• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Libur Imlek, Polisi Berlakukan One Way ke Jakarta di Jalur Puncak

Februari 15, 2026
in Nasional, News
A A
Libur Imlek, Polisi Berlakukan One Way ke Jakarta di Jalur Puncak

Arus kendaraan melintas di Jalur Puncak, kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor. (Foto: Antara Foto)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Siang itu, antrean kendaraan di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, tidak bergerak ke arah Puncak. Petugas kepolisian menghentikan laju mobil dan sepeda motor dari Jakarta sejak pukul 12.00 WIB, Minggu (15/2/2026). Mereka mengalihkan prioritas jalan sepenuhnya untuk kendaraan yang turun dari kawasan wisata menuju ibu kota.

Kebijakan satu arah atau one way itu langsung mengubah ritme lalu lintas. Kendaraan dari arah Puncak mengalir deras menuju Jakarta. Sebaliknya, wisatawan yang baru ingin naik harus menunggu tanpa kepastian.

Situasi ini menunjukkan satu hal yang berulang setiap musim libur Puncak tetap menjadi magnet, tetapi jalan menuju ke sana tidak pernah benar-benar siap menampung semua orang.

Lonjakan Wisatawan Dorong Rekayasa Lalu Lintas

Sejak pagi, volume kendaraan di Jalur Puncak terus meningkat. Pelaksana Tugas Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, melihat lonjakan itu sebagai dampak langsung libur panjang Imlek.

“Hari ini situasi arus lalu lintas di jalur wisata Puncak terpantau mengalami peningkatan terkait adanya kegiatan masyarakat yang akan berwisata,” ujar Ares.

Lonjakan tersebut tidak terjadi di satu titik saja. Kepadatan muncul di sejumlah simpul utama seperti Simpang Pasir Muncang, Simpang Megamendung, Lokawiratama, dan Pasar Cisarua. Titik-titik ini sejak lama dikenal sebagai simpul kemacetan, terutama saat musim liburan.

Melihat kondisi itu, polisi langsung menerapkan sistem one way untuk mengurai tekanan kendaraan. Namun, petugas tidak menetapkan batas waktu pasti. Mereka menyesuaikan durasi kebijakan dengan kondisi di lapangan.

Dengan kata lain, arah jalan bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung seberapa parah kemacetan terjadi.

RelatedPosts

Di Balik Kelancaran Mudik Lebaran, Nyawa Petugas Jadi Taruhan

Air Keras dan Jejak yang Sengaja Dikaburkan

Wisatawan Tertahan, Pelaku Usaha Ikut Menunggu

Kebijakan ini paling terasa dampaknya bagi wisatawan yang baru berangkat dari Jakarta. Banyak dari mereka harus berhenti di sekitar Simpang Gadog tanpa kepastian kapan bisa melanjutkan perjalanan.

Sebagian memilih menunggu. Sebagian lain memutar arah dan membatalkan rencana liburan.

Bagi pelaku usaha di kawasan Puncak, situasi ini juga membawa konsekuensi. Restoran, vila, dan pedagang lokal bergantung pada kedatangan wisatawan. Ketika akses tertutup, potensi pendapatan ikut tertahan.

Di sisi lain, sistem one way membantu wisatawan yang sudah selesai berlibur. Mereka bisa pulang lebih cepat tanpa terjebak macet berjam-jam.

Pemerintah, melalui kepolisian, mencoba menyeimbangkan dua kepentingan memperlancar arus pulang dan mengendalikan kepadatan.

Jalan Terbatas, Minat Wisata Tidak Pernah Surut

Polisi menyatakan akan bersiaga hingga Selasa untuk mengantisipasi lonjakan lanjutan selama libur panjang.

“Kami bersiaga sampai dengan Selasa mengantisipasi lonjakan terkait wisatawan yang akan menuju Puncak,” tambahnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa kepadatan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Setiap musim liburan selalu menghadirkan pola yang sama: jumlah kendaraan melonjak jauh di atas kapasitas jalan.

Fenomena ini bukan sekadar soal liburan. Ini mencerminkan ketimpangan antara pertumbuhan mobilitas masyarakat dan kesiapan infrastruktur.

Jalur Puncak masih memikul beban sebagai destinasi wisata favorit warga Jabodetabek. Namun jalan yang sama, dengan lebar yang hampir tidak berubah, harus menampung jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap tahun.

Pada akhirnya, rekayasa lalu lintas seperti one way hanya menjadi solusi sementara.

Sebab di negeri ini, keinginan orang untuk berlibur selalu bergerak lebih cepat daripada kemampuan jalan untuk menampungnya. @dimas

Tags: BogorCisaruaimlekJalur Puncakjawa baratKemacetanLalu Lintasliburlibur panjangOne Waywisata
Next Post
Hampir Separuh Warga AS Percaya Perang Dunia III Bisa Meletus

Hampir Separuh Warga AS Percaya Perang Dunia III Bisa Meletus

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Rp6 Juta Sehari dari Dapur Gizi: Program Sosial atau Ladang Cuan?

    Joget Rp6 Juta Sehari: Program Sosial atau Ladang Cuan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Becak yang Tak Pernah Pulang: Saat Kota Membiarkan Warganya Tidur di Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Healing ke Bali, Pulangnya Butuh Healing Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Air Keras dan Jejak yang Sengaja Dikaburkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WFH: Kantor Tutup Sehari, Dompet Rakyat Ikut Sepi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.