Rabu, Juni 24, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kisruh BPJS PBI, Menkes Turun Tangan, Pasien Kronis Tak Boleh Putus Layanan

by yudi
Februari 10, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Polemik penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akhirnya dijawab pemerintah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan peserta dengan penyakit kronis dan katastrofik akan direaktivasi agar layanan kesehatan tidak terhenti.

Pernyataan itu disampaikan Budi usai meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026), di tengah kekhawatiran masyarakat miskin yang mendadak kehilangan akses layanan kesehatan.

Pasien Katastrofik Jadi Prioritas Utama

Budi menegaskan seluruh pasien dengan penyakit kronis tetap dijamin BPJS PBI, bukan hanya penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah.

“Kemarin kita sudah meeting dengan DPR RI. Kesimpulannya, semua pasien penyakit kronis tetap dijamin BPJS PBI,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, pasien gagal ginjal harus menjalani cuci darah dua hingga tiga kali sepekan. Penghentian layanan, kata dia, bukan sekadar soal administrasi, tapi menyangkut hidup dan mati.

Ini Belum Selesai

Prestasi Tinggi, Data Ter-hidden: Hak Anak Nyaris Tersingkir dari SMP Negeri

Dugaan Kekerasan Seksual di Padepokan Demak Terbongkar

Hal serupa berlaku bagi pasien kanker yang membutuhkan kemoterapi atau radioterapi berkala, serta penderita talasemia yang rutin transfusi darah. Jeda perawatan pada kelompok ini berpotensi fatal.

Reaktivasi Otomatis, Tanpa Ribet

Pemerintah memutuskan seluruh peserta PBI dengan penyakit katastrofik yang sempat dinonaktifkan akan direaktivasi secara otomatis. Pasien tidak perlu mengurus apa pun.

“Tidak perlu datang ke puskesmas atau ke Kemensos. Sistem akan langsung mengaktifkan kembali,” tegas Budi.

Proses reaktivasi ini berlaku maksimal tiga bulan. Dalam periode tersebut, pemerintah akan melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan penerima PBI memang sesuai kriteria.

Penerima ‘Tak Miskin’ Mulai Disaring

Di balik reaktivasi, pemerintah juga melakukan pengetatan. Peserta PBI yang dinilai mampu secara ekonomi akan dievaluasi ulang agar kuota bantuan tepat sasaran.

“Kalau punya kredit bank Rp25 juta atau listrik rumah 6.600 watt, itu bukan PBI,” kata Budi blak-blakan.

Verifikasi dilakukan bersama Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah. Tujuannya, membersihkan data dari penerima yang tak lagi berhak.

Untuk meredam kegaduhan, pemerintah menyiapkan tiga langkah utama, mengaktifkan kembali pasien kronis secara otomatis, memverifikasi ulang penerima PBI, dan memperpanjang masa sosialisasi sebelum perubahan status diberlakukan.

Budi menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto jelas, jangan sampai layanan pasien penyakit berat terhenti hanya karena urusan data.

Bansos Tak Lagi Aman untuk yang Tak Berhak

Kebijakan ini jelas menyelamatkan pasien miskin dengan penyakit berat agar tetap mendapat layanan kesehatan. Namun bagi mereka yang selama ini “nyempil” di PBI meski tergolong mampu, masa nyaman itu mulai dipertanyakan.

Pada akhirnya, negara sedang menata ulang barisan. Tantangannya sederhana tapi krusial, jangan sampai yang benar-benar sakit justru tersandung sistem, sementara yang sehat malah paling sigap mengamankan jatah. @yudi

Kamu Melewatkan Ini

Prestasi Tinggi, Data Ter-hidden: Hak Anak Nyaris Tersingkir dari SMP Negeri

Prestasi Tinggi, Data Ter-hidden: Hak Anak Nyaris Tersingkir dari SMP Negeri

by teguh
Juni 23, 2026

Sistem SPMB Palembang sempat menghalangi seorang siswa berprestasi masuk SMP negeri. Sistem tidak menampilkan data pendaftaran siswa itu pada daftar...

Bayar Tepat Waktu, Layanan Kapan Tepat?

Bayar Tepat Waktu, Layanan Kapan Tepat?

by dimas
Juni 23, 2026

Bayar Tepat Waktu, Layanan Kapan Tepat? Ketika rakyat wajib membayar listrik tanpa kompromi, mengapa pemadaman masih berulang dan pelayanan publik...

Persaudaraan sebagai Modal Sosial di Tengah Masyarakat Modern

Persaudaraan sebagai Modal Sosial di Tengah Masyarakat Modern

by dimas
Juni 23, 2026

Suran Agung PSHW TM menunjukkan bahwa persaudaraan bukan sekadar tradisi, tetapi modal sosial yang memperkuat kepercayaan, karakter, dan solidaritas di...

Next Post
Yasid Ahmad Firdaus, Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan Meninggal Dunia

Yasid Ahmad Firdaus, Pendaki Bukit Mongkrang Ditemukan Meninggal Dunia

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id