Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

WFH: Kantor Tutup Sehari, Dompet Rakyat Ikut Sepi

by dimas
Maret 25, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam sepekan yang tengah digodok pemerintah memicu kekhawatiran baru. Isunya tidak berhenti pada produktivitas kerja, tetapi merembet ke pertanyaan yang lebih mendasar siapa yang akan kehilangan penghasilan ketika mobilitas melambat?

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN, Edi Oloan Pasaribu, mengingatkan bahwa kebijakan ini membawa efek berantai. Ia menilai, setiap penurunan mobilitas pekerja akan langsung mengguncang ekosistem ekonomi sektor bawah.

Menurut Edi, pemerintah tidak cukup hanya melihat WFH sebagai alat penghematan bahan bakar minyak (BBM). Sebaliknya, pemerintah perlu membaca dampak sosial-ekonomi secara utuh. Ketika ASN dan pekerja swasta mengurangi aktivitas di luar rumah, pelaku usaha kecil ikut kehilangan denyut transaksi harian.

Mobilitas Turun, Penghasilan Ikut Tergerus

Edi menyoroti kelompok yang paling rentan terdampak. Ia menyebut pelaku UMKM, pengemudi ojek online, hingga pedagang kecil di sekitar perkantoran sebagai pihak yang berpotensi kehilangan pemasukan.

Saat pekerja tidak datang ke kantor, transaksi ikut menyusut. Warung makan kehilangan pelanggan, pesanan ojek menurun, dan pedagang kaki lima kehilangan arus pembeli.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Dalam situasi ini, keberlangsungan usaha kecil menjadi taruhan. Karena itu, Edi meminta pemerintah tidak terburu-buru menetapkan kebijakan tanpa perhitungan matang.

Efektif Sesaat, Rapuh untuk Jangka Panjang

Di sisi lain, Edi mengakui bahwa WFH dapat menekan konsumsi BBM, terutama saat harga minyak dunia bergejolak. Namun, ia menegaskan bahwa manfaat tersebut bersifat sementara.

Solusi jangka pendek tidak bisa menggantikan strategi jangka panjang. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyusun kebijakan energi dan ketenagakerjaan yang lebih komprehensif.

Selain itu, realitas di lapangan menunjukkan tidak semua sektor bisa menerapkan kerja jarak jauh. Sektor pelayanan publik, industri, dan perdagangan tetap membutuhkan kehadiran fisik pekerja.

Tanpa perencanaan matang, kebijakan ini berisiko menurunkan produktivitas, baik di instansi pemerintah maupun sektor swasta.

Skema Terbatas yang Masih Digodok

Pemerintah merespons kekhawatiran tersebut dengan menyiapkan skema terbatas. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa WFH tidak akan berlaku untuk semua sektor.

Ia menjelaskan bahwa sektor pelayanan, industri, dan perdagangan tetap beroperasi seperti biasa. Kebijakan ini hanya menyasar bidang yang memungkinkan kerja jarak jauh.

Saat ini, pemerintah masih merumuskan desain final kebijakan tersebut. Nantinya, hasil perumusan akan diumumkan setelah melalui pembahasan lebih lanjut.

Menurut Prasetyo, langkah ini merupakan arahan Presiden dalam sidang kabinet paripurna untuk mendorong efisiensi kerja, khususnya di lingkungan pemerintahan.

Efisiensi vs Realitas Lapangan

Perdebatan pun tidak terelakkan. Pemerintah ingin menekan konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi. Namun, di lapangan, jutaan pekerja informal menggantungkan hidup pada mobilitas harian.

Di sinilah dilema muncul. Ketika pergerakan dikurangi, aktivitas ekonomi ikut melambat. Dampaknya tidak terasa di ruang rapat, tetapi nyata di jalanan.

Jika kebijakan ini meleset dari perhitungan, yang terdampak bukan hanya statistik energi, melainkan juga penghasilan harian masyarakat kecil.

Pada akhirnya, saat kantor menjadi lebih sepi, bukan hanya meja kerja yang kosong melainkan juga peluang hidup yang ikut menghilang perlahan. @dimas

Tags: DampakEfisiensiEkonomi IndonesiaEnergiKebijakanKrisis GlobalmobilitasNasionalpekerjarakyatSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

Next Post
Orang Hilang, Mahluk Gaib Jadi Tersangka Tetap

Orang Hilang, Mahluk Gaib Jadi Tersangka Tetap

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id