Tabooo.id: Check – Di Facebook, tiba-tiba muncul sebuah akun yang tampak sok resmi dan mengaku sebagai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Akun itu mengunggah pengumuman super heboh: ia mau bagi-bagi hadiah Rp 50 juta untuk siapa pun yang “cepat DM.” Sekilas, tulisan itu terdengar seperti jackpot mendadak. Tapi kalau dibaca lagi, gaya bahasanya lebih mirip pesan broadcast abal-abal yang biasa mampir ke grup keluarga. Ironisnya, masih ada saja yang tergoda, mungkin karena angka 50 juta itu memantul-mantul di kepala seperti lampu diskotek. Yang cepat bukan “dia dapat,” tapi “dia duluan kena tipu.”
Akunnya palsu, hadiahnya lebih palsu lagi
Setelah ditelusuri Tabooo.id bersama data dari Kompas.com, akun tersebut jelas bukan akun resmi Dedi Mulyadi. Tidak ada lencana verifikasi, tidak ada riwayat postingan lain, dan akun itu baru muncul dengan satu unggahan ya, unggahan giveaway itu saja. Sementara akun resmi Dedi Mulyadi sudah aktif sejak 2009 dengan nama “Kang Dedi Mulyadi,” lengkap dengan jejak aktivitas yang wajar dari seorang pejabat. Di akun Instagram dan Facebook resminya juga tidak ada informasi tentang berbagi uang Rp 50 juta. Konten terbaru beliau justru tentang kunjungan ke daerah banjir di Sumatera, bukan bagi-bagi uang seperti malaikat pencetak duit. Jadi hadiah puluhan juta itu? Murni imajinasi akun palsu yang ingin memancing korban.
Kenapa banyak yang tertipu model begini?
Fenomena seperti ini sebenarnya klasik. Begitu ada angka besar muncul di layar, logika sering ikut cuti mendadak. Banyak orang terpikat karena kalimat pembukanya dibuat manis, seperti promo akhir tahun versi murahan. Akunnya memang berusaha menyerupai akun pejabat, tetapi kalau diteliti sedikit saja, semua tanda-tanda palsunya tampak jelas postingan cuma satu, nama typo, foto profil buram, dan gaya tulisannya seperti hasil ketikan orang ngantuk. Modusnya pun tidak baru mengatasnamakan figur terkenal, menjanjikan hadiah besar, lalu meminta orang untuk mengirim pesan pribadi secepatnya. Padahal pola seperti ini sudah berkali-kali dipakai untuk menjerat korban. Intinya, jika sebuah tawaran terdengar terlalu indah untuk jadi kenyataan, ya kemungkinan besar memang tidak nyata. Sama seperti chat gebetan yang cuma bales “hehe”.
Jangan mudah kena janji manis yang bahkan ejaannya kacau
Janji bagi-bagi uang dari akun aneh tanpa verifikasi sudah cukup menjadi alarm besar. Pejabat beneran itu sibuk bekerja, bukan sibuk menggelar giveaway fiktif. Kalau ada akun baru nongol dan langsung menawarkan Rp 50 juta tanpa konteks, itu bukan rezeki nomplok itu jebakan berbungkus pujian palsu. Mari jadi warga net yang tidak mudah digoyang godaan digital, apalagi yang modalnya cuma screenshot norak dan tulisan berantakan.
Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @dimas




