• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Life

Keterbatasan Bukan Alasan: Herlin dan Misi Mengenalkan Wayang

Februari 26, 2026
in Life
A A
Keterbatasan Bukan Alasan: Herlin dan Misi Mengenalkan Wayang

Herlin saat menunjukan wayang buatnya kepada awak media beberapa tahun lalu. (Foto:Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Life – Sore merayap pelan di Gang Jati Subur 2, Jalan Imam Bonjol, Kota Madiun. Di sebuah rumah sederhana, ratusan wayang tergantung rapi di dinding. Tatapan Arjuna tampak teduh, Gatotkaca berdiri gagah, dan gunungan menjulang seperti doa yang tak pernah padam.

Di antara aroma cat dan kayu, Herlin Susilowati menggenggam kuas dengan mantap. Tubuhnya memiliki keterbatasan, tetapi tekadnya nyaris tak berbatas. Ia tidak ingin dikenal karena kekurangannya; ia ingin dikenal karena karyanya.

Dari Kardus Bekas Menjadi Warisan Bernilai

Sejak lulus SMA pada 2001, Herlin menekuni kerajinan wayang di Sanggar Wayang Hias Karya Budaya, meneruskan jejak ayahnya. Baginya, wayang bukan sekadar hiasan, melainkan warisan nilai dan identitas. Namun ia sadar zaman berubah.

Anak-anak kini lebih akrab dengan layar gawai daripada kelir dan gamelan. Dari situlah muncul gagasan sederhana namun visioner: mengolah kardus bekas menjadi wayang. “Saya melihat banyak kardus tidak terpakai. Saya berpikir, bagaimana limbah bisa jadi rupiah,” ujarnya. Dari limbah yang dianggap tak bernilai, lahirlah tokoh-tokoh pewayangan yang ringan, terjangkau, dan ramah bagi generasi muda.

Wayang kardus buatannya dijual mulai Rp10 ribu untuk ukuran kecil. Harga yang membumi, sehingga anak-anak dapat mengenal budaya tanpa merasa terbebani. Sementara itu, Herlin tetap setia memproduksi wayang kulit kerbau dengan proses panjang dan teliti menggambar sketsa, memahat, mengecat dasar, memberi warna karakter, ‘nyawi’ atau membatik detail, melapisi emas, memernis, hingga menjemur sampai kering sempurna. Setiap tahap menuntut kesabaran dan ketekunan. Ia menjalani semuanya dengan kesungguhan, membuktikan bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan.

Bangkit Saat Dunia Terhenti

Sebelum pandemi, usaha Aisyah Handicraft miliknya mampu meraih omzet hingga Rp10 juta per bulan. Pesanan datang dari berbagai kota, bahkan karyanya terbang ke Amerika dan Eropa sebagai suvenir resmi dan bagian dari program pertukaran pelajar.

RelatedPosts

Satyaning Caraka: Tentang Janji yang Dikhianati, dan Kesetiaan yang Diuji di Tengah Kekacauan

Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

Mahasiswa asing berkunjung ke galerinya, belajar membuat wayang secara langsung. Dari sebuah gang kecil di Madiun, budaya lokal berdialog dengan dunia internasional. Namun ketika pandemi melanda, pesanan terhenti total. Berbulan-bulan tanpa pemasukan menjadi ujian berat.

Herlin tidak menyerah. Ia berjualan tanaman herbal secara daring untuk mengumpulkan modal membeli cat dan kembali berkarya. Ia tidak menunggu keadaan berubah; ia menyesuaikan diri dan menciptakan peluang. Kini omzetnya memang belum sepenuhnya pulih, sekitar Rp2 juta per bulan, tetapi semangatnya tetap utuh. Ia terus membuka pintu bagi siapa pun yang ingin belajar, terutama generasi muda dan sesama penyandang disabilitas.

Inspirasi yang Tumbuh dari Kesetiaan

Kisah Herlin adalah pengingat bahwa keterbatasan bukanlah titik akhir, melainkan titik mula. Ia mengubah kardus menjadi karya, kesulitan menjadi daya lenting, dan rumah sederhana menjadi ruang belajar budaya. Ia tidak meminta dikasihani ia memilih berkarya.

Dari tangannya, wayang bukan hanya cerita masa lalu, melainkan harapan yang terus digerakkan. Dan mungkin, di sanalah letak inspirasi sejati: pada keberanian untuk tetap setia, tetap berinovasi, dan tetap percaya bahwa selalu ada jalan bagi mereka yang mau melangkah. @eko

Tags: Cerita inspirasiHerlin Susilowatikisah inspiratifmadiunUMKMWayang
Next Post
Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Perkuat Diplomasi Energi hingga Investasi

Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Perkuat Diplomasi Energi hingga Investasi

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.