• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Libur Nataru 2025, Wisatawan Lokal Pilih Jogja Tinggalkan Bali

Desember 23, 2025
in Nasional, News
A A
Libur Nataru 2025, Wisatawan Lokal Pilih Jogja Tinggalkan Bali

Landscape Tugu Jogja di malam hari. (Foto Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menjadi momentum penting bagi industri pariwisata nasional. Namun tahun ini, peta destinasi favorit wisatawan domestik bergeser. Yogyakarta tampil sebagai primadona baru, menggeser Bali yang selama bertahun-tahun nyaris tak tergoyahkan sebagai tujuan utama liburan akhir tahun.

Data pencarian akomodasi dan prediksi kunjungan dari Agoda menunjukkan Yogyakarta menjadi destinasi domestik paling banyak dicari oleh keluarga Indonesia untuk libur akhir tahun 2025. Minat ke Jogja melonjak 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, Bali justru mengalami penurunan minat di segmen wisatawan lokal.

Survei RedDoorz yang dilakukan pada November 2025 menguatkan temuan ini. Yogyakarta menempati peringkat teratas destinasi favorit liburan akhir tahun, disusul Bandung, Bali, dan Jakarta. Sebanyak 86,6 persen responden memilih liburan dalam negeri dengan alasan biaya yang lebih terjangkau dan akses yang lebih mudah.

Pembatalan ke Bali, Okupansi Jogja Melonjak

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengungkapkan bahwa banyak wisatawan domestik membatalkan rencana liburan ke Bali dan mengalihkan tujuan ke Yogyakarta. Faktor banjir dan kondisi lingkungan menjadi alasan utama perubahan rencana tersebut.

Perpindahan ini berdampak langsung pada sektor perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tingkat okupansi hotel mencapai 61 persen dan diperkirakan terus meningkat hingga puncak liburan. Bagi pelaku usaha pariwisata Jogja, tren ini menjadi berkah ekonomi di tengah ketatnya persaingan destinasi nasional.

Bali Tetap Kuat, Tapi di Segmen Wisatawan Asing

Di sisi lain, Bali sejatinya tidak kehilangan daya tarik secara keseluruhan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat 5,89 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Bali hingga Oktober 2025. Angka ini diprediksi menembus 7,1-7,2 juta hingga akhir tahun.

Namun dominasi wisatawan asing membuat Bali kurang mendominasi pasar domestik selama libur Nataru. BPS juga melaporkan penurunan kunjungan wisman secara bulanan pada September 2025 sebesar 6,99 persen dibandingkan Agustus, meski secara tahunan masih tergolong tinggi.

Sementara itu, perjalanan wisata domestik secara nasional mencapai 94,35 juta perjalanan pada September 2025. Yogyakarta secara konsisten muncul sebagai pilihan utama karena aksesibilitasnya dari berbagai wilayah di Jawa.

RelatedPosts

Jalan Santai Banjar Legian Kulod: Dari Langkah Kecil ke Rasa Satu Keluarga

24 Nama Resmi Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Faktor Ekonomi dan Akses Jadi Penentu

Perubahan tren ini tidak terjadi tanpa sebab. Dari sisi ekonomi, Yogyakarta menawarkan biaya liburan yang relatif lebih murah. Wisatawan dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sekitarnya dapat menjangkau Jogja dengan kereta api, bus, atau kendaraan pribadi tanpa harus membeli tiket pesawat.

Sebaliknya, Bali semakin diasosiasikan dengan biaya tinggi. Kenaikan harga akomodasi dan transportasi pascapandemi membuat banyak keluarga menilai Bali tidak lagi ramah kantong untuk liburan singkat.

Budaya, Keluarga, dan Cuaca

Yogyakarta juga unggul dalam wisata budaya dan edukatif yang ramah keluarga. Candi Borobudur, Malioboro, keraton, hingga desa wisata menawarkan pengalaman yang dianggap lebih cocok untuk liburan bersama anak-anak.

Bali menghadapi tantangan lain dari faktor cuaca. Pada Desember 2025, sejumlah wilayah di Bali selatan seperti Badung, Denpasar, Gianyar, dan Karangasem dilanda banjir akibat hujan lebat dan bibit siklon tropis 93S. Banjir merendam kawasan wisata populer seperti Kuta, Legian, dan Kerobokan, menutup akses jalan, dan mengganggu aktivitas wisata. Satu warga negara Rusia bahkan dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus.

Di mata wisatawan domestik, Jogja dinilai lebih aman dari risiko cuaca ekstrem yang marak terjadi di berbagai daerah.

Sentimen Diskriminasi Ikut Membayangi Bali

Selain faktor ekonomi dan cuaca, sentimen sosial juga ikut memengaruhi pilihan wisatawan. Persepsi bahwa Bali lebih mengutamakan turis asing daripada wisatawan domestik kembali mencuat. Cerita viral di media sosial tentang perlakuan berbeda di rental kendaraan, kafe, hingga tempat hiburan memperkuat anggapan tersebut.

Meski Pemerintah Provinsi Bali membantah adanya kebijakan diskriminatif, pengalaman tidak menyenangkan yang dibagikan warganet meninggalkan kesan mendalam. Bagi banyak keluarga Indonesia, Jogja dianggap lebih ramah, inklusif, dan tidak memandang status wisatawan.

Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan

Jogja jelas menjadi pihak yang diuntungkan dari pergeseran ini. Pelaku usaha lokal, hotel, UMKM, dan sektor transportasi merasakan dampak ekonomi langsung. Bali, meski tetap unggul dalam total kunjungan tahunan berkat wisman, kehilangan momentum di pasar domestik yang selama ini menjadi penyangga saat krisis global.

Kementerian Perhubungan memprediksi 119,5 juta perjalanan selama periode Nataru 2025/2026, dengan Yogyakarta menjadi salah satu pusat pergerakan terbesar. Angka ini menegaskan bahwa peta pariwisata nasional sedang berubah, setidaknya di mata wisatawan lokal.

Pada akhirnya, pergeseran dari Bali ke Jogja bukan sekadar soal destinasi, tetapi soal rasa aman, keterjangkauan, dan penerimaan. Bali mungkin masih menjadi etalase pariwisata global, tetapi bagi wisatawan domestik, liburan yang ramah dompet dan ramah manusia tampaknya jauh lebih menggoda. @dimas

Tags: Akhir tahunbaliDomestikFavoritIndonesiaJogjaliburLiburannataruPariwisataTrenwisataWisatawan
Next Post
Empat WNI Gugat Holcim di Swiss, Kasus Iklim Masuk Babak Baru

Empat WNI Gugat Holcim di Swiss, Kasus Iklim Masuk Babak Baru

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Pasar Seni Kuta: Ketika Keramaian Pelan-Pelan Belajar Bernapas Lagi

    Pasar Seni Kuta: Ketika Keramaian Pelan-Pelan Belajar Bernapas Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Santai Bukan Sekadar Jalan: Cara Banjar Legian Kulod Merawat Rasa Jadi “Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 24 Nama Resmi Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lenovo Y700 Gen 5: Mini Size, Sultan Power

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legian: Ketika Malam Tidak Pernah Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.