Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lewat “Lagu Populer Jawa”, Daniel Rumbekwan Ungkap Kegelisahan Musisi Kafe

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Pernah nggak sih datang ke kafe, niatnya mau ngopi santai, eh malah disambut tembang Jawa galau yang itu-itu lagi? Ada yang dibungkus koplo, ada juga yang pakai pop mellow.

Reff-nya sama-sama bikin kepala ikut goyang, meski hati nggak tahu kenapa. Selamat datang di era ketika lagu pop Jawa bukan cuma genre, tapi sudah jadi “mata uang wajib” buat musisi panggung kecil. Dan di tengah arus itu, muncul satu suara yang memilih jujur ketimbang ikut tren: Daniel Rumbekwan.

Lagu yang Bukan Tentang Mantan

Solois asal Madiun ini baru saja merilis single berjudul Lagu Populer Jawa. Durasinya 4 menit 5 detik dengan balutan folk dan lirik sederhana yang nyeletuk. Ini bukan lagu patah hati atau mantan yang ghosting, melainkan kegelisahan musisi reguleran.

Daniel yang berdarah Papua dan lahir di Balikpapan mengaku lagu ini lahir dari pengalamannya manggung dari kafe ke kafe, tentang tuntutan tak tertulis bahwa kalau mau laku, ya harus bisa bawain lagu Jawa. Masalahnya, tidak semua orang punya karakter suara yang cocok dengan cengkok tembang Jawa.

Dari Band ke Panggung Kafe

Daniel bukan pemain baru. Ia mengawali karier musiknya lewat band Gemintang Kirana di Madiun yang sempat merilis album Perjalanan Pagi dan Jagaraga. Setelah band bubar, Daniel memilih jalan sunyi sebagai penyanyi kafe, belajar otodidak dari aktivitas gereja, lalu pelan-pelan merilis single seperti Burung Kecil, Meledak, dan Rindu.

Ini Belum Selesai

Jambore Nasional Perfilman Desa: Dari Cerita Lokal ke Ekonomi Kreatif

Dieng Culture Festival 2026: Tradisi, Wisata dan Ekonomi Bertemu di Atas Awan

Kini, Lagu Populer Jawa terasa seperti curhat kolektif musisi kecil. Karena jujur saja, fenomena pop Jawa hari ini bukan sekadar tren, tapi juga soal algoritma, permintaan pasar, dan selera mayoritas yang akhirnya membentuk standar tunggal: mau ramai nyanyi Jawa, mau dipanggil lagi nyanyi Jawa, mau tip tambahan—kamu tahu jawabannya.

Ketika Pasar Lebih Keras dari Suara Hati

Ini bukan kritik ke musik Jawa. Justru sebaliknya, musik Jawa itu kaya, dalam, dan penuh rasa. Tapi ketika semua dipaksa masuk satu cetakan, yang terjadi adalah homogenisasi. Semua terdengar mirip, semua bernyanyi dengan gaya seragam, yang beda pelan-pelan tersisih. Di situlah ironi yang ditangkap Daniel. Ia tidak menolak budaya, ia hanya mempertanyakan ruang.

Hijrah ke Jakarta, Bertahan dengan Suara Sendiri

Lebih jauh lagi, lagu ini memantulkan realitas kreatif Indonesia hari ini: kita cinta lokal, tapi sering lupa merawat perbedaan, kita bangga tradisi, tapi kadang abai pada mereka yang tak lahir di dalamnya. Single ini rilis pada 9 Juli 2024 dan sudah tersedia di berbagai platform musik digital.

Dalam waktu dekat, Daniel juga bersiap hijrah ke Jakarta untuk memperluas langkah di kancah nasional. Seperti lagunya, ini bukan sekadar soal genre, melainkan keberanian jadi diri sendiri di tengah keramaian. Jadi pertanyaannya tinggal satu: kalau kamu jadi Daniel, tetap nyanyi dengan suara sendiri atau ikut arus demi bertahan?@eko

Tags: madiunSpotify

Kamu Melewatkan Ini

Ledakan Gudang Amunisi Madiun: Satu Gugur, Enam Terluka

Ledakan Gudang Amunisi Madiun: Satu Gugur, Enam Terluka

by dimas
Juli 17, 2026

Tragedi ledakan gudang amunisi di Madiun menewaskan satu prajurit dan melukai enam lainnya. TNI AD kini menyelidiki penyebab insiden tersebut...

TABOOO Cultural Production Hadir di Bersih Desa Winongo

TABOOO Cultural Production Hadir di Bersih Desa Winongo

by dimas
Juni 30, 2026

TABOOO Cultural Production hadir di Bersih Desa Winongo untuk mengubah tradisi menjadi dokumentasi, pengetahuan, karya kreatif, dan intellectual property budaya....

Emil Dardak dan Bagus Panuntun Serukan Persaudaraan Pendekar

Emil Dardak dan Bagus Panuntun Serukan Persaudaraan Pendekar

by dimas
Juni 28, 2026

Emil Dardak dan F. Bagus Panuntun mengajak pendekar memperkuat persaudaraan, kepedulian, dan semangat guyub rukun dalam Suran Agung PSHWTM ke-123....

Next Post
Kraton Surakarta, Bunga, dan Doa untuk Para Leluhur

Kraton Surakarta, Bunga, dan Doa untuk Para Leluhur

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id