Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

WFH: Kantor Tutup Sehari, Dompet Rakyat Ikut Sepi

by dimas
Maret 25, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam sepekan yang tengah digodok pemerintah memicu kekhawatiran baru. Isunya tidak berhenti pada produktivitas kerja, tetapi merembet ke pertanyaan yang lebih mendasar siapa yang akan kehilangan penghasilan ketika mobilitas melambat?

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN, Edi Oloan Pasaribu, mengingatkan bahwa kebijakan ini membawa efek berantai. Ia menilai, setiap penurunan mobilitas pekerja akan langsung mengguncang ekosistem ekonomi sektor bawah.

Menurut Edi, pemerintah tidak cukup hanya melihat WFH sebagai alat penghematan bahan bakar minyak (BBM). Sebaliknya, pemerintah perlu membaca dampak sosial-ekonomi secara utuh. Ketika ASN dan pekerja swasta mengurangi aktivitas di luar rumah, pelaku usaha kecil ikut kehilangan denyut transaksi harian.

Mobilitas Turun, Penghasilan Ikut Tergerus

Edi menyoroti kelompok yang paling rentan terdampak. Ia menyebut pelaku UMKM, pengemudi ojek online, hingga pedagang kecil di sekitar perkantoran sebagai pihak yang berpotensi kehilangan pemasukan.

Saat pekerja tidak datang ke kantor, transaksi ikut menyusut. Warung makan kehilangan pelanggan, pesanan ojek menurun, dan pedagang kaki lima kehilangan arus pembeli.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Dalam situasi ini, keberlangsungan usaha kecil menjadi taruhan. Karena itu, Edi meminta pemerintah tidak terburu-buru menetapkan kebijakan tanpa perhitungan matang.

Efektif Sesaat, Rapuh untuk Jangka Panjang

Di sisi lain, Edi mengakui bahwa WFH dapat menekan konsumsi BBM, terutama saat harga minyak dunia bergejolak. Namun, ia menegaskan bahwa manfaat tersebut bersifat sementara.

Solusi jangka pendek tidak bisa menggantikan strategi jangka panjang. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyusun kebijakan energi dan ketenagakerjaan yang lebih komprehensif.

Selain itu, realitas di lapangan menunjukkan tidak semua sektor bisa menerapkan kerja jarak jauh. Sektor pelayanan publik, industri, dan perdagangan tetap membutuhkan kehadiran fisik pekerja.

Tanpa perencanaan matang, kebijakan ini berisiko menurunkan produktivitas, baik di instansi pemerintah maupun sektor swasta.

Skema Terbatas yang Masih Digodok

Pemerintah merespons kekhawatiran tersebut dengan menyiapkan skema terbatas. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa WFH tidak akan berlaku untuk semua sektor.

Ia menjelaskan bahwa sektor pelayanan, industri, dan perdagangan tetap beroperasi seperti biasa. Kebijakan ini hanya menyasar bidang yang memungkinkan kerja jarak jauh.

Saat ini, pemerintah masih merumuskan desain final kebijakan tersebut. Nantinya, hasil perumusan akan diumumkan setelah melalui pembahasan lebih lanjut.

Menurut Prasetyo, langkah ini merupakan arahan Presiden dalam sidang kabinet paripurna untuk mendorong efisiensi kerja, khususnya di lingkungan pemerintahan.

Efisiensi vs Realitas Lapangan

Perdebatan pun tidak terelakkan. Pemerintah ingin menekan konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi. Namun, di lapangan, jutaan pekerja informal menggantungkan hidup pada mobilitas harian.

Di sinilah dilema muncul. Ketika pergerakan dikurangi, aktivitas ekonomi ikut melambat. Dampaknya tidak terasa di ruang rapat, tetapi nyata di jalanan.

Jika kebijakan ini meleset dari perhitungan, yang terdampak bukan hanya statistik energi, melainkan juga penghasilan harian masyarakat kecil.

Pada akhirnya, saat kantor menjadi lebih sepi, bukan hanya meja kerja yang kosong melainkan juga peluang hidup yang ikut menghilang perlahan. @dimas

Tags: DampakEfisiensiEkonomi IndonesiaEnergiKebijakanKrisis GlobalmobilitasNasionalpekerjarakyatSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Next Post
Orang Hilang, Mahluk Gaib Jadi Tersangka Tetap

Orang Hilang, Mahluk Gaib Jadi Tersangka Tetap

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id