Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lima Juta Kendaraan Menunggak, APBD Jawa Tengah Kehilangan Nafas

by teguh
Juni 11, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Lebih dari lima juta kendaraan di Jawa Tengah tercatat masih menunggak pajak hingga akhir 2025. Nilainya tidak kecil. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan total tunggakan mencapai Rp3,759 triliun.

Tabooo.id: Angka itu bukan sekadar data administrasi. Di saat pemerintah daerah membutuhkan dana untuk membiayai pembangunan jalan, pelayanan publik, hingga berbagai program sosial, triliunan rupiah tersebut justru masih tertahan di luar kas daerah karena lima juta kendaraan menunggak Pajak.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, mengatakan terdapat sekitar 17 juta kendaraan yang terdaftar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

“Dari total 17 juta itu, aktif hanya sekitar 12 juta. Jadi 5.124.243 kendaraan menunggak pajak per Desember 2025,” kata Masrofi, Rabu, 10/06/2026.

Semarang Jadi Penyumbang Tunggakan Terbesar

Bapenda mencatat total tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp2,881 triliun. Sementara tunggakan opsen PKB mencapai Rp877,7 miliar.

“Total piutang atau jumlah masyarakat yang belum bayar pajak itu ada Rp3,759 triliun,” ujar Masrofi.

Ini Belum Selesai

Menuju Indonesia Bangkrut: Bundaran HI Ditutup, Kritik Tetap Bergema

Mahasiswa Solo Menggugat: BBM Naik, Rakyat Makin Terjepit

Kota Semarang menjadi daerah dengan tunggakan terbesar. Nilainya mencapai sekitar Rp490 miliar dari 473.257 kendaraan.

Setelah Semarang, sejumlah daerah lain juga mencatat tunggakan di atas Rp100 miliar. Kabupaten Banyumas mencapai Rp162 miliar, Cilacap Rp158 miliar, Brebes Rp147 miliar, Kabupaten Semarang Rp135 miliar, dan Kabupaten Tegal Rp133 miliar.

Infrastruktur dan Pelayanan Publik Ikut Terdampak

Masrofi menegaskan pajak kendaraan bermotor masih menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karena itu, tunggakan yang mencapai hampir Rp4 triliun berpotensi mengurangi ruang fiskal pemerintah daerah.

“Kalau pendapatan kurang, pembiayaan pembangunan juga berkurang. Salah satu pembiayaan dari APBD itu untuk pelaksanaan pembangunan Jawa Tengah, termasuk infrastruktur jalan,” jelasnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan ekonom publik Universitas Gadjah Mada, Prof. Mudrajad Kuncoro, yang dalam berbagai kajian fiskal daerah menegaskan bahwa PAD merupakan instrumen penting untuk menjaga kemandirian pembangunan daerah. Ketika penerimaan menurun, pemerintah akan menghadapi keterbatasan dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan publik.

Bukan Sekadar Pajak, Tapi Soal Kepatuhan

Di balik angka Rp3,759 triliun, tersimpan persoalan yang lebih besar daripada sekadar kewajiban administrasi.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Diponegoro, Prof. Kismartini, dalam sejumlah diskusi mengenai tata kelola pemerintahan daerah pada 2024-2025 menyoroti bahwa kepatuhan pajak tidak hanya dipengaruhi kesadaran warga, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah.

Ketika masyarakat merasa manfaat pajak tidak terlihat secara langsung, tingkat kepatuhan cenderung melemah. Sebaliknya, saat pembangunan terasa nyata, partisipasi fiskal biasanya ikut meningkat.

Di titik inilah persoalan tunggakan kendaraan di Jawa Tengah menjadi menarik untuk dibaca. Ini bukan sekadar soal warga yang belum membayar pajak.

Ini adalah cermin hubungan antara negara dan masyarakat. Ketika lebih dari lima juta kendaraan tercatat menunggak, pertanyaannya bukan hanya berapa uang yang belum masuk ke kas daerah, tetapi juga bagaimana pemerintah membangun kesadaran, kepercayaan, dan kepatuhan publik terhadap kewajiban fiskal.

Sebab pada akhirnya, jalan yang mulus, layanan publik yang baik, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan membutuhkan satu hal yang sama: partisipasi masyarakat untuk ikut membiayainya. @teguh

Tags: APBDBapendaJ atengEkonomi DaerahInfrastrukturJawaTengahKebijakan PublikPADPajak KendaraanSemarang

Kamu Melewatkan Ini

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

by teguh
Juni 11, 2026

Lima juta kendaraan di Jawa Tengah tidak membayar pajak hingga akhir 2025. Angka itu bukan sekadar catatan administrasi. Nilainya mencapai...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Rp 3 Triliun untuk Sampah: Solusi Energi Masa Depan atau Proyek Ambisius Baru?

Rp 3 Triliun untuk Sampah: Solusi Energi Masa Depan atau Proyek Ambisius Baru?

by teguh
Juni 2, 2026

Gunungan sampah yang terus membesar akhirnya mendorong pemerintah mengambil langkah besar. Pemerintah pusat kini menyiapkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi...

Next Post
Bersih Desa: Tradisi Lama di Tengah Kesepian Modern

Bersih Desa: Tradisi Lama di Tengah Kesepian Modern

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id