Minggu, November 8, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
RADIO
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kirab Dhaup Ageng Mangkunegaran Dipadati Warga, Tradisi Keraton Masih Punya Daya Pikat

by jeje
November 7, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Ribuan warga memadati sepanjang jalur kirab Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran, Sabtu (7/11/2026), untuk menyaksikan langsung prosesi pernikahan G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dan KPH FX Adimas Rosdian. Diiringi drum band TNI, pasukan Bergodo, pasukan berkuda, hingga kereta Glass Landauer, kemegahan tradisi kerajaan ini tak hanya menyita perhatian warga lokal, tetapi juga mengundang kekaguman masyarakat dari luar daerah.

Tabooo.id – Kemegahan tradisi kerajaan kembali menyita perhatian masyarakat Kota Surakarta. Kirab Dhaup Ageng G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dan KPH FX Adimas Rosdian, Sabtu (7/11/2026), dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung prosesi pernikahan adat Pura Mangkunegaran.

Ribuan pasang mata memadati sepanjang jalur kirab. Masyarakat dari Surakarta dan berbagai daerah turut hadir untuk menikmati salah satu momen budaya yang menyuguhkan kemegahan tradisi Mangkunegaran.

Prosesi kirab berlangsung meriah dengan iring-iringan yang menarik perhatian penonton. Barisan terdepan diawali drum band pasukan TNI, kemudian disusul pasukan Bergodo dan pasukan berkuda.

Puncak iring-iringan menampilkan kereta Glass Landauer yang membawa Gusti Sura dan KPH FX Adimas Rosdian. Berdasarkan pantauan di lapangan, KGPAA Mangkunegara X secara langsung melepas prosesi kirab tersebut.

Warga Rela Datang Demi Menyaksikan Momen Bersejarah

Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran penonton yang memadati jalur kirab sejak siang hari. Bagi sebagian warga, kesempatan menyaksikan prosesi adat Mangkunegaran secara langsung menjadi pengalaman yang istimewa.

Lucia Yudianingtyas (58), warga asal Colomadu, bahkan sengaja datang seorang diri untuk menyaksikan kebahagiaan Gusti Sura dan Kanjeng Dimas.

“Datang sendiri, pengin menyaksikan kirab Gusti Sura sama Kanjeng Dimas,” ujar Lucia.

Meski tidak datang bersama keluarga atau teman, Lucia tetap menikmati setiap rangkaian prosesi. Ia mengaku ikut merasakan keharuan dan kebahagiaan ketika menyaksikan kedua mempelai dalam kirab tersebut.

“Ya, rasanya ikut terharu, ikut senang. Doanya semoga berbahagia selalu, rukun sampai kakek-kakek dan nenek-nenek. Amin, segera dapat momongan juga,” tuturnya.

Bagi Lucia, kebahagiaan pasangan pengantin seolah turut dirasakan masyarakat yang hadir. Kehangatan semacam ini membuat kirab tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menghadirkan kedekatan emosional antara keluarga Mangkunegaran dan masyarakat.

Pendatang Ikut Terpukau Kemegahan Tradisi Mangkunegaran

Daya tarik Kirab Dhaup Ageng ternyata tidak hanya dirasakan masyarakat lokal. Warga pendatang yang kini tinggal di Surakarta juga menikmati pengalaman budaya tersebut.

Intan (25), seorang pekerja asal Banjarnegara yang kini menetap di Surakarta, mengaku terkesan dengan kemegahan rombongan kirab.

Ia bahkan merasakan sensasi tersendiri ketika menyaksikan iring-iringan yang melibatkan drum band, pasukan Mangkunegaran, hingga kedua mempelai.

“Kesan-kesannya melihat rombongan kirab cukup merinding, soalnya di depan ada marching band juga, terus di belakangnya ada tim-tim dari Pura Mangkunegaran, Gusti Sura cantik, suaminya juga gagah gitu sih,” ucap Intan.

Menurutnya, pengalaman tersebut terasa istimewa karena daerah asalnya tidak memiliki sistem keraton serupa. Karena itu, menyaksikan tradisi Mangkunegaran secara langsung menjadi pengalaman budaya yang berbeda baginya.

Intan juga menyampaikan doa terbaik untuk kehidupan rumah tangga kedua mempelai.

“Semoga sakinah, mawaddah, warahmah. Kemudian semoga bisa menjalin kehidupan yang lebih baik, lebih indah berdua dan juga semoga selalu bahagia, langgeng,” tambahnya.

Ketika Tradisi Keraton Menjadi Milik Masyarakat

Kirab Dhaup Ageng Gusti Sura dan KPH FX Adimas Rosdian memperlihatkan bahwa tradisi kerajaan masih memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat modern.

Kemegahan kereta, pasukan Bergodo, iring-iringan berkuda, hingga prosesi adat menjadi daya tarik yang mengundang masyarakat untuk datang dan menyaksikan langsung.

Namun, makna kirab tidak berhenti pada kemegahan visual. Kehadiran warga dari berbagai daerah, termasuk mereka yang tidak memiliki kedekatan langsung dengan lingkungan keraton, memperlihatkan bagaimana tradisi dapat menjadi ruang perjumpaan budaya. @jeje

Tags: Budaya JawaGusti SuraKirab BudayaKirab Dhaup AgengKPH Adimas RosdianPura MangkunegaranSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Jumenengan Pertama PB XIV  Digelar Sederhana, Revitalisasi Keraton Tak Hentikan Tradisi Sakral

Jumenengan Pertama PB XIV Digelar Sederhana, Revitalisasi Keraton Tak Hentikan Tradisi Sakral

by jeje
November 7, 2026

Di tengah revitalisasi kawasan Keraton Surakarta Hadiningrat, Hajad-Dalem Tingalan Dalem Jumenengan ke-1 SISKS Pakoe Boewono XIV tetap digelar pada Kamis...

Menjaga Mata Air, Merawat Tradisi Dawetan Umbul Kroman, Klaten

Menjaga Mata Air, Merawat Tradisi Dawetan Umbul Kroman, Klaten

by Waras
November 3, 2026

Air menghidupi manusia setiap hari, tetapi manusia tidak selalu ingat cara menjaganya. Di Mranggen, Klaten, masyarakat merawat ingatan itu melalui...

Sudah Dibasahi, Api TPA Putri Cempo Muncul Lagi

Sudah Dibasahi, Api TPA Putri Cempo Muncul Lagi

by teguh
September 24, 2026

Api kembali muncul di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Kamis 24/09/2026. Padahal, petugas sebelumnya sudah melakukan pembasahan dan...

◉
TABOOO RADIOVERSE
SATU BUMI · RIBUAN FREKUENSI
RADIO ONLINE
Dimulai dari Indonesia, jelajahi seluruh dunia
Menyiapkan peta dunia…
Putar bumi · Klik titik kota · Dengarkan radio
🌏 INDONESIA FOCUS
JELAJAHI SUARA DUNIA

Temukan frekuensimu.

Pilih kota, lalu dengarkan siarannya.

⌕

Radio pilihan

— stasiun
Memuat direktori radio…
1 / 1
♫
SIAP MENDENGARKAN
Pilih stasiun radio
Jelajahi frekuensi dari seluruh dunia
◖))
Belum ada siaran
Powered by TABOOO · Radioverse v1.2Audio disiarkan oleh stasiun pihak ketiga · Radio Browser · Peta © OpenStreetMap

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
    • Pattern
  • Figures
  • Radioverse

© 2026 Tabooo.id