Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lima Juta Kendaraan Menunggak, APBD Jawa Tengah Kehilangan Nafas

by teguh
Juni 11, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Lebih dari lima juta kendaraan di Jawa Tengah tercatat masih menunggak pajak hingga akhir 2025. Nilainya tidak kecil. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan total tunggakan mencapai Rp3,759 triliun.

Tabooo.id: Angka itu bukan sekadar data administrasi. Di saat pemerintah daerah membutuhkan dana untuk membiayai pembangunan jalan, pelayanan publik, hingga berbagai program sosial, triliunan rupiah tersebut justru masih tertahan di luar kas daerah karena lima juta kendaraan menunggak Pajak.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, mengatakan terdapat sekitar 17 juta kendaraan yang terdaftar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

“Dari total 17 juta itu, aktif hanya sekitar 12 juta. Jadi 5.124.243 kendaraan menunggak pajak per Desember 2025,” kata Masrofi, Rabu, 10/06/2026.

Semarang Jadi Penyumbang Tunggakan Terbesar

Bapenda mencatat total tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp2,881 triliun. Sementara tunggakan opsen PKB mencapai Rp877,7 miliar.

“Total piutang atau jumlah masyarakat yang belum bayar pajak itu ada Rp3,759 triliun,” ujar Masrofi.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Kota Semarang menjadi daerah dengan tunggakan terbesar. Nilainya mencapai sekitar Rp490 miliar dari 473.257 kendaraan.

Setelah Semarang, sejumlah daerah lain juga mencatat tunggakan di atas Rp100 miliar. Kabupaten Banyumas mencapai Rp162 miliar, Cilacap Rp158 miliar, Brebes Rp147 miliar, Kabupaten Semarang Rp135 miliar, dan Kabupaten Tegal Rp133 miliar.

Infrastruktur dan Pelayanan Publik Ikut Terdampak

Masrofi menegaskan pajak kendaraan bermotor masih menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karena itu, tunggakan yang mencapai hampir Rp4 triliun berpotensi mengurangi ruang fiskal pemerintah daerah.

“Kalau pendapatan kurang, pembiayaan pembangunan juga berkurang. Salah satu pembiayaan dari APBD itu untuk pelaksanaan pembangunan Jawa Tengah, termasuk infrastruktur jalan,” jelasnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan ekonom publik Universitas Gadjah Mada, Prof. Mudrajad Kuncoro, yang dalam berbagai kajian fiskal daerah menegaskan bahwa PAD merupakan instrumen penting untuk menjaga kemandirian pembangunan daerah. Ketika penerimaan menurun, pemerintah akan menghadapi keterbatasan dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan publik.

Bukan Sekadar Pajak, Tapi Soal Kepatuhan

Di balik angka Rp3,759 triliun, tersimpan persoalan yang lebih besar daripada sekadar kewajiban administrasi.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Diponegoro, Prof. Kismartini, dalam sejumlah diskusi mengenai tata kelola pemerintahan daerah pada 2024-2025 menyoroti bahwa kepatuhan pajak tidak hanya dipengaruhi kesadaran warga, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah.

Ketika masyarakat merasa manfaat pajak tidak terlihat secara langsung, tingkat kepatuhan cenderung melemah. Sebaliknya, saat pembangunan terasa nyata, partisipasi fiskal biasanya ikut meningkat.

Di titik inilah persoalan tunggakan kendaraan di Jawa Tengah menjadi menarik untuk dibaca. Ini bukan sekadar soal warga yang belum membayar pajak.

Ini adalah cermin hubungan antara negara dan masyarakat. Ketika lebih dari lima juta kendaraan tercatat menunggak, pertanyaannya bukan hanya berapa uang yang belum masuk ke kas daerah, tetapi juga bagaimana pemerintah membangun kesadaran, kepercayaan, dan kepatuhan publik terhadap kewajiban fiskal.

Sebab pada akhirnya, jalan yang mulus, layanan publik yang baik, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan membutuhkan satu hal yang sama: partisipasi masyarakat untuk ikut membiayainya. @teguh

Tags: APBDBapendaJ atengEkonomi DaerahInfrastrukturJawaTengahKebijakan PublikPADPajak KendaraanSemarang

Kamu Melewatkan Ini

Razia Pajak Door to Door Akhir September? Ini Penjelasan Korlantas

Razia Pajak Door to Door Akhir September? Ini Penjelasan Korlantas

by dimas
September 17, 2026

Korlantas menjelaskan fakta di balik isu razia pajak kendaraan door to door akhir September, termasuk aturan pemeriksaan dan penarikan kendaraan....

Gotong Royong, Modal Pembangunan yang Sering Dilupakan

Gotong Royong, Modal Pembangunan yang Sering Dilupakan

by dimas
September 11, 2026

Gotong royong bukan sekadar kerja bakti, tetapi modal sosial untuk membangun dan merawat infrastruktur. Saatnya menghitung potensi selain uang. Tabooo.id...

Ketika Sound Horeg Jadi Soal Kuasa: Siapa Berhak Menentukan Batas?

Ketika Sound Horeg Jadi Soal Kuasa: Siapa Berhak Menentukan Batas?

by teguh
September 10, 2026

Polemik “goblok” hanya permukaan. Di bawahnya ada benturan antara kebebasan, kenyamanan publik, otoritas, dan negara. Kata “goblok” tiba-tiba masuk ke...

Next Post
Bersih Desa: Tradisi Lama di Tengah Kesepian Modern

Bersih Desa: Tradisi Lama di Tengah Kesepian Modern

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id