Tabooo.id: Nasional – Bencana banjir dan longsor di Sumatra terus menelan korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 1.157 orang hingga Kamis (1/1/2026). Kenaikan ini terjadi setelah tim gabungan menemukan tiga jenazah baru di Aceh Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan pembaruan tersebut dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta. Ia menjelaskan bahwa temuan terbaru itu langsung menaikkan rekapitulasi nasional yang sehari sebelumnya masih berada di angka 1.154 korban jiwa.
Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat Menanggung Dampak Terberat
Aceh mencatat dampak paling parah dibanding wilayah lain. Hingga kini, jumlah korban meninggal di provinsi tersebut mencapai 530 jiwa, sementara 30 orang masih hilang. Tim SAR terus menyisir area terdampak, khususnya lokasi longsor dan permukiman warga yang tertimbun material.
Sementara itu, di Sumatra Utara, situasi juga berlangsung genting. BNPB mencatat 365 orang meninggal dunia, sedangkan 60 orang lainnya belum ditemukan. Medan yang sulit dan cuaca yang belum stabil terus menghambat proses pencarian di lapangan.
Di sisi lain, Sumatra Barat melaporkan 262 korban jiwa, dengan 74 orang masih dalam pencarian. Jika digabungkan, jumlah warga yang belum ditemukan di tiga provinsi tersebut mencapai 165 jiwa, sebuah angka yang menegaskan besarnya skala bencana ini.
Operasi Pencarian Terus Berjalan Meski Tantangan Membesar
BNPB memastikan operasi pencarian dan penyelamatan tetap berjalan. Abdul Muhari menegaskan seluruh unsur terkait masih bekerja di lapangan untuk menekan jumlah korban hilang. Saat ini, tim memprioritaskan pembukaan akses ke wilayah terisolasi serta percepatan evakuasi di titik-titik rawan.
Namun demikian, petugas menghadapi tantangan berat. Tebalnya material longsor, rusaknya infrastruktur, serta perubahan cuaca yang cepat membuat proses pencarian berjalan lebih lambat. Meski begitu, waktu tetap menjadi faktor krusial dalam upaya penyelamatan.
Pengungsi Bertambah, Tekanan Sosial Kian Terasa
Selain korban jiwa, dampak sosial bencana ini semakin terasa dari hari ke hari. Dalam satu hari, jumlah pengungsi bertambah 2.196 jiwa. Dengan penambahan tersebut, total warga yang kini tinggal di pengungsian mencapai 380.360 orang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kelompok rentan anak-anak, lansia, dan perempuan menjadi pihak yang paling terdampak. Banyak dari mereka kehilangan rumah, mata pencaharian, bahkan anggota keluarga dalam waktu singkat. Di sejumlah lokasi, kebutuhan logistik, air bersih, dan layanan kesehatan mulai mengalami tekanan serius.
Bencana Alam atau Cermin Tata Kelola?
Lonjakan korban dan pengungsi kembali memunculkan pertanyaan lama tentang kesiapan negara menghadapi bencana berulang. Curah hujan memang berada di luar kendali manusia. Namun, tata ruang, pengelolaan lingkungan, dan mitigasi risiko sepenuhnya bergantung pada kebijakan dan keseriusan pemerintah.
Saat angka korban terus bertambah, publik tidak hanya menunggu pembaruan data. Mereka juga menanti jawaban apakah tragedi ini akan menjadi pelajaran penting, atau kembali berubah menjadi deretan angka yang terlupakan ketika hujan akhirnya reda? @dimas




