Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lewat “Lagu Populer Jawa”, Daniel Rumbekwan Ungkap Kegelisahan Musisi Kafe

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Pernah nggak sih datang ke kafe, niatnya mau ngopi santai, eh malah disambut tembang Jawa galau yang itu-itu lagi? Ada yang dibungkus koplo, ada juga yang pakai pop mellow.

Reff-nya sama-sama bikin kepala ikut goyang, meski hati nggak tahu kenapa. Selamat datang di era ketika lagu pop Jawa bukan cuma genre, tapi sudah jadi “mata uang wajib” buat musisi panggung kecil. Dan di tengah arus itu, muncul satu suara yang memilih jujur ketimbang ikut tren: Daniel Rumbekwan.

Lagu yang Bukan Tentang Mantan

Solois asal Madiun ini baru saja merilis single berjudul Lagu Populer Jawa. Durasinya 4 menit 5 detik dengan balutan folk dan lirik sederhana yang nyeletuk. Ini bukan lagu patah hati atau mantan yang ghosting, melainkan kegelisahan musisi reguleran.

Daniel yang berdarah Papua dan lahir di Balikpapan mengaku lagu ini lahir dari pengalamannya manggung dari kafe ke kafe, tentang tuntutan tak tertulis bahwa kalau mau laku, ya harus bisa bawain lagu Jawa. Masalahnya, tidak semua orang punya karakter suara yang cocok dengan cengkok tembang Jawa.

Dari Band ke Panggung Kafe

Daniel bukan pemain baru. Ia mengawali karier musiknya lewat band Gemintang Kirana di Madiun yang sempat merilis album Perjalanan Pagi dan Jagaraga. Setelah band bubar, Daniel memilih jalan sunyi sebagai penyanyi kafe, belajar otodidak dari aktivitas gereja, lalu pelan-pelan merilis single seperti Burung Kecil, Meledak, dan Rindu.

Ini Belum Selesai

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Kini, Lagu Populer Jawa terasa seperti curhat kolektif musisi kecil. Karena jujur saja, fenomena pop Jawa hari ini bukan sekadar tren, tapi juga soal algoritma, permintaan pasar, dan selera mayoritas yang akhirnya membentuk standar tunggal: mau ramai nyanyi Jawa, mau dipanggil lagi nyanyi Jawa, mau tip tambahan—kamu tahu jawabannya.

Ketika Pasar Lebih Keras dari Suara Hati

Ini bukan kritik ke musik Jawa. Justru sebaliknya, musik Jawa itu kaya, dalam, dan penuh rasa. Tapi ketika semua dipaksa masuk satu cetakan, yang terjadi adalah homogenisasi. Semua terdengar mirip, semua bernyanyi dengan gaya seragam, yang beda pelan-pelan tersisih. Di situlah ironi yang ditangkap Daniel. Ia tidak menolak budaya, ia hanya mempertanyakan ruang.

Hijrah ke Jakarta, Bertahan dengan Suara Sendiri

Lebih jauh lagi, lagu ini memantulkan realitas kreatif Indonesia hari ini: kita cinta lokal, tapi sering lupa merawat perbedaan, kita bangga tradisi, tapi kadang abai pada mereka yang tak lahir di dalamnya. Single ini rilis pada 9 Juli 2024 dan sudah tersedia di berbagai platform musik digital.

Dalam waktu dekat, Daniel juga bersiap hijrah ke Jakarta untuk memperluas langkah di kancah nasional. Seperti lagunya, ini bukan sekadar soal genre, melainkan keberanian jadi diri sendiri di tengah keramaian. Jadi pertanyaannya tinggal satu: kalau kamu jadi Daniel, tetap nyanyi dengan suara sendiri atau ikut arus demi bertahan?@eko

Tags: madiunSpotify

Kamu Melewatkan Ini

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

by Tabooo
Mei 11, 2026

Bagus Panuntun diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dari luar, ini...

Suami Tunduk, Istri Melawan: Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Suami Tunduk, Istri Melawan: Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

by teguh
Mei 5, 2026

Di satu sisi, seorang suami memilih aman di bawah kekuasaan. Namun di sisi lain, sang istri justru mengangkat senjata. Ironisnya,...

Perempuan, Perang, dan Rumah yang Terbelah

Perempuan, Perang, dan Rumah yang Terbelah

by teguh
Mei 4, 2026

Malam itu tidak hanya sunyi ia penuh keputusan. Di sebuah rumah bangsawan di Muneng, seorang istri memilih jalan yang tak...

Next Post
Kraton Surakarta, Bunga, dan Doa untuk Para Leluhur

Kraton Surakarta, Bunga, dan Doa untuk Para Leluhur

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id