Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Korlantas Berlakukan One Way Nasional, Arus Balik Lebaran Masuk Puncak

by dimas
Maret 24, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Korps Lalu Lintas Polri mulai memberlakukan skema one way nasional, Selasa (24/3/2026) pukul 14.00 WIB. Rekayasa lalu lintas ini membentang dari Km 414 Kalikangkung hingga Km 70 Cikampek Utama, jalur utama yang selama ini menjadi titik krusial arus balik menuju Jakarta.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dijadwalkan melepas langsung penerapan kebijakan tersebut bersama sejumlah menteri. Pemerintah berupaya mengantisipasi lonjakan kendaraan yang terus meningkat setelah Lebaran.

Arus Balik Belum Mencapai Puncak

Kakorlantas Agus Suryonugroho menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari analisis data lapangan. Data tersebut menunjukkan arus balik belum mencapai puncaknya.

Saat arus mudik, volume kendaraan sempat menyentuh 270 ribu unit per hari. Hingga saat ini, kendaraan yang kembali ke Jakarta baru mencapai sekitar 43 persen. Kondisi ini menandakan gelombang besar arus balik masih akan terjadi.

Pemerintah memilih bergerak lebih awal untuk mencegah kemacetan panjang yang berpotensi melumpuhkan jalur utama.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Dinamis

Korlantas tidak menerapkan skema one way secara kaku. Petugas di lapangan terus memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan menyesuaikan kebijakan sesuai situasi.

Jika volume kendaraan tetap tinggi, petugas akan memperpanjang sistem one way. Sebaliknya, jika arus mulai landai, petugas segera mengembalikan jalur ke kondisi normal.

Pendekatan ini menunjukkan perubahan strategi, dari pola statis menjadi responsif terhadap dinamika di lapangan.

WFA untuk Mengurai Kepadatan

Selain mengatur lalu lintas, pemerintah juga mendorong masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA). Skema ini memberi fleksibilitas bagi pemudik untuk menunda kepulangan tanpa perlu mengambil cuti tambahan.

Pemerintah berharap masyarakat dapat menyebar waktu perjalanan sehingga arus kendaraan tidak menumpuk dalam satu periode.

Namun, kebijakan ini belum menjangkau semua kalangan. Pekerja sektor informal dan sebagian pekerja swasta tetap terikat jadwal kerja yang ketat. Mereka cenderung tidak memiliki pilihan selain kembali pada waktu puncak.

Bahu Jalan Hanya untuk Darurat

Korlantas juga mengingatkan pemudik agar tidak berhenti di bahu jalan tol. Petugas menegaskan bahwa bahu jalan hanya digunakan untuk kondisi darurat.

Kendaraan yang berhenti sembarangan berpotensi menghambat arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama tabrak belakang.

Pemudik sebaiknya memanfaatkan rest area atau keluar tol jika membutuhkan waktu istirahat.

Keputusan Pemudik Jadi Penentu

Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada keputusan masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario, mulai dari one way hingga WFA.

Namun, kemacetan tetap sulit dihindari jika mayoritas pemudik memilih kembali pada waktu yang sama.

Arus balik Lebaran 2026 tidak hanya soal jumlah kendaraan, tetapi juga soal pilihan kolektif masyarakat. Strategi pemerintah terlihat matang di atas kertas, tetapi kondisi di lapangan tetap bergantung pada perilaku pengguna jalan. @dimas

Tags: 2026Arus BalikJalanKeselamatanKorlantasLalu LintaslebaranMudikNasionalPemudikPolri

Kamu Melewatkan Ini

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Indonesia Sudah Konsisten: Kenaikan Harga Menjadi Rutinitas

Indonesia Sudah Konsisten: Kenaikan Harga Menjadi Rutinitas

by jeje
Mei 9, 2026

Belanja kebutuhan dapur sekarang terasa seperti permainan bertahan hidup. Uang Rp100 ribu masuk pasar dengan percaya diri, lalu pulang bersama...

Next Post
Rudal Iran Guncang Yerusalem, Sinyal Damai AS Berujung Kontradiksi

Rudal Iran Guncang Yerusalem, Sinyal Damai AS Berujung Kontradiksi

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id