Tabooo.id: Regional – Ledakan dari Gardu Induk 150 kV Jajar, Solo, memecah keheningan Selasa (17/3/2026) tengah malam. Kobaran api yang muncul tak lama setelahnya sempat memadamkan aliran listrik di sejumlah wilayah, mengganggu aktivitas warga hingga fasilitas publik.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Prof. Dr. Soeharso. Warga sekitar langsung melaporkan kejadian tersebut, sementara petugas pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi untuk mengendalikan situasi.
Listrik Padam, Ledakan Susul Kepanikan
Kejadian bermula saat listrik tiba-tiba padam sekitar pukul 00.05 WIB. Dalam hitungan menit, suara ledakan terdengar dari arah gardu induk dan langsung memicu kepanikan warga.
Satpam RSUP Surakarta, Armando Nicola, menyaksikan langsung momen tersebut. Ia melihat api awalnya muncul kecil di area pintu masuk, lalu membesar dengan cepat.
“Posisi masih di dalam. Di luar sudah ada api. Awalnya kecil terus besar. Ngetrip dulu, lalu nyala dan langsung terdengar ledakan,” ujarnya.
Insiden ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur kelistrikan ketika gangguan teknis terjadi secara tiba-tiba. Dalam waktu singkat, satu titik gangguan mampu memicu efek berantai bagi kawasan di sekitarnya.
Delapan Armada Dikerahkan, Api Dilawan dengan Foam
Menerima laporan sekitar tengah malam, tim Damkar Surakarta langsung bergerak. Petugas dari sejumlah pos, termasuk Banyuanyar dan Kota Barat, meluncur lebih dulu sebelum mendapat dukungan tambahan dari pos induk dan Gading.
Sebanyak delapan armada dikerahkan untuk menghadapi kobaran api. Petugas kemudian menggunakan foam untuk memadamkan api, mengingat objek yang terbakar merupakan instalasi listrik bertegangan tinggi yang tidak bisa ditangani dengan air biasa.
Komandan Regu Damkar Surakarta, Rida Putra, menjelaskan bahwa tim harus bergerak cepat sekaligus hati-hati agar tidak memicu risiko lanjutan.
Proses Pemadaman Sempat Terkendala
Meski bergerak cepat, petugas menghadapi kendala di lapangan. Persediaan foam sempat menipis di tengah proses pemadaman, sehingga tim harus meminta tambahan dari pos induk.
Selain itu, kondisi instalasi listrik yang belum sepenuhnya stabil juga memperlambat penanganan awal. Petugas harus memastikan keamanan sebelum melakukan langkah lanjutan.
Setelah tambahan pasokan datang, tim akhirnya berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar satu jam. Selanjutnya, petugas melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Dampak ke Warga dan Aktivitas Ekonomi
Gangguan listrik yang terjadi, meski berlangsung singkat, langsung berdampak pada masyarakat. Aktivitas rumah tangga terhenti, usaha kecil mengalami gangguan operasional, dan fasilitas layanan publik harus menyesuaikan kondisi darurat.
Dalam konteks ekonomi lokal, kejadian ini menunjukkan ketergantungan tinggi pada stabilitas pasokan listrik. Gangguan singkat saja sudah cukup untuk menghambat produktivitas, terutama bagi pelaku usaha yang bergantung pada listrik secara langsung.
Listrik Kembali, Penyebab Masih Diselidiki
Setelah api berhasil dipadamkan, PLN menyalakan kembali aliran listrik secara bertahap untuk memastikan sistem tetap aman. Petugas juga terus memantau lokasi guna mengantisipasi potensi kebakaran ulang.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Belum ada keterangan resmi terkait kemungkinan gangguan teknis atau faktor lain yang memicu insiden tersebut.
Refleksi: Infrastruktur Vital yang Rentan
Kebakaran gardu induk ini sekali lagi menegaskan bahwa infrastruktur vital kota masih menyimpan kerentanan. Ketika satu titik terganggu, dampaknya langsung merembet ke kehidupan masyarakat luas.
Di tengah ketergantungan tinggi pada listrik, pertanyaan yang tersisa sederhana: seberapa siap kota menghadapi gangguan berikutnya? @dimas





