• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

MBG Tambah Beban Sampah, Pemprov Jateng Minta Dapur Bertanggung Jawab

Februari 18, 2026
in News, Regional
A A
MBG Tambah Beban Sampah, Pemprov Jateng Minta Dapur Bertanggung Jawab

Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta. (Foto: Antara Foto)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pemerintah dorong sebagai solusi gizi nasional kini memunculkan persoalan baru lonjakan sampah organik. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengakui dapur penyedia makanan menghasilkan tambahan limbah, sementara tempat pembuangan akhir (TPA) sudah lama menanggung beban berlebih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Widi Hartanto, menegaskan aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung meningkatkan volume sisa bahan makanan. Ia menyebut kenaikan jumlah dapur mempercepat pertambahan timbulan sampah.

“Tentu ada pengaruhnya terhadap timbulan sampah,” ujar Widi, pada Selasa (17/2/2026).

Karena itu, pemerintah daerah mengubah strategi. Mereka tidak lagi mengandalkan TPA sebagai solusi utama. Sebaliknya, mereka mewajibkan dapur MBG mengelola sampah langsung dari sumbernya.

Ambisi Gizi Nasional Bertemu Kenyataan Lingkungan

Pemerintah merancang program MBG untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia. Setiap hari, dapur menyiapkan ribuan porsi makanan. Namun, aktivitas itu juga menghasilkan sisa bahan makanan dalam jumlah besar.

Seiring bertambahnya dapur MBG di berbagai daerah, volume sampah terus naik. Pemerintah memang belum merilis angka rinci, tetapi tren kenaikan terlihat jelas di lapangan.

Masalah semakin serius karena banyak TPA di Jawa Tengah sudah mencapai batas kapasitas. Beberapa bahkan tidak mampu menampung tambahan sampah.

Jika pengelola dapur terus mengirim limbah ke TPA, tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah akan semakin berat. Karena itu, pemerintah daerah mendorong pengelolaan mandiri untuk menahan laju krisis ini.

Magot dan Komposter Jadi Senjata Baru

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah menawarkan solusi konkret. Mereka melatih pengelola dapur memanfaatkan magot untuk mengurai sampah organik. Larva lalat ini mampu menghabiskan limbah dapur dengan cepat sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

Selain itu, pemerintah mendorong penggunaan komposter dan lubang biopori. Melalui cara ini, pengelola dapur bisa mengurangi sampah tanpa membebani TPA.

“Sudah banyak inovasi yang kita tawarkan, seperti magot, komposter, dan biopori,” tambahnya.

Melalui langkah ini, pemerintah ingin mengubah pola pikir. Mereka tidak lagi memandang sampah sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan.

Namun, perubahan ini menuntut adaptasi cepat. Pengelola dapur kini tidak hanya memasak, tetapi juga harus mengurus limbah yang mereka hasilkan.

Beban Baru bagi Dapur dan Risiko bagi Masyarakat

Pengelola dapur MBG menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya. Mereka harus menambah pekerjaan baru di tengah rutinitas memasak. Mereka juga harus menyediakan tenaga, waktu, dan fasilitas tambahan.

Di sisi lain, pemerintah daerah menghadapi tekanan besar. Jika dapur gagal mengelola sampah, TPA akan semakin cepat penuh.

Namun, masyarakat menanggung risiko paling besar. Ketika TPA meluap, bau menyebar ke permukiman. Pencemaran meningkat. Kualitas hidup pun menurun.

Masalah ini tidak lagi berhenti di dapur. Masalah ini bisa menjalar ke lingkungan sekitar.

Program Besar, Konsekuensi Besar

Program Makan Bergizi Gratis mencerminkan ambisi besar pemerintah untuk membangun generasi sehat. Namun, kebijakan besar selalu membawa konsekuensi nyata.

RelatedPosts

Pemerintah Siapkan WFH 1 Hari untuk Tekan Konsumsi BBM

Harga Emas Dunia Anjlok di Tengah Tekanan Suku Bunga Tinggi

Program ini memang memberi makanan gratis. Namun, program ini juga menghasilkan limbah yang tidak sedikit.

Pemerintah kini menghadapi ujian yang sesungguhnya. Mereka tidak hanya harus memberi makan rakyat, tetapi juga harus membereskan sisa dari makanan itu.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya terlihat dari apa yang dibagikan tetapi juga dari bagaimana negara bertanggung jawab atas dampak yang ditinggalkan. @dimas

Tags: GiziGratisJawa TengahKebijakanLingkunganMagotMakanMakan Bergizi GratisMBGNasionalPengelolaanPublikSampahTPA
Next Post
Wamenag: Tak Ada Sweeping Rumah Makan, Hormati yang Tidak Berpuasa

Wamenag: Tak Ada Sweeping Rumah Makan Saat Bulan Puasa

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.