Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mobil “Merah Putih”, Tapi Bukan Buatan Sendiri

by dimas
April 8, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Talk – Katanya mau mandiri. Namun, kenapa kendaraan operasional justru impor?

Saat ini, 1.200 mobil pikap dan truk sudah masuk dari India. Angka itu baru permulaan dari rencana besar 105.000 unit untuk mendukung program Koperasi Merah Putih. Ironisnya, program ini justru dipromosikan sebagai simbol kemandirian ekonomi.

Jadi, kita benar-benar sedang membangun industri sendiri atau malah memperluas pasar negara lain?

Logika “Efisiensi” yang Terlalu Cepat

PT Agrinas Pangan Nusantara punya alasan. Harga mobil lokal dinilai lebih mahal, stok terbatas, dan pembelian besar dikhawatirkan mengganggu distribusi produsen dalam negeri.

Sekilas, argumen itu terdengar rasional.

Ini Belum Selesai

Karhutla Meluas, Tanggung Jawab Korporasi Jadi Sorotan

Suap HGB Terbongkar, Sistem Pertanahan Jadi Sorotan

Namun, di sinilah letak masalahnya. Kita terlalu sering memilih solusi instan tanpa menghitung dampak jangka panjang. Akibatnya, efisiensi hari ini justru berpotensi menjadi beban di masa depan.

Industri Dalam Negeri yang Ditinggal

Di sisi lain, momentum kebijakan ini terasa janggal. Industri otomotif nasional sedang melemah, bahkan sebagian pekerja terkena PHK.

Alih-alih membantu pemulihan, impor justru mempersempit ruang hidup industri lokal. Ketika pabrik dalam negeri butuh pesanan, negara malah berbelanja ke luar.

Lalu, siapa sebenarnya yang sedang kita selamatkan?

Janji Lama yang Terus Berulang

Sebenarnya, pola ini bukan hal baru.

Sejak era Orde Baru hingga proyek mobil Esemka di masa Joko Widodo, cerita yang muncul hampir selalu sama ambisi besar, eksekusi setengah jalan.

Karena itu, pertanyaannya bergeser. Bukan lagi “kenapa gagal?”, melainkan “kenapa kegagalan ini terus diulang?”

Kehilangan Proses Belajar

Menurut Kenneth Arrow, kemampuan teknologi lahir dari praktik langsung.

Artinya, tanpa produksi, tidak ada pembelajaran.

Sayangnya, ketika impor menjadi pilihan utama, kita bukan hanya membeli barang. Kita juga memindahkan proses belajar itu ke negara lain. Akibatnya, Indonesia hanya menjadi pengguna, bukan pencipta.

Tahap yang Kita Lewatkan

Lebih jauh, Linsu Kim menjelaskan bahwa negara berkembang harus melewati tiga tahap: imitasi, adaptasi, lalu inovasi.

Namun, semua tahap itu butuh satu syarat utama industri domestik yang hidup.

Jika pasar justru dibanjiri produk impor, kapan proses itu bisa terjadi?

Negara Lain Memilih Jalan Sulit

Sebaliknya, negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China pernah menghadapi kondisi serupa.

Namun, mereka tidak memilih jalan cepat.

Mereka melindungi industri lokal, memaksa transfer teknologi, dan berinvestasi besar sejak awal. Memang mahal, tetapi hasilnya nyata: kini mereka menjadi pemain global.

Sementara itu, Indonesia masih berkutat sebagai pasar.

Ketika Rente Lebih Menggiurkan

Di balik semua ini, ada persoalan yang lebih dalam struktur ekonomi.

Membangun industri butuh waktu panjang, biaya besar, dan kesabaran. Sebaliknya, impor menawarkan jalur cepat, praktis, dan sering kali menguntungkan dalam jangka pendek.

Akibatnya, keputusan ekonomi kerap bergeser. Bukan lagi soal membangun kapasitas, melainkan soal siapa yang mendapat keuntungan hari ini.

Dan sayangnya, publik jarang masuk dalam daftar itu.

“Merah Putih” atau Sekadar Label?

Program ini membawa nama besar Merah Putih.

Namun, jika mesinnya impor, teknologinya asing, dan industrinya tidak kita bangun, apa makna simbol itu?

Apakah ini benar-benar kemandirian, atau hanya kemasan nasional untuk kebijakan yang tetap bergantung?

Penutup: Kita Mau Jadi Apa?

Sejauh ini, Indonesia sudah lama menjadi pasar otomotif bagi Jepang, Korea Selatan, China, dan kini India.

Jika pola ini terus berlanjut, daftar itu akan semakin panjang.

Karena pada akhirnya, kemandirian bukan sekadar slogan. Ia lahir dari pilihan yang konsisten.

Masalahnya, hari ini kita masih memilih jalan cepat.

Jadi, sampai kapan kita nyaman jadi pasar? @dimas

Tags: Ekonomi IndonesiaImporIndustriKebijakanKemandirianKoperasiKritikMerah PutihMobilNasionalOtomotif

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Lepas 432 Atlet ke Asian Games: Latihan, Mental dan Beban Harapan

Prabowo Lepas 432 Atlet ke Asian Games: Latihan, Mental dan Beban Harapan

by dimas
September 9, 2026

Prabowo melepas 432 atlet Indonesia menuju Asian Games 2026. Latihan, mental, dan beban harapan menjadi tantangan sebelum Merah Putih bertanding....

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Next Post
Empat Musim Pertiwi: Pulang ke Rumah atau Kembali ke Luka?

Empat Musim Pertiwi: Pulang ke Rumah atau Kembali ke Luka?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id