• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Lonjakan Harga Cabai Rawit dan Ayam Warnai Pergerakan Pangan Nasional

Maret 8, 2026
in Nasional, News
A A
Lonjakan Harga Cabai Rawit dan Ayam Warnai Pergerakan Pangan Nasional

Pedagang daging ayam melayani pembeli di pasar tradisional. Harga daging ayam ras di tingkat pedagang eceran nasional tercatat Rp41.050 per kilogram. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Harga sejumlah komoditas pangan di pasar eceran nasional masih berada pada level tinggi. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan harga daging ayam ras mencapai Rp41.050 per kilogram pada Minggu (8/3/2026) pukul 09.10 WIB.

Lonjakan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Di pasar eceran nasional, cabai rawit merah mencapai Rp78.900 per kilogram, menjadikannya salah satu bahan dapur paling mahal saat ini.

Kenaikan harga tersebut langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga berpendapatan menengah ke bawah yang mengandalkan bahan pangan pokok untuk kebutuhan harian.

Harga Bawang dan Beras Masih Tinggi

PIHPS juga mencatat harga sejumlah bumbu dapur penting masih berada pada level yang cukup tinggi. Bawang merah dijual sekitar Rp43.700 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp40.200 per kilogram.

Sementara itu, harga beras di pasar nasional masih bervariasi tergantung kualitasnya. Untuk kategori beras kualitas bawah, pedagang menjual beras kualitas bawah I sekitar Rp14.450 per kilogram dan beras kualitas bawah II sekitar Rp14.500 per kilogram.

Pada kategori menengah, beras medium I mencapai Rp15.950 per kilogram, sedangkan beras medium II sekitar Rp15.800 per kilogram.

Untuk beras premium, harga bergerak lebih tinggi. Pedagang menjual beras super I sekitar Rp17.200 per kilogram, sementara beras super II berada di kisaran Rp16.700 per kilogram.

Bagi banyak rumah tangga, selisih harga beberapa ribu rupiah per kilogram cukup memengaruhi pengeluaran bulanan, terutama ketika kebutuhan beras menjadi konsumsi utama setiap hari.

Cabai dan Daging Tetap Mahal

Selain cabai rawit merah, beberapa jenis cabai lain juga masih menunjukkan harga tinggi di pasar nasional.

Pedagang menjual cabai merah besar sekitar Rp43.850 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp44.250 per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit hijau berada di kisaran Rp52.750 per kilogram.

Harga protein hewani juga masih tinggi. Daging sapi kualitas I mencapai Rp144.550 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II sekitar Rp136.500 per kilogram.

Harga tersebut membuat daging sapi semakin sulit dijangkau oleh sebagian masyarakat, terutama bagi keluarga yang harus menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan bulanan.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Minyak Goreng dan Gula Relatif Stabil

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, harga minyak goreng dan gula menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

Pedagang menjual minyak goreng curah sekitar Rp19.000 per liter. Untuk produk kemasan, minyak goreng bermerek I mencapai Rp22.700 per liter, sedangkan minyak goreng bermerek II sekitar Rp21.700 per liter.

Sementara itu, gula pasir premium mencapai Rp19.950 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di kisaran Rp18.550 per kilogram.

Selain itu, pedagang menjual telur ayam ras sekitar Rp32.600 per kilogram, yang masih menjadi salah satu sumber protein paling terjangkau bagi masyarakat.

Dampak Langsung ke Pengeluaran Rumah Tangga

Pergerakan harga pangan selalu menjadi perhatian publik karena langsung memengaruhi biaya hidup masyarakat. Ketika harga cabai, ayam, dan bahan dapur lain naik bersamaan, tekanan langsung terasa di dapur rumah tangga.

Pedagang pasar tradisional sering merasakan dampak pertama dari situasi ini. Mereka harus menyesuaikan harga jual, sementara pembeli mulai mengurangi jumlah belanja.

Di atas kertas, angka harga pangan mungkin hanya terlihat sebagai statistik ekonomi. Namun di pasar dan dapur rumah tangga, angka-angka itu berubah menjadi satu pertanyaan sederhana berapa banyak bahan makanan yang masih bisa dibeli hari ini. @dimas

Tags: AyamBank IndonesiaberascabaiCabai RawitEkonomiHarga PanganInflasiPanganPasarPIHPSSembako
Next Post
Harga Emas Antam Turun Rp26.000 dalam Sepekan, Pasar Masih Berfluktuasi

Harga Emas Antam Turun Rp26.000 dalam Sepekan, Pasar Masih Berfluktuasi

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Saat Senja: Ketika Malam Mulai Dibuka untuk Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran Beda Hari, Antara Ilmu, Ego, dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.