Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kronologi Tragis Pendaki Cewek Tewas Disambar Petir di Gunung Merbabu

by sigit
Desember 26, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunung kembali menelan korban. Kali ini, Gunung Merbabu merenggut nyawa Mella Irawanti Kusuma (22). Pendaki muda itu meninggal setelah petir menyambar jalur Suwanting, Kamis (25/12). Peristiwa ini penting karena sekali lagi menegaskan satu pesan keras: cuaca gunung tidak pernah bisa diajak kompromi.

Pagi itu, rombongan open trip yang terdiri dari 11 pendaki dan dua porter tiba di Basecamp Suwanting sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, cuaca tampak bersahabat. Langit cerah. Rencana pendakian berjalan sesuai jadwal. Namun, seperti biasa, gunung menyimpan kejutan.

Seiring waktu, rombongan terus melangkah hingga sore hari. Kemudian, sekitar pukul 16.01 WIB, situasi berubah drastis. Salah satu porter langsung melaporkan keadaan darurat melalui HT. Petir menyambar salah satu pendaki di sekitar HM Pal 26–27. Petugas Taman Nasional Gunung Merbabu segera menerima laporan tersebut dan langsung berkoordinasi.

Tak lama kemudian, tim gabungan bergerak cepat menuju lokasi. Polisi, TNI, Basarnas, petugas taman nasional, serta relawan lokal menyusuri jalur dengan medan terjal. Sementara itu, cuaca buruk mulai menghambat. Hujan turun deras. Kabut menutup pandangan. Meski begitu, tim tetap memaksa jalan demi mencapai korban.

Sekitar pukul 18.14 WIB, tim SAR tiba di titik kejadian. Di sana, mereka menemukan Mella sudah tidak bernyawa. Selanjutnya, tim mengevakuasi korban dengan sangat hati-hati. Jalur licin dan malam yang turun membuat risiko semakin besar.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Akhirnya, pada pukul 22.00 WIB, tim berhasil membawa jenazah ke Basecamp Suwanting. Setelah itu, ambulans segera membawa korban ke RSUD Muntilan untuk pemeriksaan medis. Bersamaan dengan proses tersebut, pihak taman nasional langsung menghubungi keluarga. Saat itu juga, rencana liburan berubah menjadi kabar duka.

Jumat dini hari, keluarga korban tiba di rumah sakit. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan. Pada pukul 02.15 WIB, petugas menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Nganjuk, Jawa Timur.

Mella dikenal sebagai pendaki perempuan asal Berau, Kalimantan Timur. Usianya baru 22 tahun. Namun, perjalanannya di gunung berakhir terlalu cepat.

Kasus ini bukan sekadar tragedi pribadi. Sebaliknya, ini peringatan keras bagi semua pendaki. Cuaca ekstrem kini makin sulit diprediksi. Karena itu, gunung tidak pernah ramah pada kelalaian. Pada akhirnya, persiapan matang, disiplin jalur, dan keberanian untuk turun tepat waktu bisa menjadi pembeda antara pulang membawa cerita atau pulang dalam peti. (red)

Tags: gunungpendakipendakianSAR

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Tambora Meledak, Dunia Mengayuh Masa Depan

Ketika Tambora Meledak, Dunia Mengayuh Masa Depan

by teguh
April 16, 2026

Tabooo.id: Vibes - Pada 10/04/2026, dunia menandai 211 tahun sejak puncak letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Banyak orang mengenangnya...

Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

by teguh
April 16, 2026

Tabooo.id: Nasional - Pagi belum sepenuhnya terang di Lumajang. Namun Gunung Semeru sudah lebih dulu memberi kabar lewat letusan berulang....

Marapi Erupsi Lagi di Sumbar: Letusan 1,6 Km Picu Peringatan Waspada

Marapi Erupsi Lagi di Sumbar: Letusan 1,6 Km Picu Peringatan Waspada

by teguh
April 16, 2026

Tabooo.id: Nasional - Pagi di Sumatera Barat belum lama dimulai. Tetapi pada Kamis, 16/04/2026, langit di sekitar Gunung Marapi kembali...

Next Post
Sejarah Tersembunyi: Jepang Mengadopsi Galatama Indonesia

Sejarah Tersembunyi: Jepang Mengadopsi Galatama Indonesia

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id