Tabooo.id: Entertainment – Ada momen ketika timeline yang biasanya riuh tiba-tiba terasa sepi. Bukan karena server down, melainkan karena satu nama berhenti muncul. Jumat malam (23/1), publik media sosial dikejutkan kabar duka: selebgram sekaligus kreator multitalenta, Lula Lahfah, meninggal dunia di usia 26 tahun. Usianya terlalu muda, kepergiannya terlalu cepat, dan kesedihannya terasa sunyi di dunia yang biasanya bising.
Nama Lula Lahfah mendadak jadi kata kunci di berbagai platform. Orang-orang mencari kabarnya bukan karena endorse atau konten viral, tapi karena kehilangan. Jenazah Lula sudah dievakuasi dan berada di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Pihak keamanan rumah sakit membenarkan informasi itu, sementara keluarga menyiapkan prosesi persemayaman untuk sementara waktu.
Duka yang Tampak Nyata di Rumah Sakit
Suasana duka begitu terasa di ruang jenazah. Reza Arap, kekasih Lula, hadir sejak awal. Hoodie abu-abu, wajah tertunduk, ekspresinya berbicara sendiri. Di sampingnya, Ipul sahabat dekat sekaligus rekan Weird Genius setia menemani. Kadang, duka memang tak butuh kata-kata.
Sejumlah sahabat dan rekan selebgram datang dengan mata sembab: Sarah Gibson, Wendy Walters, Aqn Story, hingga Ijot. Mereka hadir sebagai teman yang kehilangan, bukan figur publik.
Hingga artikel ini ditulis, keluarga dan orang-orang terdekat belum memberikan pernyataan resmi soal penyebab meninggalnya Lula Lahfah. Mereka memilih diam, karena di tengah kehilangan, menguatkan diri lebih penting daripada klarifikasi.
Karier Singkat tapi Bersinar
Lula memulai kariernya di industri hiburan digital sejak 2013. Awalnya sebagai kreator, ia kemudian merambah musik dengan merilis single Pergilah. Pada 2016, ia berkolaborasi dengan Roy Richardo dan Gaga Muhammad lewat lagu Panjat Social.
Karier Lula terus melebar: YouTuber, selebgram, model, penyanyi, hingga aktris. Di dunia akting, ia membintangi sinetron Kisah Cinta SMA dan terlibat dalam program Angling Sagaran serta Total Chaos. Ia pernah bekerja sama dengan nama-nama besar seperti Nikita Willy dan Ricky Harun. Di luar layar, Lula dikenal ceria, ekspresif, dan terasa “hidup”.
Sisi Rapuh yang Tersembunyi di Media Sosial
Media sosial sering menyembunyikan sisi rapuh seseorang. Menjelang pergantian tahun 2026, Lula sempat dirawat di rumah sakit. Di TikTok, ia tetap bercanda—lipsync dengan tangan yang terhubung infus. “Tiktokan deh, udah eneg bgt seminggu di RS,” tulisnya, menunjukkan humor khas generasi yang menertawakan rasa sakit.
Di kolom komentar, ia membagikan kondisi kesehatannya: ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, GERD. Tubuhnya berjuang, sementara dunia hanya melihat potongan video berdurasi 15 detik.
Refleksi di Balik Kehilangan
Kepergian Lula Lahfah jadi pengingat pahit: di balik konten lucu dan senyum kamera, ada manusia yang bisa lelah, sakit, dan rapuh. Popularitas tidak selalu sejalan dengan kesehatan. Empati pun sering datang terlambat.
Malam ini, timeline memang terasa sunyi. Namun di keheningan itu, kita diajak berhenti sejenak. Mengingat dan bertanya: sudahkah kita cukup peduli, sebelum kehilangan kembali terjadi? @eko




