Senin, September 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mendag Tinjau MBG Solo, Ompreng Rusak Wajib Dikembalikan

by eko
September 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter
Mendag Budi Santoso meninjau MBG di SPPG Semanggi 2 Solo dan meminta sekolah mengembalikan ompreng jika segelnya rusak.

Tabooo.id: Surakarta – Mendag Budi Santoso meninjau pelaksanaan MBG di SPPG Semanggi 2, Solo. Ia meminta sekolah mengembalikan ompreng jika segelnya rusak.

Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan cuma soal menu dalam ompreng. Petugas juga perlu menjaga cara pengemasan makanan untuk anak-anak.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meninjau proses MBG di SPPG Semanggi 2, Pasar Kliwon, Solo, Senin (21/9/2026).

Mendag Cek Proses MBG

Budi melihat proses memasak, pengisian makanan, penyegelan ompreng, hingga pengiriman ke sekolah.

Petugas SPPG Semanggi 2 mengisi makanan ke dalam ompreng. Mereka kemudian memasukkan ompreng ke sealer dan menggunakan sinar ultraviolet (UV), sesuai penjelasan Budi.

Ini Belum Selesai

Kasus MS Melebar: Room Karaoke Jadi Viral, Uang Jadi Persoalan

Gus Nur Gugat Negara Rp4,27 Miliar di PN Solo

Setelah proses tersebut, petugas menutup ompreng dengan plastik. Cara ini membantu menjaga kondisi makanan sejak petugas mengemasnya hingga anak-anak menerimanya.

“Setelah itu disegel (omprengnya) plastik. Ini untuk menjamin bahwa ompreng ini mulai dimasukkan sampai dikonsumsi anak-anak ini sehat,” kata Budi.

Budi meminta sekolah memeriksa kondisi segel sebelum menerima makanan. Jika segel terbuka atau rusak, sekolah harus mengembalikan ompreng kepada SPPG.

Ompreng Punya Batas Konsumsi

Setiap ompreng mencantumkan informasi waktu konsumsi. Budi menyebut keterangan tersebut mencantumkan batas konsumsi sebelum pukul 13.00 WIB.

“Jangan diterima jika segel rusak. Dan ini ada jamnya baik dikonsumsi sebelum pukul 13.00 WIB,” ujar Budi.

Kepala SPPG Semanggi 2 Dian Sari Kusuma mengatakan fasilitas UV menjadi salah satu pembeda di tempat tersebut.

Dian menjelaskan alur pengemasan di SPPG Semanggi 2. Petugas lebih dulu melakukan penyinaran UV setelah mengisi makanan ke dalam ompreng.

Mereka kemudian menutup seluruh bagian ompreng dengan plastik.

“Kalau di sini omprengnya tertutup 360 derajat. Jadi dipastikan aman,” kata Dian.

Dian juga menjelaskan mekanisme pengembalian ompreng. Sekolah dapat mengembalikan ompreng kepada SPPG jika segelnya rusak.

Langkah itu membantu mengurangi risiko pencemaran dari luar.

MBG Gerakkan UMKM Lokal

Budi menilai proses pengemasan dan distribusi SPPG Semanggi 2 dapat menjadi contoh bagi SPPG lain di Solo.

Ia juga menyoroti keterlibatan UMKM dalam memenuhi kebutuhan MBG. Sejumlah pelaku usaha memasok berbagai bahan, termasuk sayuran.

“Banyak UMKM yang terlibat untuk sayur segala macam. Jadi penyerapan MBG ini luar biasa terutama untuk UMKM kita,” ungkap Budi.

Program MBG tidak hanya menyentuh kebutuhan makanan anak sekolah. Program ini juga membuka ruang bagi UMKM untuk masuk dalam rantai pasok.

Keamanan makanan juga bergantung pada proses setelah petugas memasak. Petugas perlu menjaga makanan sejak pengemasan hingga sekolah menerima ompreng.

Karena itu, sekolah perlu memeriksa segel sebelum membagikan makanan kepada siswa.

Ompreng utuh, segel aman, makanan sampai tujuan.@eko

Tags: MBGMenteri PerdaganganSPPG Semanggi 2Surakarta

Kamu Melewatkan Ini

MBG, Pakar dan Ruang Kritik yang Menyempit

MBG, Pakar dan Ruang Kritik yang Menyempit

by dimas
September 21, 2026

MBG dan kritik pakar kembali menjadi sorotan. Di tengah persoalan program, ruang kritik publik diuji oleh respons kekuasaan terhadap suara...

Rapor Pemerintah: Siapa yang Menulis, Siapa yang Menilai?

Rapor Pemerintah: Siapa yang Menulis, Siapa yang Menilai?

by teguh
September 21, 2026

Pemerintah menghitung capaian lewat kebijakan dan program dan dituangkan dalam rapor pemerintah. Publik mengukurnya melalui harga kebutuhan, pekerjaan, layanan, dan...

Pegawai SPPG Olok-olok Korban MBG, Empati Jadi Sorotan

Pegawai SPPG Olok-olok Korban MBG, Empati Jadi Sorotan

by dimas
September 20, 2026

Pegawai SPPG olok-olok korban MBG hingga menuai sorotan. BGN menegur SPPG dan menekankan pentingnya empati dalam pelayanan. Tabooo.id - Ada...

Next Post
JS Kunisaki Bergerak ke Ketapang, Chinook Jepang Buru Karhutla

JS Kunisaki Bergerak ke Ketapang, Chinook Jepang Buru Karhutla

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id