Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Marapi Erupsi Lagi di Sumbar: Letusan 1,6 Km Picu Peringatan Waspada

April 16, 2026
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pagi di Sumatera Barat belum lama dimulai. Tetapi pada Kamis, 16/04/2026, langit di sekitar Gunung Marapi kembali memberi peringatan alam belum selesai bicara.

Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar kembali mengalami erupsi pada pukul 08.43 WIB. Letusan itu melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 1.600 meter di atas puncak.

Petugas Pos Gunung Api (PGA), Ilhamdi Saputra, menjelaskan situasi tersebut secara resmi.

“Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Kamis pukul 08.43 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.600 meter di atas puncak gunung,” kata Ilhamdi di Padang.

Kolom abu terpantau berwarna kelabu, berintensitas sedang, dan mengarah ke timur laut. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung. Artinya, ini bukan sekadar letusan singkat yang bisa langsung diabaikan.

Status Masih Level II: Waspada, Bukan Santai

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada). Banyak orang sering salah paham kata “waspada” terdengar biasa, padahal dalam bahasa kebencanaan, itu berarti aktivitas gunung sedang meningkat dan risiko nyata sedang ada.

BacaJuga

AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

Gas Tidak Meledak, Tapi Harganya Bikin Rumah Tangga Diam-Diam Panik

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, Kawah Verbeek.

Zona itu bukan larangan simbolik. Itu garis hidup.

Di area tersebut, potensi bahaya bisa datang mendadak lontaran batu pijar, gas beracun, hingga awan panas yang bergerak cepat tanpa menunggu orang siap.

Kenapa Radius 3 Kilometer Penting?

Banyak tragedi gunung berapi terjadi bukan karena orang tak tahu bahaya, tapi karena merasa masih aman.

Menurut kajian vulkanologi, area paling dekat kawah merupakan zona dengan risiko tertinggi terhadap material balistik, abu pekat, dan perubahan aktivitas mendadak. Karena itu, pendakian, wisata, atau kegiatan apa pun di sekitar kawah saat status aktif menjadi keputusan berisiko tinggi.

Dalam banyak kasus di Indonesia, korban justru muncul ketika manusia meremehkan peringatan pertama.

Gunung memberi tanda. Masalahnya, manusia kadang merasa lebih tahu.

Ancaman Berikutnya: Lahar Dingin Saat Hujan Turun

Erupsi bukan satu-satunya ancaman. PVMBG juga mengingatkan potensi lahar dingin, terutama bila hujan mengguyur lereng gunung.

Lahar dingin terjadi ketika air hujan membawa campuran pasir, batu, lumpur, dan material vulkanik melalui sungai berhulu di puncak gunung. Arusnya bisa deras, berat, dan merusak.

Wilayah pemukiman di sepanjang aliran sungai dari Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat turun.

Artinya sederhana letusan bisa berhenti, tetapi bahayanya belum tentu selesai.

Marapi dan Ingatan Kolektif Sumbar

Gunung Marapi bukan nama asing bagi warga Sumatera Barat. Ia aktif, indah, sekaligus menyimpan potensi ancaman yang berulang. Masyarakat sekitar hidup berdampingan dengan tanah subur hasil vulkanik, namun juga dengan risiko yang sewaktu-waktu bangun.

Di sinilah ironi alam bekerja gunung yang memberi kehidupan, juga bisa menguji kesiapan hidup.

Apa yang Perlu Dilakukan Warga?

  • Hindari radius 3 km dari Kawah Verbeek
  • Gunakan masker bila abu turun ke permukiman
  • Pantau informasi resmi PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah
  • Waspadai aliran sungai saat hujan deras
  • Jangan percaya kabar liar yang tidak terverifikasi

Penutup

Gunung Marapi kembali mengingatkan satu hal penting bencana sering datang bukan tanpa tanda, melainkan tanpa kita dengarkan.

Abu setinggi 1,6 kilometer mungkin hanya angka di laporan. Tetapi bagi warga sekitar, itu pesan yang harus dibaca serius. Karena saat alam bicara, pilihan terbaik manusia bukan panik melainkan patuh. @teguh

Tags: Baru PijarBPBDerupsigunungKab. AgamKab. Tanah DatarKawah VerbeekLaharLevel IIMarapiMeletusPadangPeringatanPGAPotensiPVMBGStatusSumatera Barat

REKOMENDASI TABOOO

KPK Bongkar Celah KIP Kuliah: Beasiswa untuk Rakyat, atau Jalur Titipan Elite?

KPK Bongkar Celah KIP Kuliah: Beasiswa untuk Rakyat, atau Jalur Titipan Elite?

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Nasional - KPK meluncurkan lima rekomendasi setelah menemukan konflik kepentingan, dugaan suap, dan bantuan ganda dalam program KIP Kuliah....

Lembah Anai 1944: Saat Surga Wisata Menyimpan Kuburan Sunyi

Lembah Anai 1944: Saat Surga Wisata Menyimpan Kuburan Sunyi

by teguh
April 17, 2026

Tabooo.id: Vibes - Gemuruh air di Lembah Anai hari ini terasa menenangkan. Kabut tipis turun di sela hijau Bukit Barisan....

Ketika Tambora Meledak, Dunia Mengayuh Masa Depan

Ketika Tambora Meledak, Dunia Mengayuh Masa Depan

by teguh
April 16, 2026

Tabooo.id: Vibes - Pada 10/04/2026, dunia menandai 211 tahun sejak puncak letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Banyak orang mengenangnya...

Next Post
Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

Recommended

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026
Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

April 17, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id