiran coaching clinic dan door prize membuat suasana turnamen terasa lebih hidup. Ajang ini tidak hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga pengalaman bagi peserta dan masyarakat yang datang.

Pemkot Soroti Nilai Budaya

Pemerintah Kota Surakarta ikut menyambut positif turnamen tersebut.

Mewakili Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Surakarta Purwanti menghadiri pembukaan.

Purwanti menilai turnamen ini bisa memperkuat hubungan antara TNI, Polri, atlet, pelatih, dan masyarakat.

“Selain menjadi ajang untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan prestasi olahraga, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi,” kata Purwanti.

Menurut Pemkot Surakarta, pencak silat tidak hanya soal menang dan kalah.

Olahraga ini memiliki akar kuat dalam budaya Indonesia. Pencak silat juga mengajarkan disiplin, keberanian, ketangguhan, pengendalian diri, dan sportivitas.

Bukan Cuma Soal Podium

Sebanyak 1.750 peserta membuat turnamen ini lebih dari sekadar agenda tiga hari.

Arena Manahan menjadi tempat para pesilat menguji kemampuan. Di saat yang sama, panitia mencari bibit atlet yang punya potensi untuk berkembang.

Coaching clinic memberi warna lain dalam turnamen. Door prize juga membuat peserta punya pengalaman berbeda di luar arena pertandingan.

Pertandingan selesai dalam tiga hari. Namun, pembinaan atlet harus berjalan jauh lebih lama.

Piala Panglima TNI akhirnya bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium.

Ajang ini juga tentang siapa yang terus berlatih, berkembang, dan membawa pencak silat ke level berikutnya.

GOR Manahan menjadi panggung. Pesilat menjadi pemainnya. Masa depan pencak silat menjadi pertaruhannya.@eko

Tags: olahragaPencak SilatPiala Panglima TNISolo

Kamu Melewatkan Ini

Silat Panglipur: Sejarah, Filosofi dan Warisan Abah Aleh

Silat Panglipur: Sejarah, Filosofi dan Warisan Abah Aleh

by dimas
September 15, 2026

Silat Panglipur menyimpan sejarah panjang Abah Aleh, filosofi pencak silat, serta warisan budaya yang terus hidup lintas generasi hingga kini....

Doa dan Lilin Jurnalis Solo untuk 5 Rekan Hilang di Anak Krakatau

Doa dan Lilin Jurnalis Solo untuk 5 Rekan Hilang di Anak Krakatau

by dimas
September 15, 2026

Jurnalis Solo menggelar doa dan menyalakan lilin untuk lima rekan yang hilang saat perjalanan menuju kawasan Anak Krakatau. Tabooo.id: Surakarta...

Solo Bidik Peluang Kerja dan Belajar di Selandia Baru

Solo Bidik Peluang Kerja dan Belajar di Selandia Baru

by eko
September 10, 2026

Solo menjajaki kerja sama dengan Selandia Baru di bidang tenaga kerja, pendidikan, dan pertanian. Ada peluang belajar dan transfer pengalaman....

Next Post
Hari Keempat Pencarian, Lima Jurnalis di Anak Krakatau Belum Ditemukan

Hari Keempat Pencarian, Lima Jurnalis di Anak Krakatau Belum Ditemukan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id