• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Kisruh BPJS PBI, Menkes Turun Tangan, Pasien Kronis Tak Boleh Putus Layanan

Februari 10, 2026
in Nasional, News
A A
Kisruh BPJS PBI, Menkes Turun Tangan, Pasien Kronis Tak Boleh Putus Layanan

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin ditemani Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat memberikan keterangan kisruh BPJS PBI di Puskemas Pandanaran Kota Semarang. Selasa (10/2/2026). (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Polemik penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akhirnya dijawab pemerintah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan peserta dengan penyakit kronis dan katastrofik akan direaktivasi agar layanan kesehatan tidak terhenti.

Pernyataan itu disampaikan Budi usai meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026), di tengah kekhawatiran masyarakat miskin yang mendadak kehilangan akses layanan kesehatan.

Pasien Katastrofik Jadi Prioritas Utama

Budi menegaskan seluruh pasien dengan penyakit kronis tetap dijamin BPJS PBI, bukan hanya penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah.

“Kemarin kita sudah meeting dengan DPR RI. Kesimpulannya, semua pasien penyakit kronis tetap dijamin BPJS PBI,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, pasien gagal ginjal harus menjalani cuci darah dua hingga tiga kali sepekan. Penghentian layanan, kata dia, bukan sekadar soal administrasi, tapi menyangkut hidup dan mati.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Hal serupa berlaku bagi pasien kanker yang membutuhkan kemoterapi atau radioterapi berkala, serta penderita talasemia yang rutin transfusi darah. Jeda perawatan pada kelompok ini berpotensi fatal.

Reaktivasi Otomatis, Tanpa Ribet

Pemerintah memutuskan seluruh peserta PBI dengan penyakit katastrofik yang sempat dinonaktifkan akan direaktivasi secara otomatis. Pasien tidak perlu mengurus apa pun.

“Tidak perlu datang ke puskesmas atau ke Kemensos. Sistem akan langsung mengaktifkan kembali,” tegas Budi.

Proses reaktivasi ini berlaku maksimal tiga bulan. Dalam periode tersebut, pemerintah akan melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan penerima PBI memang sesuai kriteria.

Penerima ‘Tak Miskin’ Mulai Disaring

Di balik reaktivasi, pemerintah juga melakukan pengetatan. Peserta PBI yang dinilai mampu secara ekonomi akan dievaluasi ulang agar kuota bantuan tepat sasaran.

“Kalau punya kredit bank Rp25 juta atau listrik rumah 6.600 watt, itu bukan PBI,” kata Budi blak-blakan.

Verifikasi dilakukan bersama Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah. Tujuannya, membersihkan data dari penerima yang tak lagi berhak.

Untuk meredam kegaduhan, pemerintah menyiapkan tiga langkah utama, mengaktifkan kembali pasien kronis secara otomatis, memverifikasi ulang penerima PBI, dan memperpanjang masa sosialisasi sebelum perubahan status diberlakukan.

Budi menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto jelas, jangan sampai layanan pasien penyakit berat terhenti hanya karena urusan data.

Bansos Tak Lagi Aman untuk yang Tak Berhak

Kebijakan ini jelas menyelamatkan pasien miskin dengan penyakit berat agar tetap mendapat layanan kesehatan. Namun bagi mereka yang selama ini “nyempil” di PBI meski tergolong mampu, masa nyaman itu mulai dipertanyakan.

Pada akhirnya, negara sedang menata ulang barisan. Tantangannya sederhana tapi krusial, jangan sampai yang benar-benar sakit justru tersandung sistem, sementara yang sehat malah paling sigap mengamankan jatah. @yudi

Tags: BPJS PBIBudi Gunadi SadikinJaminan Kesehatan NasionalMenkesMenteri Kesehatan
Next Post
Yasid Ahmad Firdaus, Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan Meninggal Dunia

Yasid Ahmad Firdaus, Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan Meninggal Dunia

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Saat Senja: Ketika Malam Mulai Dibuka untuk Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran Beda Hari, Antara Ilmu, Ego, dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.